PSPS Pekanbaru Cetak Sejarah Double Hattrick, Puncak Klasemen Makin Kokoh di Tengah Kabar Duka
Inforiau – 26 Oktober 2026 | PSPS Pekanbaru tengah menjadi sorotan utama di pentas Pegadaian Championship 2026/2027. Klub berjuluk Askar Bertuah ini menorehkan sejarah baru sebagai satu-satunya tim yang mampu meraih enam kemenangan beruntun alias double hattrick hingga pekan ketujuh kompetisi. Catatan impresif tersebut dipastikan setelah PSPS Pekanbaru menundukkan tuan rumah Persikad Depok dengan skor dramatis 3-2 di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (24/10/2026) malam.
Kemenangan itu tidak datang dengan mudah. Gol penentu yang lahir dari kaki Antonio Gamaroni pada menit ke-90+9 memastikan Askar Bertuah membawa pulang tiga poin penuh. Pertandingan berlangsung sengit dan terbuka, dengan kedua tim saling melancarkan serangan sepanjang laga. Ketangguhan PSPS Pekanbaru di menit-menit akhir menjadi pembeda dalam duel yang menyajikan tujuh gol tersebut.
Akhyar Ilyas Puji Kedisiplinan Pemain
Pelatih PSPS Pekanbaru, Akhyar Ilyas, mengapresiasi penampilan para pemainnya yang mampu menjaga konsentrasi hingga peluit panjang berbunyi. Menurutnya, kedisiplinan dan kemampuan menjalankan instruksi menjadi kunci utama di balik rentetan hasil positif ini.
“Saya apresiasi pemain yang malam ini main sangat disiplin dan menjalankan instruksi dengan baik. Alhamdulillah, kami bisa mempertahankan kemenangan hingga pekan ketujuh ini,” tutur Akhyar selepas pertandingan.
Ia juga mengakui bahwa Persikad Depok memberikan perlawanan yang menyulitkan. Sepanjang pertandingan, kedua kesebelasan tampil menyerang sehingga persaingan berlangsung ketat. “Pertandingan cukup menarik, cukup seru. Saling menyerang dan alhamdulillah kami lebih beruntung. Kita juga cukup respek dengan Persikad Depok yang bermain cukup baik malam ini,” ujarnya.
Rekor Enam Kemenangan Beruntun
Rangkaian double hattrick PSPS Pekanbaru diraih melalui perjalanan yang konsisten. Sebelum menaklukkan Persikad, Askar Bertuah lebih dulu menundukkan Persiku Kudus dengan skor 4-1, PSMS Medan 2-1, Semen Padang 1-0, Sumsel United 2-1, dan Persiraja Banda Aceh 2-1. Sebelum rentetan itu, satu-satunya kekalahan musim ini dialami saat bertandang ke markas PSIS Semarang dengan skor 1-2.
| Lawan | Skor |
|---|---|
| Persiku Kudus | 4-1 |
| PSMS Medan | 2-1 |
| Semen Padang | 1-0 |
| Sumsel United | 2-1 |
| Persiraja Banda Aceh | 2-1 |
| Persikad Depok | 3-2 |
Berkat hasil tersebut, PSPS Pekanbaru kini mengoleksi 18 poin dari tujuh pertandingan, dengan catatan enam kemenangan dan satu kekalahan. Mereka unggul enam poin atas Persikad Depok yang turun ke peringkat ketiga dengan 12 poin, serta tujuh poin dari PSMS Medan di posisi kedua yang mengoleksi 14 poin usai mengalahkan PSIS Semarang 2-1.
Kemenangan untuk Dian Rizkiyana yang Berduka
Di balik gemilangnya kemenangan, tersimpan kisah duka mendalam. Kiper PSPS Pekanbaru, Dian Rizkiyana, kehilangan ibundanya, Iis Yatimah, yang meninggal dunia. Manajemen klub menyampaikan belasungkawa dan mendoakan agar almarhumah diterima seluruh amal ibadahnya serta ditempatkan di sisi-Nya.
“Kami atas nama keluarga besar PSPS menyampaikan duka yang mendalam atas wafatnya Ibu Iis Yatimah, ibunda dari Dian Rizkiyana, yang merupakan penjaga gawang PSPS Pekanbaru,” ujar Humas dan Media Officer PSPS Pekanbaru, M Teza Taufik, Ahad (25/10/2026).
Pelatih Akhyar Ilyas pun mempersembahkan kemenangan atas Persikad untuk sang kiper. “Kemenangan ini juga kami persembahkan untuk salah satu pemain kami yang sedang berduka karena ibundanya meninggal dunia,” ujarnya penuh haru.
Dengan keunggulan poin yang cukup jauh, PSPS Pekanbaru memiliki modal penting untuk mempertahankan posisi teratas klasemen Grup A Pegadaian Championship. Meski demikian, persaingan masih terbuka lebar dan perjalanan kompetisi masih panjang. Konsistensi, kedisiplinan, serta semangat juang yang telah ditunjukkan Askar Bertuah sejauh ini akan menjadi bekal berharga untuk menghadapi laga-laga berat berikutnya. Kemenangan dramatis di Stadion Pakansari sekaligus menjadi bukti bahwa PSPS Pekanbaru bukan hanya kuat secara teknis, tetapi juga memiliki mentalitas juara yang tangguh hingga menit terakhir.
