Sah! dr. Asep Surya Atmaja Resmi Pimpin Bekasi, Targetkan 2027 Bebas Jalan Bolong dan Berobat Gratis
Inforiau – 24 Oktober 2026 | Kabar penting datang dari Kabupaten Bekasi. dr. Asep Surya Atmaja resmi dilantik sebagai Bupati Bekasi definitif untuk sisa masa jabatan 2025–2030 oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, di Aula Bale Gede Gedung Pakuan, Kota Bandung, pada Jumat (23/10/2026). Pelantikan Asep Surya Atmaja ini menindaklanjuti Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 100.2.1.3-3282 yang ditandatangani Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, sekaligus mengakhiri masa jabatannya sebagai Wakil Bupati Bekasi.
Estafet kepemimpinan ini diambil setelah adanya keputusan hukum berkekuatan tetap terhadap Ade Kuswara Kunang. Dengan demikian, Asep Surya Atmaja kini memikul tanggung jawab penuh memastikan kesinambungan pelayanan publik di salah satu daerah dengan potensi ekonomi terbesar di Jawa Barat tersebut.
Pesan Tegas Gubernur: Fokus Kerja, Jangan Campur Urusan Bisnis
Dalam momen pelantikan, Gubernur Dedi Mulyadi langsung menitipkan sejumlah pekerjaan prioritas. Ia meminta Asep Surya Atmaja menetapkan target yang jelas, terutama dalam percepatan perbaikan infrastruktur jalan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
“Targetkan Bupati Bekasi, tahun 2027 tidak boleh ada lagi jalan bolong di Bekasi. 2027 tidak boleh lagi ada sekolah jelek di Bekasi,” tegas Gubernur Dedi.
Tak hanya soal infrastruktur, KDM juga mengingatkan sang bupati agar tidak mencampuradukkan urusan pemerintahan dengan kepentingan bisnis pribadi. “Bupati fokus saja pada pekerjaan. Saya yakin gaji bapak sudah cukup,” ujarnya. Ia pun menekankan pentingnya transparansi lelang proyek serta optimalisasi anggaran daerah.
Latar Belakang Dokter Jadi Modal Utama
Sebagai politisi Partai Buruh yang berlatar belakang dokter, Asep Surya Atmaja dinilai memiliki modal besar untuk memahami kebutuhan layanan medis masyarakat. Gubernur Dedi mendorong agar layanan kesehatan menjadi prioritas utama, termasuk menghadirkan dokter keluarga di setiap desa dan kelurahan.
“Bupatinya dokter, harus fokus peningkatan layanan kesehatan, sama coba bisa sediakan dokter keluarga di setiap desa dan kelurahan. Kalau warga sakit dijemput ambulans itu biasa. Warga yang sakit dirujuk itu biasa. Tapi orang miskin ada dokter datang ke rumah, mengobati seperti punya dokter pribadi, itu baru luar biasa,” kata Gubernur Dedi.
Ia menilai program dokter keluarga dapat diwujudkan melalui perekrutan dokter kontrak oleh Pemerintah Kabupaten untuk ditempatkan di desa dan kelurahan, aktif mendatangi warga kurang mampu. “Rumah sakit harus lebih baik, layanan puskesmas juga harus lebih baik,” imbuhnya.
Berobat Gratis Mulai 2027 Jadi Andalan
Menjawab arahan tersebut, Asep Surya Atmaja menegaskan komitmennya memprioritaskan layanan kesehatan gratis dan pembangunan infrastruktur. Ia bertekad melanjutkan program pembangunan yang telah berjalan, termasuk visi Kabupaten Bekasi Bangkit, Maju dan Sejahtera.
“Alhamdulillah, hari ini saya sudah dilantik sebagai Bupati Bekasi definitif. Saya akan melanjutkan program-program Pak Ade Kuswara Kunang dengan tagline Bangkit, Maju dan Sejahtera. Tetapi, ada skala prioritas, di antaranya kesehatan dan infrastruktur,” ujar Asep usai dilantik.
Sebagai seorang dokter, Asep Surya Atmaja menargetkan agar tidak ada lagi warga yang kesulitan mendapatkan pengobatan karena persoalan biaya. Ia ingin mengoptimalkan kepesertaan BPJS Kesehatan dan Kartu Indonesia Sehat (KIS).
“Kedepan, kemungkinan mulai 2027, saya ingin tidak ada lagi pasien atau masyarakat yang sakit harus membayar. Saya ingin semuanya ter-cover oleh BPJS atau Kartu Indonesia Sehat,” tegasnya.
Untuk merealisasikan target tersebut, Pemkab Bekasi akan mempercepat upaya agar Kabupaten Bekasi kembali berstatus Universal Health Coverage (UHC) Prioritas. “Insyaallah bulan depan kita akan menjadi UHC Prioritas. Jadi, siapa pun yang sakit harus bisa langsung mendapatkan layanan melalui BPJS. Kemarin kita belum berstatus prioritas, sekarang saya akan berupaya agar bulan depan bisa menjadi prioritas,” katanya.
Target Penyerapan Anggaran 97 Persen
Tak hanya soal program, jajaran perangkat daerah Kabupaten Bekasi menyanggupi target penyerapan anggaran hingga 97 persen. Hal ini menjadi sinyal positif bahwa roda pemerintahan di bawah kepemimpinan Asep Surya Atmaja bergerak cepat mengejar berbagai target pembangunan.
Gubernur Dedi juga menekankan bahwa Kabupaten Bekasi memiliki potensi ekonomi dan pendapatan daerah yang besar. Potensi itu harus tercermin dalam kualitas pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, serta kesejahteraan masyarakat, terutama warga asli Bekasi yang belum merasakan manfaat optimal dari pertumbuhan ekonomi daerah.
“Untuk itu, hari ini saya minta Pak dr. Asep memfokuskan Bekasi dari sisi layanan kesehatan. Kenapa? Karena mayoritas warga yang harus mendapat perhatian Pak dr. Asep adalah warga asli Kabupaten Bekasi yang tersisih, karena gagal dalam meraih pergulatan ekonomi,” ujarnya.
Dengan deretan agenda prioritas tersebut, publik Kabupaten Bekasi kini menantikan gebrakan nyata. Kepemimpinan Asep Surya Atmaja akan diuji apakah mampu membawa perubahan signifikan, mulai dari jalan mulus tanpa lubang, sekolah yang layak, hingga warga miskin yang bisa berobat tanpa memikirkan biaya. Semua mata kini tertuju pada langkah awal sang bupati baru.
