Shayne Pattynama Terasing di Persija: Dari Timnas hingga Bangku Cadangan, Apa Penyebabnya?
Inforiau – 05 November 2026 | Nasib Shayne Pattynama di Persija Jakarta terus menjadi sorotan publik setelah bek sayap kiri berusia 28 tahun tersebut belum mendapatkan kesempatan bermain di bawah arahan pelatih Shin Tae-yong. Situasi ini semakin memicu pertanyaan dari para pendukung Macan Kemayoran tentang keputusan teknis yang diambil oleh tim pelatih.
Pattynama sempat menjadi harapan saat bergabung kembali dengan Persija Jakarta setelah setengah musim membela Buriram United di Thailand. Namun, kenyataannya jauh berbeda dari ekspektasi. Sepanjang delapan pertandingan Super League 2026/2027, pemain yang pernah menempuh sekolah sepak bola di FC Utrecht ini bahkan belum pernah masuk dalam daftar susunan pemain (DSP) untuk kompetisi domestik.
Momentum untuk Pattynama seharusnya datang saat Persija menghadapi PSMS Medan pada laga perdana I League Cup, Selasa (3 November 2026). Meski Shin Tae-yong menandatangani komitmen akan merotasi skuad untuk kompetisi tersebut, Pattynama tetap tidak mendapat kesempatan bermain. Bahkan, foto yang beredar menunjukkan Pattynama berlari-lari sendiri di lapangan setelah pertandingan berakhir imbang 1-1, sementara pemain lainnya sudah meninggalkan lapangan.
Paradoks terbesar adalah posisi Pattynama di Timnas Indonesia. Pemain ini dipercaya sebagai algojo penalti dalam final FIFA ASEAN Cup 2026 dan mendapat kesempatan bermain hingga empat kali di ASEAN Championship. Namun, kepercayaan tersebut tidak tercermin dalam penampilan klubnya.
Shin Tae-yong menjelaskan bahwa keputusan tidak memainkan Pattynama murni berdasarkan kebutuhan taktis tim. Persaingan dengan Dony Tri Pamungkas di posisi bek kiri menjadi salah satu faktor utama. Meski demikian, penjelasan ini memicu kontroversi di media sosial, dengan sejumlah suporter menyinggung istilah “anak emas pelatih” dalam konteks pemilihan pemain.
Jika situasi ini terus berlanjut hingga akhir tahun, Pattynama berpotensi mengajukan permohonan pinjaman ke klub lain untuk mendapatkan menit bermain yang layak. Kontraknya bersama Persija masih berlaku hingga Juni 2028, namun kesempatan bermain yang minim dapat berdampak pada performa dan kepercayaan diri pemain muda berbakat tersebut.
