Pratama Arhan Gabung Tokyo Verdy, Klub Juara Pertama J.League
Inforiau – 07 November 2026 | Pratama Arhan resmi bergabung dengan Tokyo Verdy pada Rabu, 16 Februari 2022. Bek timnas Indonesia itu meninggalkan PSIS Semarang melalui transfer penuh dan menjadi pemain Asia Tenggara pertama yang direkrut klub yang berbasis di Tokyo tersebut. Keputusan ini membuka babak baru bagi Arhan sekaligus menandai langkah Tokyo Verdy dalam memperkuat skuad untuk mengejar promosi ke J1 League.
Dalam pernyataan resminya, Arhan mengaku bangga bisa bergabung dengan salah satu klub paling sukses dalam sejarah sepak bola Jepang. Pemain terbaik Piala AFF 2020 itu berjanji memberikan kemampuan terbaik agar mendapat tempat sebagai starter. Ia juga menegaskan ingin membantu Tokyo Verdy kembali ke J1 League dan memenangkan hati para penggemar. Meski meninggalkan PSIS, Arhan menyebut klub asalnya akan selalu menjadi rumah.
Tokyo Verdy bukan klub sembarangan. Klub yang bermarkas di Stadion Ajinomoto ini awalnya bernama Yomiuri FC, mengikuti nama perusahaan surat kabar Yomiuri Shimbun. Ketika J.League digulirkan pada 1993, klub harus melepas identitas perusahaan dan berganti nama menjadi Verdy Kawasaki. Pada musim perdana itu, Verdy Kawasaki menorehkan sejarah sebagai juara pertama J.League setelah mengalahkan Kashima Antlers dengan agregat 3-1 pada final dua leg.
Masa kejayaan berlanjut pada 1994 saat Verdy Kawasaki kembali menjadi juara. Skuad saat itu diperkuat nama-nama top seperti Ruy Ramos, Kazuyoshi Miura, Nobuhiro Takeda, dan Tsuyoshi Kitazawa. King Kazu terpilih sebagai pemain terbaik, sedangkan Ruy Ramos masuk best XI J.League 1993. Namun, performa klub kemudian menurun. Pada 1996, Verdy Kawasaki hanya finis di peringkat ketujuh, hasil terburuk mereka sejak era J.League. Klub lantas berpindah markas ke Tokyo dan berganti nama menjadi Tokyo Verdy pada 2001.
Kini Tokyo Verdy masih berkompetisi di J2 League. Kedatangan Arhan diharapkan menjadi suntikan energi baru bagi tim berjuluk Verdy itu. Bagi Arhan, tantangan terbesar adalah beradaptasi dengan gaya sepak bola Jepang dan merebut posisi inti. Jika berhasil, langkah ini tidak hanya mengangkat kariernya, tetapi juga memperkuat jembatan antara talenta Indonesia dan kompetisi profesional Jepang. Sejarah besar Tokyo Verdy menjadi latar yang menarik bagi perjalanan baru Arhan.
Editor: Sukri Mustakim
