Senne Lammens Jadi Kambing Hitam, Manchester United Hancur 0-3 di Old Trafford dan Carrick di Ujung Tanduk
Inforiau – 26 Oktober 2026 | Kiper Senne Lammens kembali menjadi sorotan tajam setelah Manchester United menelan kekalahan memalukan 0-3 dari Bournemouth di Old Trafford pada lanjutan Premier League. Blunder Senne Lammens pada gol ketiga membuat kemarahan pendukung tumpah ruah, di tengah tekanan yang kian berat terhadap pelatih kepala Michael Carrick. Kekalahan ini memperpanjang tren buruk Setan Merah dan menempatkan mereka di posisi ke-16 klasemen dengan hanya tujuh poin dari delapan pertandingan.
Laga berjalan dengan skenario yang nyaris sempurna bagi tim tamu. Bournemouth membuka keunggulan pada menit ke-38 lewat sepakan Rayan, sebelum Marcus Tavernier menggandakan skor jelang turun minum setelah memanfaatkan kesalahan Leny Yoro di lini belakang. United sempat tampil lebih agresif di awal babak kedua, namun malapetaka datang pada menit ke-71 ketika Evanilson melewati Senne Lammens yang keluar dari sarangnya secara keliru, lalu melepaskan tembakan melengkung dari sudut sempit untuk menutup pesta gol Bournemouth.
Keputusan Carrick mencoret kapten Bruno Fernandes dari starting eleven menjadi pilihan paling kontroversial. Fernandes sebelumnya mengkritik staf pelatih usai kekalahan di kompetisi Eropa, dan absennya sang playmaker membuat United kehilangan kreativitas meski menguasai bola hingga 62 persen. Statistik expected goals (xG) justru mempermalukan tuan rumah, dengan Bournemouth mencatat 2,24 berbanding hanya 0,61 milik United.
Penampilan Senne Lammens mendapat sorotan khusus. Kiper asal Belgia itu sebenarnya sempat melakukan penyelamatan penting dari jarak dekat pada menit ke-50, tetapi blunder fatalnya pada gol Evanilson menodai seluruh penampilannya. Sejumlah pengamat memberi nilai rendah, dengan satu penilaian hanya memberikan angka 3 dari 10. Di media sosial, pendukung United melampiaskan kekecewaan, menyebut Senne Lammens bersama Harry Maguire dan Lisandro Martinez sebagai biang keladi kekalahan.
Meski begitu, ironisnya sebagian suporter di stadion tetap menyanyikan nama Carrick sebagai bentuk dukungan. Namun tekanan publik dan internal kini berada di titik kritis. Laporan menyebutkan keputusan besar mengenai masa depan sang pelatih berusia 45 tahun itu akan segera diambil, terlebih United kini tak meraih kemenangan dalam tujuh laga beruntun dan baru menang dua kali dari 11 pertandingan di semua kompetisi.
Berikut ringkasan performa sejumlah pemain kunci United dalam laga tersebut:
- Senne Lammens – 3/10: Blunder fatal pada gol ketiga Evanilson.
- Leny Yoro – 3/10: Terpeleset di momen krusial yang berujung gol kedua Bournemouth.
- Harry Maguire – 3/10: Lambat mengantisipasi kecepatan lawan dan gagal mengorganisasi lini belakang.
- Ayden Heaven – 2/10: Kehilangan bola berulang kali dan memberi peluang dari pelanggaran ceroboh.
- Diogo Dalot – 5/10: Salah satu dari sedikit pemain yang berusaha membangun serangan.
Krisis di Old Trafford kini bukan sekadar soal hasil, melainkan soal identitas permainan. Carrick dinilai gagal membangun taktik yang jelas, sementara para pemain seperti Senne Lammens terus menjadi bulan-bulanan kritik. Bournemouth sendiri layak mendapat pujian setelah meraih dua kemenangan besar beruntun, termasuk atas AC Milan di kompetisi Eropa sebelumnya.
Dengan jadwal yang kian padat, United dituntut segera bangkit. Jika tren negatif berlanjut, bukan tidak mungkin Senne Lammens dan rekan-rekannya harus menghadapi musim yang jauh lebih berat dari perkiraan. Bagi Carrick, pertandingan berikutnya bisa menjadi penentu terakhir nasibnya di kursi pelatih Manchester United.
