Revolut Down Global: Jutaan Pengguna Panik, Dana di Aplikasi Benar-Benar Aman?
Inforiau – 20 Oktober 2026 | Jutaan pengguna aplikasi keuangan digital revolut di berbagai belahan dunia dilanda kepanikan pada Selasa pagi, 20 Oktober, setelah layanan platform tersebut mengalami gangguan teknis parah yang berskala global. Insiden ini membuat para nasabah tidak dapat mengakses akun, melakukan pembayaran dengan kartu, hingga kesulitan menarik uang tunai di ATM. Gangguan yang dimulai sejak pagi hari waktu setempat ini langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial, dengan ribuan keluhan membanjiri platform pemantau layanan seperti Downdetector.
Berdasarkan pantauan di lapangan, lonjakan laporan kerusakan terjadi secara signifikan. Di Polandia, situs Downdetector mencatat lebih dari 2.500 laporan pada pukul 09.24 waktu setempat sebelum akhirnya menurun menjadi sekitar 979 laporan menjelang pukul 11.09. Sementara itu, di Latvia, lebih dari 1.500 laporan pengguna tercatat tidak lama setelah pukul 10.00 waktu setempat. Tidak hanya di Eropa, keluhan serupa juga datang dari pengguna di Italia, Swedia, dan berbagai negara lainnya, termasuk Indonesia. Para pengguna mengeluhkan tidak bisa masuk ke aplikasi (login), transaksi kartu yang ditolak di toko, hingga kegagalan transfer bank.
Pihak revolut akhirnya angkat bicara dan mengonfirmasi adanya gangguan tersebut melalui akun dukungan resmi mereka di platform X. Dalam pernyataannya, perusahaan asal Inggris itu mengakui bahwa saat ini terjadi gangguan yang memengaruhi sejumlah fungsi layanan dan menyebabkan ketidaktersediaan beberapa elemen dalam aplikasi. Namun, revolut menegaskan bahwa seluruh dana dan data pribadi nasabah dalam keadaan aman. Tim teknis internal disebut sedang bekerja keras untuk memulihkan layanan secepat mungkin.
“Kami menyadari adanya gangguan yang memengaruhi beberapa layanan kami. Tim teknis kami sedang bekerja untuk mengembalikan fungsionalitas secepat mungkin. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini dan terima kasih atas kesabaran Anda,” tulis pernyataan resmi revolut di media sosial.
Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, pihak perusahaan belum memberikan penjelasan resmi mengenai penyebab pasti dari gangguan sistem tersebut. Mereka juga belum dapat memastikan kapan layanan akan kembali normal sepenuhnya. Sejumlah platform pemantau independen bahkan mengklasifikasikan insiden ini sebagai “major outage” atau gangguan skala besar tingkat internasional, mengingat cakupan wilayah yang terdampak sangat luas.
Sebagai informasi, revolut merupakan salah satu perusahaan finansial teknologi (fintech) terbesar di dunia dengan basis pengguna lebih dari 80 juta orang di seluruh dunia. Layanan ini dikenal luas karena kemampuannya menyimpan uang dalam puluhan mata uang, menawarkan kurs valuta asing yang kompetitif, serta memudahkan pembayaran lintas negara tanpa biaya tambahan. Popularitasnya yang tinggi membuat gangguan sekecil apa pun berdampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi harian para penggunanya.
Dalam situasi seperti ini, para pengguna diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan transaksi berulang-ulang yang berpotensi memperburuk antrean sistem. Pengguna disarankan untuk memantau kanal komunikasi resmi revolut guna mendapatkan informasi terbaru mengenai pemulihan layanan. Jika terjadi transaksi gagal namun dana terpotong, nasabah disarankan untuk mencatat bukti transaksi dan menghubungi layanan pelanggan setelah sistem kembali normal.
Insiden ini menjadi pengingat keras bagi industri keuangan digital akan pentingnya ketahanan infrastruktur teknologi. Ketergantungan yang tinggi terhadap aplikasi mobile mengharuskan penyedia layanan neobank seperti revolut untuk terus meningkatkan sistem cadangan dan protokol pemulihan bencana. Kepercayaan publik adalah segalanya dalam bisnis keuangan, dan transparansi serta kecepatan penanganan gangguan akan sangat menentukan reputasi perusahaan ke depannya. Hingga saat ini, tim revolut masih terus berjibaku untuk memulihkan layanan agar jutaan pengguna dapat kembali bertransaksi dengan tenang.
