Stephen Curry Buka Rahasia: Penglihatan Hampir Rusak, tapi Tetap Jadi Penembak Terbaik NBA
Inforiau – 22 Oktober 2026 | Bagi penggemar bola basket, nama Stephen Curry selalu identik dengan tembakan tiga angka jarak jauh yang memukau. Namun siapa sangka, di balik kehebatan sang bintang Golden State Warriors itu, tersimpan kisah mengejutkan tentang kondisi mata yang mengancam penglihatannya. Stephen Curry baru-baru ini mengungkap fakta mengejutkan bahwa selama bertahun-tahun ia bermain dengan penglihatan yang tidak normal.
Dalam sebuah wawancara di The Stephen A. Smith Show, Stephen Curry mengungkap bahwa dirinya mengidap keratoconus, sebuah kondisi mata di mana kornea menipis dan berubah menjadi bentuk kerucut yang tidak beraturan. Kondisi ini mendistorsi cahaya yang masuk ke mata sehingga menyebabkan penglihatan kabur, gambar terdistorsi, astigmatisme, serta sensitivitas terhadap cahaya.
Semua bermula sekitar delapan tahun lalu ketika Bob Myers, yang saat itu menjabat sebagai manajer umum Warriors, mengiriminya pesan singkat saat menyaksikan pertandingan tandang. Myers bertanya mengapa Stephen Curry terus menyipitkan mata selama pertandingan dan apakah ia benar-benar bisa melihat. “Itu pertama kalinya ada orang yang menanyakan hal itu kepada saya, karena memang begitulah cara saya melihat dunia,” ujar Curry mengenang.
Stephen Curry mengaku sempat bingung dengan kondisinya. Ia merasa ada yang tidak beres dengan penglihatannya, tetapi tidak tahu apa artinya. Setelah melakukan pemeriksaan, ia baru mengetahui bahwa dirinya mengidap keratoconus, kondisi progresif yang berpotensi mengancam penglihatan. Diagnosis itu datang pada 2018, dan sejak saat itu ia menjalani serangkaian perawatan.
Berprestasi Meski dengan Penglihatan Terbatas
Yang membuat kisah ini begitu luar biasa adalah fakta bahwa Stephen Curry meraih dua gelar MVP berturut-turut pada 2015 dan 2016, beberapa tahun sebelum ia menerima perawatan medis untuk matanya. Artinya, ia menorehkan prestasi puncak di liga basket terbaik dunia sambil berjuang melawan kondisi yang bisa saja menghambat kariernya.
“Leluconnya adalah selama ini saya tidak bisa melihat dengan jelas. Tapi untungnya saya mendapat perawatan sejak 2018, dan sejak itu saya berada di jalur yang baik,” kata Stephen Curry. Ia menyebut kasusnya tergolong ringan dan kini mengandalkan lensa kontak korektif, pemeriksaan mata rutin setiap enam bulan, serta rencana perawatan berkelanjutan.
Keratoconus sendiri tidak selalu berujung pada kebutaan. Tingkat keparahan dan perkembangannya berbeda pada setiap penderita. Bagi Stephen Curry, penanganan yang tepat membuatnya tetap bisa tampil trengginas di lapangan hingga kini.
Beban Berat di Musim ke-18
Kini di usia 38 tahun, Stephen Curry bersiap menjalani musim ke-18 bersama Golden State Warriors. Timnya akan menghadapi tantangan berat karena kehilangan sejumlah pemain kunci seperti Jimmy Butler dan Kristaps Porzingis. Kondisi ini membuat Warriors kemungkinan besar kembali bergantung pada Stephen Curry sebagai motor serangan.
Pada laga pembuka melawan Los Angeles Lakers, Stephen Curry yang sempat bermasalah dengan pergelangan kaki tetap diturunkan dan mencatat 23 poin dalam 21 menit. Ia tampil agresif dengan 12 dari 19 tembakan masuk, meski timnya harus mengakui keunggulan Lakers yang diperkuat duet Luka Doncic dan Walker Kessler dengan total 54 poin.
Keputusan Curry untuk tetap bermain tentu menjadi kabar baik. Pelatih kepala Steve Kerr sebelumnya menyatakan tidak ada kekhawatiran besar terkait kondisi pergelangan kaki sang bintang. Meski begitu, manajemen beban menit bermain akan menjadi kunci agar Stephen Curry tetap bugar sepanjang musim.
Soal LeBron dan Masa Depan
Di luar urusan lapangan, Stephen Curry juga buka suara soal keputusan LeBron James yang memilih bergabung dengan Philadelphia 76ers. Curry mengaku sempat berharap LeBron bergabung dengan Warriors. “Kami sempat melayangkan tawaran kepadanya. Ada hari-hari ketika saya merasa dia akan datang, ada juga hari ketika tidak,” ujarnya kepada ESPN.
Meski duet impian itu tak terwujud, Stephen Curry tetap fokus pada tujuannya mengantar Warriors bersaing di wilayah Barat. Kontrak perpanjangan dua tahun senilai 116 juta dolar AS yang disepakatinya menjadi bukti kesetiaannya pada satu-satunya klub yang ia bela sepanjang karier NBA-nya.
Kisah Stephen Curry menjadi pengingat bahwa di balik kesuksesan besar sering kali tersimpan perjuangan yang tak terlihat. Kemampuannya bangkit dari keterbatasan penglihatan hingga menjadi salah satu penembak terhebat sepanjang sejarah NBA membuktikan ketangguhan dan dedikasinya. Kini, dengan kondisi mata yang tertangani dan semangat yang tetap membara, Stephen Curry siap melanjutkan warisan besarnya di dunia bola basket.
Penulis: Abuzar Samad
Editor: Sukri Mustakim
