Rayo vs Celta: Duel Sengit di Vallecas, Misi Putus Kutukan 30 Tahun dan Dahaga Kemenangan
Inforiau – 31 Oktober 2026 | Laga bertajuk rayo vs celta pada jornada ke-11 LaLiga EA Sports 2026/27 menyita perhatian pecinta sepak bola Spanyol. Bertempat di Estadio de Vallecas, Madrid, Rayo Vallecano menjamu Celta de Vigo pada Sabtu sore waktu setempat dengan misi berbeda namun sama-sama mendesak: meraih tiga poin. Duel rayo vs celta ini diprediksi berlangsung panas mengingat kedua tim tengah mencari momentum untuk memperbaiki posisi di klasemen.
Rayo Vallecano datang dengan luka setelah dipermalukan Elche 0-3 pada laga sebelumnya. Kekalahan itu membuat pasukan Beñat San José wajib bangkit di hadapan pendukung sendiri. Meski demikian, catatan lima pertandingan terakhir Rayo menunjukkan performa yang belum stabil dengan satu kemenangan, tiga hasil imbang, dan satu kekalahan. Kondisi ini menjadi alarm tersendiri bagi tuan rumah yang dikenal sulit dikalahkan di Vallecas.
Di kubu tamu, Celta de Vigo tampil lebih meyakinkan dengan dua kemenangan dan tiga hasil imbang dalam lima laga terakhirnya. Terakhir, tim asuhan Claudio Giráldez bermain imbang 0-0 melawan Real Betis. Meski belum terkalahkan dalam periode tersebut, produktivitas gol menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibereskan jika ingin mencuri poin di markas Rayo pada laga rayo vs celta kali ini.
Kembalinya Ratiu dan Absennya Kumbulla
Kabar baik menghampiri Rayo Vallecano. Bek sayap asal Rumania, Andrei Ratiu, kembali masuk daftar pemain setelah pulih dari cedera otot yang membuatnya absen sejak 19 September. Ratiu langsung dipercaya mengisi posisi bek kanan menggantikan Iván Balliu. Kehadirannya diharapkan menambah kekuatan lini pertahanan sekaligus daya dorong serangan dari sisi kanan.
Selain Ratiu, pelatih Beñat San José juga melakukan rotasi dengan menurunkan Oscar Valentín sejak menit awal, menggantikan Pathé Ciss yang menjalani hukuman kartu. Sementara itu, Marash Kumbulla harus menelan pil pahit karena kembali absen dari daftar pemain. Bek tengah asal Albania itu masih belum bisa mencatatkan debutnya di LaLiga meski sudah tampil di ajang Copa del Rey. Penyebab pastinya belum diungkap, namun kuat dugaan berkaitan dengan masalah fisik.
Beñat menegaskan bahwa laga rayo vs celta sangat penting bagi timnya. Menurutnya, atmosfer di sekitar Vallecas sudah terasa sejak para pemain tiba di stadion. Dukungan suporter diyakini bakal menjadi energi tambahan bagi Rayo untuk meraih kemenangan yang sudah lama dinantikan. Ia juga menekankan pentingnya efektivitas penyelesaian akhir, mengingat peluang yang tercipta harus dikonversi menjadi gol.
Misi Celta Memutus Kutukan Tiga Dekade
Di sisi lain, Claudio Giráldez membawa misi besar ke Madrid. Pelatih Celta itu menyebut laga ini sebagai momen ideal untuk memutus kutukan 30 tahun tanpa kemenangan di markas Rayo. Menurutnya, catatan panjang tersebut justru menjadi motivasi tersendiri bagi skuadnya untuk tampil maksimal dan menorehkan sejarah baru.
Giráldez mengembalikan beberapa nama penting ke starting eleven, termasuk Ferran Jutglá dan Sebastián Cáceres yang sebelumnya hanya duduk di bangku cadangan saat melawan Betis. Cáceres masuk ke lini pertahanan menggantikan Marcos Alonso, sementara Jutglá mengisi posisi penyerang tengah menggantikan Pablo Durán. Namun, Celta tak bisa menurunkan lima pemainnya yang masih dibekap cedera, yakni Miguel Román, Borja Iglesias, Carl Starfelt, Álvaro Núñez, dan Jones El-Abdellaoui.
Giráldez menegaskan bahwa pihaknya tak akan mengubah pendekatan permainan, baik saat bermain di kandang maupun tandang. Ia berharap anak asuhnya semakin tajam dalam menciptakan peluang dan konsisten mencetak gol, mengingat Celta memiliki pemain-pemain yang terbukti produktif dari musim ke musim.
Susunan Pemain dan Catatan Pertemuan
Rayo Vallecano turun dengan formasi yang mengandalkan keseimbangan antara bertahan dan menyerang. Di bawah mistar ada Audero, dengan barisan belakang dihuni Ratiu, Mujaid, Lejeune, dan Pedrosa. Lini tengah dipercayakan kepada Valentín dan Pedro Díaz, sementara De Frutos, Unai López, dan Álvaro mendukung Camello sebagai ujung tombak.
Sementara itu, Celta de Vigo menurunkan Radu di posisi kiper. Lini belakang diperkuat Javi Rodríguez, Yoel, Sebastián Cáceres, dan Javi Rueda. Moriba, Febas, serta Javi Galán mengisi sektor tengah, dengan trio Hugo Álvarez, Jutglá, dan Hugo González sebagai penggedor utama.
Secara historis, Rayo Vallecano sedikit lebih dominan dalam beberapa pertemuan terakhir dengan dua kemenangan atas Celta. Kondisi cuaca di Madrid yang cerah dengan suhu sekitar 21 derajat Celsius diprediksi mendukung permainan terbuka dari kedua tim. Laga ini dipimpin wasit Manuel Jesús Orellana, dibantu Iván Ríos dan Roberto Tejero sebagai asisten, serta Iván Caparrós sebagai pengawas VAR.
Menariknya, mantan penyerang yang pernah membela kedua klub, Joaquín Larrivey, ikut memberikan komentar. Ia menyebut gaya permainan Rayo mengingatkannya pada klub-klub di Capital Federal, Argentina, karena atmosfer dan karakter permainannya yang penuh gairah.
Laga rayo vs celta ini menjadi ujian sesungguhnya bagi kedua tim. Rayo ingin membuktikan bahwa kekalahan dari Elche hanyalah kecelakaan, sementara Celta berambisi mengakhiri puasa kemenangan panjang di Vallecas. Dengan motivasi yang sama besarnya, duel ini diprediksi berjalan sengit hingga menit akhir.
Pada akhirnya, hasil pertandingan rayo vs celta akan sangat menentukan arah kedua tim di kompetisi. Kemenangan bagi Rayo akan mengangkat moral dan menjauhkan mereka dari tekanan, sedangkan tiga poin bagi Celta akan menjadi tonggak bersejarah sekaligus bukti bahwa kutukan tiga dekade itu akhirnya terpatahkan.
