Stephen Curry Meledak 44 Poin, Warriors Bangkit Usai Start Buruk di NBA
Inforiau – 29 Oktober 2026 | Golden State warriors akhirnya menemukan ritme permainan mereka. Setelah mengawali musim dengan tiga kekalahan beruntun, tim asuhan Steve Kerr itu kini meraih dua kemenangan beruntun, dan nama Stephen Curry kembali menjadi sorotan utama di panggung NBA. Superstar berusia 38 tahun tersebut tampil luar biasa dengan mencetak 44 poin saat warriors menundukkan Minnesota Timberwolves 119-114 di Target Center, Minneapolis, Rabu malam waktu setempat.
Penampilan Curry malam itu tercatat sebagai performa terbaiknya musim ini. Ia menutup pertandingan dengan 44 poin melalui 11 dari 27 tembakan lapangan, 6 dari 16 tembakan tiga angka, serta sempurna 16 dari 16 dari garis lempar bebas. Selain mencetak angka, Curry juga menyumbang delapan rebound, enam assist, dan dua steal dalam 32 menit bermain. Ini menjadi laga pertama Curry melewati 30 poin sepanjang musim 2026-2027, sekaligus torehan poin tertingginya sejak 14 Desember 2025.
Agresivitas yang Berbeda
Menariknya, gaya bermain Curry dalam laga ini sangat kontras dengan pertandingan sebelumnya. Saat warriors mengalahkan Denver Nuggets 134-114, Curry tampil efisien dengan 24 poin tanpa satu pun tembakan meleset, yakni 8 dari 8 dari lapangan dan 3 dari 3 dari luar busur. Namun melawan Timberwolves, ia jauh lebih agresif dalam mencari tembakan. Meski akurasi tembakannya tidak sebaik sebelumnya, Curry cerdik memanfaatkan peluang di garis lempar bebas untuk mengumpulkan poin.
Momen paling menentukan terjadi di kuarter kedua. Dalam rentang dua menit, Curry mencetak 12 poin beruntun bagi warriors, termasuk tiga tembakan tiga angka dan satu floater melengkung tinggi yang membuat pertahanan Timberwolves kewalahan. Rentetan itu menjadi pukulan telak yang membangun keunggulan Golden State hingga 23 poin di awal kuarter ketiga.
Semangat Juang di Usia 38 Tahun
Yang tak kalah mengesankan adalah etos kerja Curry. Dengan sisa waktu 8 menit 2 detik di kuarter ketiga, bola melesat ke arah baseline. Tanpa ragu, Curry yang memiliki riwayat cedera lutut itu menjatuhkan diri ke lantai demi menyelamatkan bola agar tetap di dalam lapangan. Upayanya gagal, dan ia sempat dikelilingi pelatih serta rekan setim yang khawatir. Namun Curry langsung bangkit berdiri, memberi sinyal bahwa ia baik-baik saja.
Semangat tersebut menular ke seluruh skuad. Rookie Yaxel Lendeborg, yang menjadi bintang saat melawan Nuggets dengan 31 poin, 12 rebound, dan enam assist, kembali menunjukkan kualitasnya sebagai pendukung Curry. Brandin Podziemski juga tampil solid dengan 18 poin, tujuh rebound, dan lima assist pada laga sebelumnya, memperlihatkan kedalaman skuad warriors yang mulai terbentuk.
Timberwolves dalam Tekanan
Di kubu tuan rumah, Minnesota Timberwolves kembali menelan hasil pahit setelah sebelumnya kalah 127-125 dari Cleveland Cavaliers di babak perpanjangan waktu. Anthony Edwards tampil heroik dengan 47 poin melalui 19 dari 33 tembakan, ditambah empat rebound, empat assist, dan dua blok, namun belum cukup membawa timnya menang. Jaden McDaniels dan Terrence Shannon Jr. masing-masing mencetak 14 poin, sementara Joan Beringer menambah 12 poin dan tujuh rebound.
Timberwolves sempat memimpin 60-50 di paruh waktu pada laga melawan Cavaliers, tetapi gagal mempertahankan keunggulan. Pola serupa nyaris terulang melawan warriors, ketika Minnesota berusaha bangkit di kuarter keempat namun tetap tak mampu membendung ketajaman Curry di momen-momen krusial.
Jadwal dan Sorotan Berikutnya
Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Golden State untuk membangun konsistensi setelah start buruk. Berikut sejumlah catatan kunci dari performa terbaru warriors:
- Curry mencetak 44 poin dengan 16 dari 16 lempar bebas, menunjukkan ketenangan di garis.
- Ia memimpin tim dalam rebound (delapan) bersama rekan setimnya.
- Curry mencatat multiple steal untuk ketiga kalinya dalam empat laga musim reguler.
- Golden State menembak 54,1 persen dari lapangan dan mencetak 22 tembakan tiga angka saat melawan Denver.
Dengan kombinasi ketajaman Curry, kontribusi rookie Lendeborg, serta peran Podziemski, warriors perlahan menunjukkan bahwa mereka masih layak diperhitungkan di wilayah Barat yang kompetitif. Pertanyaan besarnya kini adalah apakah tim ini mampu mempertahankan momentum dan menghindari inkonsistensi yang sempat mewarnai awal musim mereka.
Bagi Curry sendiri, laga melawan Timberwolves menjadi pengingat bahwa usia hanyalah angka. Di usianya yang menginjak 38 tahun dan dengan kondisi lutut yang tak sepenuhnya prima, ia masih mampu mendominasi pertandingan melawan salah satu kontender Wilayah Barat. Kombinasi tembakan mematikan, kecerdasan membaca permainan, dan semangat juang yang tak pernah padam menjadikan Curry sosok sentral dalam kebangkitan warriors musim ini.
