Roberto De Zerbi Bongkar Rahasia Kebangkitan Tottenham: Liburan Marbella hingga Ancaman 'Gol Stupid'
Inforiau – 02 November 2026 | Pelatih Tottenham Hotspur, Roberto De Zerbi, akhirnya membuka kartu soal rahasia di balik kebangkitan timnya di Premier League musim ini. Roberto De Zerbi menilai keberhasilan Spurs memetik tiga kemenangan beruntun untuk pertama kalinya dalam 616 hari bukanlah kebetulan, melainkan buah dari perubahan mental dan kolektivitas skuad yang kini benar-benar menyatu sebagai sebuah tim.
Kemenangan 2-0 atas Crystal Palace pada Sabtu lalu menjadi bukti nyata tren positif tersebut. Gol pembuka Archie Gray pada menit ke-25 lewat sundulan kepalanya disambut euforia para pemain pengganti di pinggir lapangan, sebuah pemandangan yang menurut Roberto De Zerbi menunjukkan betapa eratnya ikatan antar pemain di ruang ganti saat ini.
Marbella Jadi Titik Balik
De Zerbi secara terbuka menyebut agenda pemusatan latihan di Marbella, Spanyol, sebagai katalis perubahan. Sebelum jeda internasional, Tottenham memang kerap tampil apik di banyak fase pertandingan, namun gagal menuai hasil maksimal. Masalah klasik pun muncul: tidak mencetak gol, kebobolan gol konyol, lalu kehilangan energi dan semangat bertanding.
“Sebelum jeda internasional, kami memainkan banyak babak dengan baik tetapi tidak mencetak gol. Kami kebobolan gol konyol lalu kehilangan energi dan spirit,” ujar Roberto De Zerbi, seperti dikutip dari ESPN. “Jika dibandingkan Tottenham sebelum dan sesudah jeda internasional, sekarang kami bermain sebagai sebuah tim. Sebelumnya kami bermain sebagai banyak pemain bagus, tetapi bukan sebagai tim.”
Pernyataan tersebut menjadi kunci penting. De Zerbi menyebut para pemainnya kini berhenti melakukan hal-hal “stupid” yang sebelumnya kerap merusak momentum tim, mulai dari kesalahan elementer di lini belakang hingga hilangnya konsentrasi di momen krusial.
Investasi Rp7,9 Triliun Mulai Berbuah
Kebangkitan ini tak lepas dari belanja besar yang dilakukan pemilik mayoritas keluarga Lewis pada bursa transfer musim panas lalu. Sebanyak 10 pemain baru didatangkan dengan total nilai mencapai 380 juta poundsterling atau sekitar Rp7,9 triliun. Roberto De Zerbi mengakui proses adaptasi skuad baru tidak instan, tetapi hasilnya kini mulai terlihat.
Perubahan gaya bermain juga tampak jelas dalam pengambilan keputusan taktis. Pada laga melawan Palace, De Zerbi memilih Omar Marmoush sebagai penyerang lubang di belakang Dominic Solanke, sebelum memasukkan Conor Gallagher di babak kedua. James Maddison yang sempat diragukan karena cedera saat menghadapi Chelsea harus puas duduk di bangku cadangan sepanjang laga.
“Hanya soal kondisi fisik. Yang jelas, James sangat penting bagi kami. Ketika dia merasa baik, dia bermain,” tegas De Zerbi kepada Sky Sports. Ia juga menegaskan bahwa Marmoush dan Solanke bisa bermain bersama lantaran Marmoush sepanjang kariernya terbiasa berduet dengan penyerang lain.
Kabar Baik dari Ruang Perawatan
Di tengah tren positif, Tottenham juga menerima kabar menggembirakan terkait pemulihan pemain. Roberto De Zerbi mengungkapkan bahwa Wilson Odobert kemungkinan besar baru bisa kembali berlatih pada Januari, hampir setahun setelah winger asal Prancis itu mengalami cedera ligamentum anterior lutut kiri saat melawan Newcastle United pada Februari.
“Setelah Desember. Setelah Natal. Menurut saya Januari. Ini hal yang luar biasa bagi kami,” ujar De Zerbi dalam wawancara bersama SPURSPLAY. Meski begitu, ia belum memberikan tanggal pasti untuk kembalinya Odobert ke kompetisi, mengingat pemain berusia 21 tahun itu butuh waktu membangun kebugaran setelah absen panjang.
Pekerjaan Rumah di Bursa Transfer
Meski performa mulai menanjak, Tottenham masih dihadapkan pada persoalan kedalaman skuad. Posisi bek kanan menjadi sorotan karena Pedro Porro belum pernah menjadi starter dalam tiga laga terakhir akibat masalah hamstring, sehingga Archie Gray terpaksa diplot di posisi yang bukan spesialisasinya.
Laporan terbaru menyebut Spurs tertarik merekrut bek kanan Villarreal, Alexander Freeman, yang tampil impresif bersama Amerika Serikat di Piala Dunia 2026 di bawah asuhan Mauricio Pochettino. Namun Tottenham harus bersaing dengan Manchester City untuk mendapatkan pemain berusia 22 tahun itu, yang nilai pasarnya diperkirakan mencapai 12,5 juta poundsterling.
Menariknya, Gray sendiri tampil mengesankan saat mengisi posisi bek kanan. Pemain berusia 20 tahun itu telah menjadi starter di posisi tersebut pada sembilan kesempatan musim ini. De Zerbi menariknya keluar pada babak kedua laga melawan Palace semata-mata untuk meminimalkan risiko kartu merah setelah Gray menerima kartu kuning pada menit ke-15.
Langkah Berikutnya
Dengan sembilan poin dari tiga laga terakhir, Tottenham perlahan mulai merangsek ke papan atas Premier League. Bagi Roberto De Zerbi, tantangan terbesar kini adalah menjaga konsistensi dan memastikan skuad tetap sehat di tengah jadwal padat. Kembalinya sejumlah pemain dari cedera serta potensi tambahan amunisi di bursa transfer Januari akan menjadi faktor penentu apakah kebangkitan ini bersifat sementara atau menjadi fondasi jangka panjang.
Yang pasti, De Zerbi telah membuktikan bahwa perubahan budaya tim tidak selalu lahir dari taktik rumit, melainkan dari kemampuan menyatukan sekumpulan pemain bintang menjadi satu kesatuan yang utuh. Jika Tottenham mampu mempertahankan momentum ini, bukan tidak mungkin target besar yang dicanangkan manajemen musim ini akan terwujud.
Editor: Sukri Mustakim
