Ribuan Personil Gabungan Amankan Aksi Penolakan Konser Andrea Bocelli di Jakarta
Inforiau – 04 November 2026 | Jakarta Pusat kembali menjadi titik konsentrasi pengamanan ketat aparat keamanan menyusul adanya gelombang unjuk rasa. Jajaran Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya bersama unsur TNI dan Pemerintah Daerah mengerahkan ribuan personel untuk mengawal jalannya aksi demonstrasi penolakan konser penyanyi asal Italia, Andrea Bocelli, yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat.
Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya memastikan bahwa langkah antisipasi ini diambil untuk menjaga keamanan dan ketertiban umum. Aksi unjuk rasa tersebut dimotori oleh massa dari organisasi masyarakat Front Pembela Islam (FPI) serta berbagai elemen masyarakat lainnya. Mereka menyuarakan penolakan terhadap gelaran musik tersebut dengan alasan bahwa konser tersebut dinilai tidak berpihak pada isu kemanusiaan yang tengah terjadi di Palestina.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Akhmadi, memberikan konfirmasi resmi terkait kesiapsiagaan jajaran dalam mengawal aksi yang mulai memadati kawasan tersebut sejak Selasa sore. Sebanyak 2.411 personel gabungan dikerahkan ke lapangan. Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya telah menyiapkan berbagai skenario pengamanan guna mengantisipasi dinamika situasi di sekitar area JIExpo Kemayoran.
Berikut adalah rincian pengamanan aksi unjuk rasa di JIExpo Kemayoran:
- Total personel gabungan: 2.411 orang
- Unsur pengamanan: TNI, Polri, dan Pemda
- Titik fokus pengamanan: Kawasan JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat
- Fokus utama: Menjaga ketertiban umum dan kelancaran arus lalu lintas
Meskipun estimasi jumlah massa pengunjuk rasa belum dapat dipastikan secara rinci, aparat tetap menyiagakan satuan pengamanan di titik-titik strategis. Dalam arahannya, pihak berwenang mengimbau kepada seluruh peserta aksi agar menyampaikan aspirasi secara damai, tertib, dan tidak melakukan tindakan yang dapat merusak fasilitas umum atau mengganggu hak warga masyarakat lainnya.
Selain pengamanan di lokasi aksi, rekayasa lalu lintas juga menjadi perhatian penting. Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya menghimbau para pengguna jalan dan pengendara kendaraan bermotor yang hendak melintasi kawasan Kemayoran agar mencari jalur alternatif. Langkah ini bertujuan untuk menghindari potensi kemacetan panjang akibat kepadatan massa dan kendaraan taktis di sekitar lokasi kegiatan.
Pengamanan ketat ini mencerminkan komitmen aparat dalam menjamin kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum sekaligus memastikan situasi keamanan di Ibu Kota tetap kondusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Editor: Abuzar Samad
