Sergio Castel Kembali Berpacu, Persik Kediri Pede Tantang Persija di JIS Malam Ini
Inforiau – 26 Oktober 2026 | Nama Sergio Castel kembali menjadi sorotan menjelang laga besar Persik Kediri melawan Persija Jakarta dalam lanjutan pekan kedelapan BRI Super League 2026/2027 di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, Senin malam, 26 Oktober 2026. Striker asal Spanyol itu masuk dalam susunan sebelas pertama Macan Putih yang diumumkan jelang kick-off pukul 19.00 WIB, menandai kepercayaan penuh pelatih Marcos Reina terhadap ketajamannya di lini depan.
Keputusan menurunkan Sergio Castel sejak awal bukan tanpa alasan. Pemain yang sempat menepi karena cedera tersebut telah pulih dan kembali mendapat menit bermain dalam tiga pertandingan terakhir. Catatan menunjukkan ia tampil 12 menit saat Persik menjamu Madura United, 22 menit melawan Persib Bandung, dan 24 menit ketika berjumpa PSS Sleman. Total 58 menit itu menjadi sinyal bahwa kondisi fisiknya kian mendekati performa terbaik.
Di laga kontra Persija, Sergio Castel akan berduet dengan Ernesto Gomez di lini serang. Keduanya diplot sebagai ujung tombak dalam formasi yang mengandalkan kecepatan dan pergerakan tanpa bola. Sementara itu, gelandang asal Spanyol Imanol Garcia dipercaya menjadi tembok pertama yang menghadang gempuran tuan rumah, didukung Eduardo Barbosa, Zanadin Fariz, serta kapten Francisco Pereira Carneiro di lini belakang.
Dari kubu Persija, tuan rumah menurunkan kekuatan terbaiknya. Nadeo Argawinata berdiri di bawah mistar, dengan Radovan Pankov dan Denis Kolinger sebagai andalan di jantung pertahanan. Nama Alexander Jeremejeff menjadi ancaman utama Macan Putih setelah mencatatkan enam gol dalam enam penampilan. Menariknya, Rizky Ridho dan Pratama Arhan hanya tercantum di bangku cadangan, begitu pula Jordi Amat dan Ivan Mamut.
Imanol Garcia mengaku timnya siap berkompetisi melawan Persija. Menurutnya, kemenangan atas PSS Sleman menjadi modal berharga untuk menantang Macan Kemayoran di JIS. “Kami siap untuk berkompetisi dengan mereka. Saya akan mencoba menunjukkan performa terbaik saya,” ujarnya. Ia pun menegaskan timnya akan tetap bermain menekan dan menjaga fokus, termasuk mengawal ketat pergerakan Jeremejeff.
Kembalinya Sergio Castel ke starting XI membuka peluang terciptanya duet maut yang selama ini dinanti publik Kediri. Rekan setimnya, Jose Enrique, secara terbuka berharap bisa bertandem dengan Sergio Castel di lini depan. “Saya siap main dengan siapa saja. Ya, saya pribadi senang jika di pertandingan berikutnya bisa tandem dengan Sergio Castel. Nanti pelatih Marcos Reina yang memutuskannya,” kata Enrique.
Meski demikian, Marcos Reina memilih bersabar. Ia menegaskan bahwa duet dua penyerang Spanyol itu akan diturunkan pada momen yang tepat. “Sabar. Tunggu saja. Waktunya pasti akan tiba. Mereka akan diturunkan pada momen yang tepat,” ujar Reina. Hingga pekan keenam, Enrique memang selalu menjadi pilihan pertama di starting XI, sementara Sergio Castel lebih sering masuk dari bangku cadangan.
Ikatan emosional Sergio Castel dengan sepak bola Indonesia juga terlihat dari kedekatannya dengan mantan klubnya, Persib Bandung. Pemain yang memperkuat Persib pada musim Super League 2025/2026 dan membantu mengangkat trofi juara itu tetap mendoakan Maung Bandung sukses di ACL Two dan Shopee Cup. “Kalah saat lawan kami saja, semoga lainnya terus menang,” ungkapnya penuh rasa bangga.
Laga di JIS malam ini menjadi ujian sesungguhnya bagi Persik Kediri. Dengan modal kemenangan atas PSS Sleman serta kembalinya ketajaman Sergio Castel, Macan Putih berpeluang memberi kejutan di kandang Macan Kemayoran. Sebaliknya, Persija yang diperkuat Jeremejeff tentu tak ingin kehilangan poin di hadapan pendukung sendiri. Pertarungan dua gaya menyerang ini diprediksi berlangsung sengit hingga peluit akhir.
Terlepas dari hasil akhir, kehadiran Sergio Castel sebagai starter menambah dimensi baru bagi lini depan Persik Kediri. Jika mampu memanfaatkan peluang, bukan tidak mungkin namanya kembali mencuat sebagai salah satu striker paling berbahaya di BRI Super League musim ini, sekaligus membuktikan bahwa kesabaran Marcos Reina dalam meracik komposisi tim membuahkan hasil.
