Saat Asap Mengepung Rasman Berteriak Memperingatkan Rekannya, Kisah Petugas Damkar Karhutla Riau
Inforiau – 23 Oktober 2026 | PEKANBARU — Saat Asap Mengepung Rasman Berteriak Memperingatkan Rekannya menjadi momen yang tak pernah lekang dari ingatannya. Lebih dari satu dekade bekerja sebagai petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan, pria berusia 35 tahun itu telah menghadapi berbagai situasi berbahaya. Salah satu yang paling membekas adalah ketika perubahan arah angin secara tiba-tiba membuat asap tebal bergerak menuju lokasi tempat ia dan rekan-rekannya bekerja.
Peristiwa itu terjadi ketika Rasman bersama timnya tengah melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Kondisi yang semula memungkinkan tim bekerja berubah drastis dalam hitungan menit. Asap yang semakin pekat membatasi pandangan dan mengancam keselamatan seluruh anggota tim di lapangan.
Tanpa ragu, Rasman segera bergerak mengejar rekan-rekannya sambil berteriak memperingatkan mereka agar menyelamatkan diri. Dalam situasi seperti itu, keterlambatan mengambil keputusan dapat berbahaya bagi keselamatan petugas. “Saya dan tim terkepung asap tebal karena perubahan arah angin. Demi keselamatan, saya segera berlari mengejar kawan-kawan sambil berteriak agar segera menyelamatkan diri,” tutur Rasman.
Pengalaman yang Membentuk Kewaspadaan
Peristiwa Saat Asap Mengepung Rasman Berteriak Memperingatkan Rekannya menjadi salah satu pengalaman yang membekas bagi Rasman, anggota Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT Arara Abadi, salah satu unit usaha APP Group di Riau. Sejak bergabung pada 2013, ia telah menghadapi berbagai kondisi lapangan hingga kemudian dipercaya menjadi bagian dari Tim Reaksi Cepat (TRC).
Bekerja sebagai petugas pemadam karhutla selama lebih dari satu dekade membuat Rasman memahami bahwa setiap kebakaran memiliki tantangan berbeda. Kondisi cuaca, arah angin, medan, dan ketebalan asap dapat berubah sewaktu-waktu. Karena itu, pengalaman panjang sekalipun tidak membuat pekerjaan tersebut terbebas dari risiko.
Bagi Rasman, pekerjaan pemadaman bukan sekadar mengarahkan air ke titik api. Petugas juga harus memperhatikan kondisi sekitar, menjaga koordinasi antarrekan, serta memastikan bahwa upaya mengendalikan kebakaran tidak justru membahayakan keselamatan anggota tim. Momen Saat Asap Mengepung Rasman Berteriak Memperingatkan Rekannya menjadi pengingat bahwa perubahan arah angin dapat membuat situasi di lapangan berkembang dengan cepat.
Tanggung Jawab Anggota Tim Reaksi Cepat
Sebagai anggota Tim Reaksi Cepat, Rasman juga harus siap menghadapi penugasan yang datang sewaktu-waktu. Kebakaran tidak selalu terjadi di lokasi yang mudah dijangkau, sementara proses penanganannya dapat berlangsung berhari-hari, bahkan lebih lama, bergantung pada kondisi lapangan.
Ada kalanya penugasan dilakukan jauh dari permukiman sehingga petugas menghadapi keterbatasan jaringan telekomunikasi. Dalam keadaan seperti itu, komunikasi dengan keluarga menjadi sulit, terutama ketika pekerjaan belum memungkinkan mereka meninggalkan lokasi pemadaman. Pengalaman panjang tersebut membuat Rasman semakin memahami pentingnya kewaspadaan dan kerja sama tim.
Baginya, keberhasilan pemadaman tidak cukup hanya dilihat dari api yang berhasil dikendalikan, tetapi juga dari kemampuan seluruh petugas menyelesaikan pekerjaan dengan selamat. Kisah Saat Asap Mengepung Rasman Berteriak Memperingatkan Rekannya pun menjadi cermin bagaimana keselamatan tim harus selalu menjadi prioritas utama di tengah situasi yang penuh ketidakpastian.
Keluarga yang Memahami Risiko
Di luar pekerjaannya sebagai anggota RPK, Rasman merupakan seorang suami dan ayah. Di rumah, Siti Nuraminah (35), istrinya, telah lama memahami bahwa pekerjaan tersebut mengharuskan Rasman siap menerima penugasan kapan saja. Sejak sebelum menikah, Nuraminah sudah mengetahui bahwa Rasman bekerja sebagai petugas pemadam kebakaran perusahaan.
Namun, pemahaman itu tidak serta-merta menghilangkan kekhawatiran. Terlebih ketika Rasman berada di lokasi yang sulit mendapatkan sinyal dan keluarga tidak dapat mengetahui secara langsung bagaimana kondisinya. Nuraminah pernah mengalami keadaan ketika suaminya harus berangkat mendadak untuk menjalankan tugas pemadaman. Saat itu, anak-anak mereka masih kecil dan membutuhkan perhatian orang tua.
Ia kemudian tinggal sementara bersama anak-anak di rumah orang tuanya di Muara Pajar, Pekanbaru, agar mendapat pendampingan keluarga selama Rasman bertugas. Bagi Nuraminah, menjalani kehidupan keluarga dengan pekerjaan suami yang penuh risiko membutuhkan pengertian dan kesiapan menghadapi berbagai keadaan.
Meski demikian, ia merasa bangga terhadap pekerjaan suaminya. Menurut Nuraminah, upaya memadamkan kebakaran tidak hanya berkaitan dengan tanggung jawab pekerjaan, tetapi juga memiliki manfaat bagi masyarakat karena dapat membantu mencegah meluasnya kebakaran dan dampak kabut asap. “Bagi saya, itu adalah bagian dari ibadah, karena memadamkan karhutla agar tidak menimbulkan kabut asap adalah bagian dari ibadah,” ungkap Nuraminah.
Keselamatan yang Bermakna bagi Keluarga
Dukungan keluarga menjadi bagian penting dalam kehidupan Rasman. Di satu sisi, ia harus menjalankan tanggung jawab sebagai petugas yang bekerja menghadapi berbagai risiko. Di sisi lain, ada istri dan anak-anak yang membutuhkan kehadirannya di rumah. Situasi tersebut membuat keselamatan bukan hanya persoalan pribadi, karena setiap keputusan yang diambil di lapangan juga memiliki arti bagi keluarga yang menunggu kepulangannya.
Setelah lebih dari satu dekade menjadi anggota RPK, Rasman telah melewati berbagai penugasan yang mengharuskannya bekerja jauh dari keluarga. Pengalaman tersebut membentuk pemahamannya mengenai tanggung jawab, kerja sama, dan pentingnya saling menjaga di tengah situasi berbahaya. Peristiwa Saat Asap Mengepung Rasman Berteriak Memperingatkan Rekannya akan selalu menjadi pengingat untuk tetap waspada terhadap perubahan kondisi dan memperhatikan keselamatan rekan-rekan yang bekerja bersamanya.
Bagi Nuraminah, dukungan kepada suami tidak berarti mengabaikan rasa khawatir. Ia memahami pekerjaan Rasman dan menghargai tanggung jawab yang dijalankannya, tetapi tetap berharap setiap penugasan berakhir dengan baik.
Pada akhirnya, kisah Saat Asap Mengepung Rasman Berteriak Memperingatkan Rekannya mengajarkan bahwa di balik setiap misi pemadaman karhutla, ada nyawa petugas dan keluarga yang menanti kepulangan. Api yang berhasil dipadamkan memang menjadi bagian dari tanggung jawab pekerjaan, namun memastikan rekan-rekan selamat dan bisa kembali berkumpul bersama keluarga adalah hal yang tidak kalah penting. Keselamatan seluruh anggota tim harus senantiasa menjadi prioritas dalam setiap operasi di lapangan.
