Rian Ekky Pradipta dan D'Masiv Putus Kerja Sama dengan RANS Entertainment Usai Gelombang Boikot
Inforiau – 06 November 2026 | Vokalis D’Masiv, Rian Ekky Pradipta, secara resmi mengkonfirmasi bahwa grup band ternama tersebut telah mengakhiri kerja sama dengan RANS Entertainment sebagai promotor tur Asia mereka. Keputusan signifikan ini diambil menyusul gelombang seruan boikot yang melanda perusahaan milik Raffi Ahmad di media sosial.
Rian Ekky Pradipta menjelaskan bahwa kontroversi yang berkembang menjadi salah satu pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan tersebut. Dalam pernyataannya di Jakarta Selatan pada Rabu, 4 November 2026, vokalis D’Masiv menekankan bahwa band lebih memilih fokus pada aktivitas bermusik di tengah berbagai isu yang berkembang. “Ya maksudnya mungkin enggak perlu banyak dijelaskan karena kan memang isunya kemarin cukup masif ya, banyak yang memang isu boikot atau yang lain, tapi intinya di sini D’MASIV hanya berkarya aja,” tegas Rian Ekky Pradipta.
Sebelumnya, RANS Entertainment telah bertindak sebagai promotor dalam rangkaian Asia Home Run Tour milik D’Masiv. Kerja sama tersebut bahkan telah dijalankan dengan penyelenggaraan konser di Taiwan dan Hong Kong. Namun, situasi berubah drastis setelah deklarasi Sumpah Pemuda yang melibatkan Raffi Ahmad menuai kontroversi luas dan memicu respons negatif dari berbagai kalangan masyarakat.
Meskipun hubungan personal antara Rian Ekky Pradipta dan Raffi Ahmad telah terjalin akrab sejak 2008, keputusan bisnis ini terpaksa diambil untuk menyelamatkan kelangsungan tur di lima negara Asia. Pada Selasa, 3 November 2026, D’Masiv secara resmi mengumumkan bahwa pengelolaan rangkaian konser Asia mereka kini beralih kepada promotor Antara Suara. Pergantian ini menandai berakhirnya keterlibatan RANS dalam proyek konser tersebut.
Rian Ekky Pradipta menegaskan bahwa tur ini merupakan impian besar D’Masiv selama dua tahun terakhir setelah resmi menjadi grup band independen. Momentum ini juga penting untuk mempromosikan album berbahasa Inggris mereka ke pasar internasional. Dalam merespons pertanyaan penggemar, D’Masiv tegas menyatakan “Kami sudah tidak terafiliasi dengan RANS.”
Dampak seruan pemboikotan terhadap ekosistem bisnis RANS Entertainment terus meluas di industri hiburan Indonesia. Keputusan D’Masiv menjadi contoh bagaimana sentimen publik dapat mempengaruhi keputusan bisnis strategis dalam industri entertainment. Langkah yang diambil Rian Ekky Pradipta dan rekan-rekannya ini mencerminkan komitmen mereka untuk tetap fokus pada musik berkualitas sambil menghormati aspirasi penggemar setia mereka.
