TKA Kemendikdasmen 2026: 1,6 Juta Murid Tuntaskan Gelombang I, Integritas Jadi Sorotan
Inforiau – 02 November 2026 | Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026 memasuki babak penting. Portal informasi resmi tka kemendikdasmen go id menjadi rujukan utama bagi murid, guru, dan orang tua yang ingin memantau perkembangan asesmen nasional ini. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat sebanyak 1.601.449 murid jenjang SMA/MA/SMK dan sederajat telah menuntaskan Gelombang I TKA yang berakhir pada Sabtu, 31 Oktober 2026.
Angka tersebut menjadi penanda bahwa TKA kini menjadi instrumen penting dalam pemetaan mutu pendidikan nasional. Melalui kanal tka kemendikdasmen go id, publik dapat mengakses berbagai informasi terkait jadwal, tata tertib, hingga penjelasan mengenai tujuan asesmen yang digagas sebagai bahan evaluasi pembelajaran, bukan penentu kelulusan.
Sesi Khusus Menjawab Kendala Teknis
Di balik kelancaran pelaksanaan, terdapat kendala teknis yang terjadi pada Gelombang I Hari Kedua Sesi 1. Menindaklanjuti hal tersebut, Kemendikdasmen menyelenggarakan sesi khusus pada Jumat, 30 Oktober 2026, sesuai Surat Edaran Mendikdasmen Nomor 22 Tahun 2026. Sesi tambahan ini diikuti oleh 530.930 murid atau sekitar 33 persen dari total peserta gelombang pertama.
Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), Toni Toharudin, menegaskan bahwa pihaknya telah berupaya memastikan seluruh murid memperoleh kesempatan yang setara untuk mengikuti asesmen. “Kami mengajak seluruh murid untuk mengikuti TKA dengan jujur dan gembira. Kerjakan soal secara mandiri, percaya pada kemampuan diri sendiri, dan jadikan hasilnya sebagai bahan refleksi untuk terus belajar dan berkembang,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta.
Ia menambahkan bahwa TKA bukan sesuatu yang perlu ditakuti, melainkan kesempatan untuk mengenali capaian belajar masing-masing murid. Pesan ini sejalan dengan prinsip asesmen yang berorientasi pada perbaikan, bukan sekadar angka.
Integritas dan Kejujuran Jadi Prioritas
Usai gelombang pertama, Kemendikdasmen mengimbau pentingnya integritas dan kejujuran dalam pelaksanaan asesmen. Inspektur Jenderal Kemendikdasmen, Faisal Syahrul, mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan indikasi dugaan pelanggaran selama pemantauan. Sebagian besar laporan tindak kecurangan datang dari media sosial, dan tim telah menurunkan pemeriksaan lebih lanjut terhadap sejumlah nama yang diduga kuat terlibat.
Imbauan serupa juga disampaikan melalui informasi yang dipublikasikan di tka kemendikdasmen go id, agar peserta memahami bahwa kejujuran merupakan bagian tak terpisahkan dari proses belajar. Hasil TKA diharapkan memberikan gambaran objektif mengenai capaian akademik murid sehingga dapat dimanfaatkan satuan pendidikan, pendidik, dan orang tua untuk merumuskan langkah perbaikan pembelajaran.
Jadwal Gelombang II dan Ujian Susulan
Bagi murid yang belum mengikuti asesmen, Kemendikdasmen telah menyiapkan jadwal Gelombang II yang berlangsung pada 2-5 November 2026. Selain itu, terdapat pekan khusus pada 31 Oktober-1 November dan 7-8 November 2026. Berikut rincian jadwalnya:
- Gelombang II: Senin, 2 November hingga Kamis, 5 November 2026
- Pekan Khusus 1: Sabtu-Minggu, 31 Oktober-1 November 2026
- Pekan Khusus 2: Sabtu-Minggu, 7-8 November 2026
Setiap hari pelaksanaan dibagi ke dalam tiga sesi, dengan pengaturan waktu yang berbeda pada hari ketiga dan keempat. Murid diimbau memeriksa jadwal masing-masing melalui kanal resmi tka kemendikdasmen go id agar tidak tertinggal informasi.
Bagian dari Transformasi Pendidikan Nasional
TKA merupakan salah satu instrumen dalam rangkaian transformasi pendidikan yang dijalankan Kemendikdasmen di bawah kepemimpinan Menteri Abdul Mu’ti. Selain asesmen, kementerian mempercepat revitalisasi sekolah, memperluas digitalisasi pembelajaran, serta meningkatkan kualitas dan kesejahteraan guru. Hingga kini, lebih dari 55.000 satuan pendidikan telah direvitalisasi dan lebih dari 288.865 papan interaktif digital (IFP) telah didistribusikan ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.
Melalui pendekatan 3K—kualifikasi, kompetensi, dan kesejahteraan—pemerintah juga memberikan kesempatan bagi lebih dari 200.000 guru untuk melanjutkan pendidikan melalui Rekognisi Pembelajaran Lampau, serta menaikkan tunjangan sertifikasi guru non-ASN dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan.
Masyarakat yang ingin menyampaikan pengaduan atau memperoleh informasi lebih lanjut terkait layanan Kemendikdasmen dapat menghubungi Unit Layanan Terpadu (ULT) melalui laman resmi ult.kemendikdasmen.go.id.
Dengan pelaksanaan TKA yang berintegritas, Kemendikdasmen berharap asesmen ini benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas pembelajaran. Keberhasilan transformasi pendidikan pada akhirnya bergantung pada komitmen seluruh ekosistem pendidikan untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas diri, sejalan dengan pesan Mendikdasmen agar murid dan guru sama-sama menjadi pembelajar sepanjang hayat.
