Inforiau – 08 November 2026 | Isu Shin Tae-yong kecewa dengan lapangan JIS meski Persija menang menjadi sorotan utama setelah pertandingan terbaru tim berjuluk Macan Kemayoran itu. Pelatih Kepala Persija Jakarta tersebut menilai kualitas permukaan lapangan Jakarta International Stadium belum berada pada level yang diharapkan, kendati timnya berhasil mengamankan tiga poin. Kekecewaan itu disampaikan secara terbuka sebagai bentuk evaluasi, bukan untuk mengurangi apresiasi terhadap hasil pertandingan.
Kualitas lapangan jadi perhatian
JIS dikenal sebagai stadion modern dengan fasilitas berkelas. Namun, penilaian pelatih menunjukkan bahwa kemegahan bangunan tidak selalu berbanding lurus dengan kesiapan rumput. Perawatan rutin, drainase, kepadatan permukaan, dan jadwal penggunaan stadion perlu dievaluasi agar kualitas lapangan konsisten. Persija dan pengelola stadion diharapkan segera berkoordinasi untuk mencari solusi.
Kemenangan tetap bernilai
Meski menyoroti lapangan, Shin Tae-yong tetap mengapresiasi kerja keras pemain. Kemenangan Persija menjadi modal penting untuk menjaga momentum dan kepercayaan diri. Namun, evaluasi fasilitas tidak boleh diabaikan karena berdampak jangka panjang. Pelatih ingin timnya bisa tampil optimal di lapangan yang memenuhi standar, baik saat bermain di kandang maupun dalam laga penting lainnya.
Bagi Persija, kritik ini sebaiknya dijadikan masukan konstruktif. Kualitas lapangan yang lebih baik akan membantu pemain mengembangkan permainan sesuai instruksi pelatih. Dukungan manajemen, pengelola stadion, dan pihak terkait diperlukan agar JIS benar-benar menjadi markas yang representatif. Hasil pertandingan memang penting, tetapi fondasi kompetisi yang sehat juga harus dijaga.
Dengan demikian, Shin Tae-yong kecewa dengan lapangan JIS meski Persija menang bukan sekadar keluhan setelah laga. Pernyataan itu menjadi pengingat bahwa standar pertandingan mencakup kualitas lapangan, keselamatan pemain, dan kenyamanan penonton. Persija perlu menjaga keseimbangan antara meraih hasil dan memastikan fasilitas pendukung terus dibenahi.
Editor: Ahmad Syafwan
