Toney Jadi Pembeda, Al-Ahli Saudi Tundukkan Al-Gharafa 2-1 di King Abdullah Sports City
Inforiau – 27 Oktober 2026 | Laga al-ahli saudi vs al-gharafa pada putaran ketiga AFC Champions League Elite 2026-2027 di King Abdullah Sports City, Jeddah, berakhir dengan kemenangan dramatis tuan rumah 2-1. Kemenangan ini mengangkat koleksi poin Al-Ahli menjadi tujuh angka dan untuk sementara menempatkan mereka di posisi kedua klasemen, sementara Al-Gharafa masih terpuruk tanpa poin di peringkat ketiga belas.
Duel al-ahli saudi vs al-gharafa sejatinya sudah memberi sinyal cepat bagi sang juara bertahan. Baru empat menit pertandingan berjalan, Ivan Toney membuka keunggulan Al-Ahli lewat penyelesaian dingin di depan gawang. Gol cepat itu sontak membangun momentum tuan rumah, yang tampil agresif sejak peluit pertama dibunyikan.
Pelatih Al-Ahli, Marino Pusic, mengaku puas dengan performa anak asuhnya. Ia menilai timnya layak meraih kemenangan setelah mengendalikan jalannya pertandingan sejak awal. Meski demikian, Pusic menyoroti sejumlah peluang yang gagal dikonversi menjadi gol di babak pertama, sehingga hasil akhir tidak bisa dipastikan lebih cepat.
Al-Gharafa bukan tanpa perlawanan. Tim asal Qatar itu bangkit di babak kedua dan menyamakan kedudukan melalui Florinel Coman pada menit ke-53. Gol tersebut sempat mengubah jalannya pertandingan, dengan kedua tim bergantian menguasai bola dan menciptakan peluang.
Titik balik laga al-ahli saudi vs al-gharafa terjadi pada menit ke-77. Bek Al-Gharafa, Seydou Sano, menerima kartu kuning kedua dan harus meninggalkan lapangan. Bermain dengan sepuluh pemain, Al-Gharafa kian tertekan dan kesulitan menahan gelombang serangan tuan rumah.
Keunggulan jumlah pemain akhirnya dimanfaatkan Al-Ahli. Pada menit ke-86, Matheus Goncalves mencetak gol kemenangan sekaligus memastikan tiga poin penuh bagi tim Jeddah. Gol tersebut membuat Goncalves dinobatkan sebagai man of the match.
Usai pertandingan, Goncalves menyampaikan rasa syukurnya. Ia menegaskan bahwa fokus utama Al-Ahli bukan sekadar memuncaki klasemen, melainkan lolos ke babak berikutnya dengan kualitas yang baik agar bisa memanfaatkan laga kandang di fase selanjutnya.
Dari kubu Al-Gharafa, pelatih Pedro Martinez menilai timnya tampil kompetitif, terutama di babak kedua. Ia menganggap kartu merah Sano sebagai titik balik yang berujung pada gol kedua Al-Ahli. Martinez juga menyoroti masuknya Yacine Brahimi yang sempat menciptakan sejumlah peluang, namun gagal dimaksimalkan. Ia menegaskan perlunya peningkatan efisiensi serangan pada laga-laga berikutnya.
Menariknya, jelang laga al-ahli saudi vs al-gharafa, Al-Ahli mendapat suntikan tenaga dengan pulihnya kiper Edouard Mendy dan winger Wanderson Galeno yang telah mengikuti sesi latihan penuh. Kendati demikian, Pusic baru memastikan keputusan menurunkan keduanya beberapa jam sebelum kick-off. Di sisi lain, Al-Ahli masih kehilangan Merih Demiral, Saleh Abu Al Shamat, dan Nayef Masoud yang menjalani rehabilitasi cedera.
Pusic juga mengakui tantangan jadwal padat dan lawan-lawan kuat di berbagai kompetisi. Ia menilai kemenangan ini sangat penting pada fase saat ini, sembari mengakui timnya belum mencapai level yang diinginkan. Bagi Al-Ahli, konsistensi menjadi kunci untuk menjaga peluang di kompetisi elite Asia.
Dengan hasil ini, laga al-ahli saudi vs al-gharafa menjadi bukti bahwa kedalaman skuad dan ketenangan di momen krusial masih menjadi senjata utama sang juara bertahan. Al-Ahli akan berusaha melanjutkan tren positif, sementara Al-Gharafa dituntut segera bangkit dari keterpurukan.
Editor: Apriyanto
