Suparman Bidik Pembenahan KONI Riau, Cabor Terabaikan Jadi Fokus
Inforiau – 08 November 2026 | Suparman Bidik Pembenahan KONI Riau Soroti Cabor yang Selama Ini Terabaikan menjadi agenda utama dalam kontestasi pemilihan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Riau. Mantan Ketua DPRD Riau sekaligus mantan Bupati Rokan Hulu itu menegaskan, persoalan mendasar organisasi harus dibongkar sebelum merumuskan kebijakan pembinaan olahraga.
Suparman mengklaim telah mengantongi dukungan delapan KONI kabupaten/kota dan 25 cabang olahraga. Dukungan tersebut, menurutnya, menjadi modal untuk mengevaluasi kondisi internal KONI Riau secara menyeluruh. Ia tidak ingin pembenahan berhenti sebagai slogan kepemimpinan.
Langkah pertama yang akan ditempuh jika terpilih adalah mengidentifikasi masalah organisasi. Evaluasi akan melibatkan para ketua cabang olahraga agar kebutuhan pembinaan atlet terpetakan lebih akurat. “Visi dan misi kami tentunya mengurai masalah KONI sebelumnya. Setelah kita urai, tentu kita akan menemukan permasalahan-permasalahan,” ujarnya.
Suparman juga menyoroti cabor yang selama ini belum tersentuh pembinaan memadai. Menurutnya, setiap cabang memiliki potensi dan kebutuhan berbeda, sehingga pola pembinaan harus disusun proporsional. Ia menilai Riau memiliki kekuatan ekonomi dan dunia usaha yang dapat dilibatkan untuk memperkuat pembinaan. “Banyak cabang olahraga ini belum tersentuh oleh pembinaan-pembinaan. Riau banyak uang, dunia usaha banyak, kenapa takut?” katanya.
Ia berharap perusahaan tidak hanya melihat olahraga dari sisi bisnis, tetapi juga tanggung jawab sosial untuk mendukung lahirnya atlet berprestasi. Jika dipercaya memimpin, Suparman berjanji menunjukkan kerja nyata. “Doakan saya terpilih menjadi Ketua KONI. Saya hanya akan mempertontonkan bukti, bukan janji,” tegasnya.
Namun, tantangan tidak berhenti pada pergantian kepemimpinan. Janji pemerataan pembinaan perlu diterjemahkan ke dalam kebijakan konkret, termasuk transparansi distribusi anggaran, evaluasi program, dan kepastian dukungan bagi cabor yang selama ini merasa terabaikan. Ukuran keberhasilan KONI bukan sekadar besarnya anggaran, melainkan sejauh mana pembinaan berjalan merata dan melahirkan atlet berprestasi yang membawa nama Riau di tingkat nasional maupun internasional.
Editor: Ahmad Syafwan
