Rizky Ridho, Sang Kapten Serba Bisa yang Jadi Kunci Kebangkitan Persija Jakarta
Inforiau – 31 Oktober 2026 | Nama Rizky Ridho kembali menjadi sorotan dalam perjalanan Persija Jakarta di Super League 2026/2027. Kapten Macan Kemayoran itu bukan hanya tampil sebagai bek tengah tangguh, tetapi juga menjelma gelandang bertahan yang mampu mengubah arah permainan tim. Transformasi peran Rizky Ridho di bawah asuhan Shin Tae-yong menjadi salah satu cerita paling menarik musim ini, terutama setelah ia menjadi penentu kemenangan 2-1 atas Persik Kediri di Jakarta International Stadium (JIS), Senin (26/10/2026).
Perubahan taktik Shin Tae-yong dengan menerapkan skema empat bek sejajar membuka ruang baru bagi Rizky Ridho. Duet Radovan Pankov dan Denis Kolinger mengawal jantung pertahanan, sementara sang kapten bergerak ke lini tengah. Peran barunya menuntut kemampuan membaca situasi, menjaga distribusi bola, serta memutus alur serangan lawan. Adaptasi cepat pun ditunjukkan pemain berusia 24 tahun tersebut tanpa rasa canggung.
“Tentunya ketika saya ditunjuk main gelandang, ya saya pelajari juga gelandang-gelandang di Eropa bagaimana cara mainnya agar sesuai dengan keinginan Coach Shin,” ujar Rizky Ridho.
Fleksibilitas itu terbukti dari laga melawan Persik Kediri. Turun dari bangku cadangan di awal babak kedua menggantikan Fabio Calonego, Rizky Ridho langsung memberikan dampak besar. Sempat tertinggal lebih dulu lewat gol Imanol Garcia pada menit ke-10, Persija bangkit setelah turun minum. Denis Kolinger menyamakan skor pada menit ke-64 melalui sundulan meneruskan tendangan bebas Rayhan Hannan, lalu lima menit berselang Rizky Ridho mencetak gol penentu kemenangan lewat sepakan kaki kanan setelah menerima umpan lambung Kolinger.
Kemenangan tersebut membuat Persija kokoh di puncak klasemen sementara dengan koleksi 18 poin dari tujuh pertandingan, unggul empat poin atas Dewa United FC yang mengekor di posisi kedua dengan 14 poin. Atas penampilan impresifnya, Rizky Ridho dinobatkan sebagai Player of the Week Super League 2026-2027 untuk pekan ketujuh versi Skor.id.
Shin Tae-yong menegaskan bahwa penempatan Rizky Ridho sebagai gelandang bukanlah eksperimen tanpa perhitungan. Menurutnya, sang pemain memiliki kemampuan serba bisa di lini pertahanan dan fleksibilitas yang dibutuhkan tim.
“Yang saya nilai adalah karena dia pemain serba bisa di lini pertahanan. Di mana pun dia bisa mengeluarkan kemampuan yang dimilikinya dan memberikan yang terbaik,” ucap Shin Tae-yong. “Terkadang dia bisa menjadi stopper, terkadang bisa menjadi pemain bertahan. Saya menggunakan dan mengandalkan cara ini agar selalu bisa disesuaikan dengan kebutuhan seluruh tim.”
Mentalitas juara juga ditunjukkan Rizky Ridho. Ia mengungkapkan instruksi Shin Tae-yong di ruang ganti yang menekankan agar Persija tidak sampai kalah di kandang sendiri.
“Kami tahu kami bermain di kandang. Kami juga tidak ingin kalah di hadapan suporter sendiri. Di ruang ganti, Coach memberikan instruksi agar kami tidak sampai kalah di kandang. Jadi, kami harus bekerja lebih keras lagi,” kata Ridho.
Meski berhasil mengamankan tiga poin, Rizky Ridho menyampaikan permohonan maaf kepada Jakmania karena kondisi lapangan JIS dinilainya menghambat kedua tim menampilkan permainan terbaik. Ia juga memberikan respek kepada Persik Kediri yang dinilainya memiliki kualitas permainan kombinasi bagus.
Menjelang laga krusial melawan Dewa United di Banten International Stadium, Sabtu (31/10/2026) pukul 19.00 WIB, peran Rizky Ridho semakin vital. Persija dipastikan kehilangan Denis Kolinger yang menjalani sanksi akumulasi kartu kuning. Absennya bek asal Kroasia itu membuat Shin Tae-yong harus meracik kombinasi lini belakang baru, dan fleksibilitas Rizky Ridho menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan antarlini. Pertandingan ini menjadi momentum bagi Macan Kemayoran untuk memperlebar jarak dari tuan rumah yang mengekor di posisi kedua.
Dengan performa apik dan mentalitas pantang menyerah, Rizky Ridho membuktikan diri sebagai sosok penting bagi Persija Jakarta. Kemampuannya beradaptasi di berbagai posisi, ditambah kontribusi gol di momen krusial, menjadikannya aset berharga dalam perburuan gelar Super League 2026/2027. Jika konsistensi ini terjaga, bukan tidak mungkin Macan Kemayoran kembali mengangkat trofi juara di akhir musim.
Editor: Abuzar Samad
