Udinese Dihajar Roma 0-4 di Bluenergy Stadium, Gasperini Bawa Giallorossi Pesta Gol
Inforiau – 01 November 2026 | Laga pekan ke-10 Serie A antara udinese dan AS Roma di Bluenergy Stadium berakhir dengan skor telak 0-4 untuk kemenangan tim tamu. Roma tampil dominan sejak awal pertandingan dan berhasil mencetak empat gol di babak pertama, memaksa udinese menelan kekalahan pahit di hadapan pendukung sendiri. Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Giallorossi yang tengah menjalani jadwal padat sebelum bertolak ke Manchester untuk laga Eropa.
Pelatih Roma, Gian Piero Gasperini, memutuskan untuk melakukan rotasi terukur tanpa mengorbankan kualitas. Meski masih diterpa badai cedera, ia menurunkan formasi 3-4-2-1 dengan Gollini di bawah mistar, trio Ghilardi, Ndicka, dan Hermoso di lini belakang, serta Molina, De Roon, Cristante, dan Wesley di tengah. Duet Soulé dan Mora mendukung Malen sebagai ujung tombak. Keputusan Gasperini untuk tidak memulangkan tim ke Roma dan langsung terbang ke Manchester dari Udine terbukti tepat, karena para pemain tampil lepas dan efisien.
Di kubu tuan rumah, Kosta Runjaic tetap dipercaya meski udinese menorehkan enam kekalahan beruntun sebelum laga ini. Ia menurunkan Okoye di posisi kiper, dengan Abankwah, Kabasele, dan Palma mengisi lini pertahanan. Vojvoda, Karlstrom, Miller, dan Kamara mengisi sektor tengah, sementara Zaniolo dan Ekkelenkamp bermain di belakang Davis. Sayangnya, formasi 3-4-2-1 yang diusung Runjaic tak mampu membendung gelombang serangan Roma. Miller menjadi pemain pertama yang menerima kartu kuning, menandakan tekanan yang terus mengalir ke pertahanan udinese.
Babak pertama menjadi panggung bagi Roma. Empat gol tercipta sebelum turun minum, dengan kontribusi assist dari Wesley dan Cristante serta aksi cemerlang Soulé. Permainan cepat dan pressing ketat membuat udinese kesulitan mengembangkan permainan. Para pendukung tuan rumah dibuat terdiam ketika gawang Okoye bergetar berkali-kali. Keunggulan empat gol ini praktis mengunci tiga poin bagi Roma, sekaligus menjaga asa mereka untuk terus menempel papan atas klasemen di tengah persaingan ketat dengan Inter dan Lazio.
Bagi udinese, kekalahan ini memperpanjang tren buruk mereka. Meski sempat mencuri satu poin di markas Parma, harapan untuk bangkit di hadapan publik sendiri harus pupus oleh ketajaman lini serang Roma. Runjaic dihadapkan pada tugas berat untuk membangkitkan mental bertanding para pemain, terutama menghadapi jadwal berikutnya yang tak kalah menantang. Kekalahan telak ini juga menjadi sorotan, mengingat musim lalu udinese sempat menyulitkan Roma di kandang sendiri.
Kemenangan 0-4 ini memberikan dampak signifikan bagi Roma dalam perburuan posisi puncak. Dengan tambahan tiga poin, mereka terus menempel ketat pemuncak klasemen dan menjaga momentum positif sebelum melakoni laga penting di Eropa. Gasperini pun disebut puas dengan performa anak asuhnya yang mampu menampilkan permainan atraktif meski dengan skuad terbatas. Sementara itu, bagi udinese, hasil ini menjadi alarm bahwa perbaikan menyeluruh di semua lini mutlak diperlukan jika ingin keluar dari zona merah.
Secara keseluruhan, pertandingan di Bluenergy Stadium menjadi bukti kelas Roma di bawah arahan Gasperini. Rotasi yang dilakukan tidak mengurangi kekuatan tim, justru menunjukkan kedalaman skuad yang mumpuni. Di sisi lain, udinese harus segera berbenah dan mencari solusi atas rentetan hasil negatif. Liga masih panjang, namun kekalahan telak di kandang sendiri tentu menjadi pukulan moral yang harus segera diatasi oleh Runjaic dan seluruh elemen tim.
