Usia 90 Tahun Masih Adu Otot di Panggung Dunia, Toshisuke Kanazawa Bongkar Rahasia Tubuh Bugar Tanpa Pernah Sakit
Inforiau – 02 November 2026 | Di usia yang bagi banyak orang identik dengan masa beristirahat, toshisuke kanazawa justru memilih berdiri di bawah sorotan lampu panggung, memamerkan otot-otot yang masih terlatih di hadapan pesaing yang puluhan tahun lebih muda. Binaragawan asal Jepang itu menjadi pusat perhatian saat tampil dalam IFBB World Fitness Championships yang digelar di Santa Susanna, kawasan pesisir Costa del Maresme, Spanyol, pada Jumat, 30 Oktober 2026.
Prihatin yang kini berusia 90 tahun tersebut turun di kategori masters untuk atlet berusia 50 tahun ke atas, sebuah kelas yang dihuni para pesaing yang jauh lebih muda. Kehadirannya bukan sekadar kejutan, melainkan bukti hidup bahwa batas usia yang selama ini diyakini banyak orang ternyata bisa ditantang.
Persiapan Layaknya Binaragawan Muda
Di balik panggung, toshisuke kanazawa menjalani ritual yang tak jauh berbeda dari para kompetitor lain. Ia melakukan pemanasan bersama tim pendukungnya, lalu mengaplikasikan cairan penggelap kulit atau competition tanning spray sebelum naik ke panggung. Langkah tersebut penting untuk mempertegas bentuk dan definisi otot ketika tubuh diterpa cahaya lampu pertandingan yang menyorot setiap lekuk tubuh.
Penampilannya di Spanyol bukanlah yang pertama, namun tetap menjadi magnet perhatian. Banyak yang penasaran bagaimana pria berusia sembilan dekade ini masih mampu mempertahankan massa otot dan kebugaran yang biasanya mulai menurun drastis setelah usia paruh baya.
Rahasia Pola Makan Tradisional Jepang
Kunci kebugaran toshisuke kanazawa ternyata bukan suplemen mahal atau program latihan eksklusif. Ia mengaku sangat disiplin mengatur asupan makanan sejak menginjak usia 50 tahun, periode ketika banyak orang mulai mengurangi aktivitas fisik dan mengabaikan pola makan sehat.
Ia mengandalkan makanan tradisional Jepang yang sederhana, yaitu nasi merah atau beras pecah kulit, natto, dan sup miso. Natto merupakan kedelai fermentasi yang kaya protein nabati, sedangkan miso adalah pasta kedelai fermentasi yang biasa diolah menjadi sup hangat. Kombinasi inilah yang menurutnya menjadi fondasi tubuh kuatnya selama beberapa dekade terakhir.
- Nasi merah: sumber karbohidrat kompleks yang membantu menjaga energi secara stabil.
- Natto: kedelai fermentasi kaya protein nabati dan probiotik.
- Sup miso: pasta kedelai fermentasi yang kaya nutrisi dan baik untuk pencernaan.
“Sejak berusia 50 tahun, saya membangun otot dengan mengonsumsi makanan Jepang, seperti nasi merah, natto, dan sup miso,” ujar toshisuke kanazawa menjelaskan kebiasaan makannya. Ia bahkan mengklaim tidak pernah mengalami sakit sepanjang 90 tahun hidupnya, meski pengalaman tersebut bersifat pribadi dan tidak disertai catatan medis resmi.
Motivasi dan Rencana Masa Depan
Bagi pria kelahiran Jepang ini, binaraga bukan sekadar hobi, melainkan jalan hidup. Ia mengaku menikmati tantangan melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan orang lain. “Saya suka mencoba melakukan hal-hal yang belum pernah dilakukan orang lain, dan yang terpenting saya ingin terus menekuni binaraga sepanjang hidup,” katanya.
Meski tidak berhasil naik podium dalam ajang di Spanyol tersebut, semangat toshisuke kanazawa tidak surut. Ia justru telah menyusun rencana untuk tampil sekali lagi pada usia 93 tahun sebelum akhirnya memutuskan pensiun dari dunia kompetisi. Ia menyadari bahwa seiring bertambahnya usia, kerutan mulai muncul dan di Jepang ada anggapan bahwa kondisi tersebut kurang ideal untuk tampil di panggung.
Namun, ia bertekad melampaui anggapan itu. Menurutnya, begitu seseorang menetapkan tujuan, ia harus membangun kekuatan mental dan tekad untuk mewujudkannya apa pun yang terjadi. Ia berharap kisahnya dapat menginspirasi generasi lanjut usia agar tetap aktif dan berani menantang batas yang selama ini dilekatkan pada usia.
Inspirasi bagi Generasi Lanjut Usia
Kisah toshisuke kanazawa menjadi pengingat bahwa gaya hidup sehat, disiplin, dan tekad kuat dapat memberikan dampak besar terhadap kualitas hidup seseorang. Ia ingin menjadi teladan nyata bahwa usia bukan penghalang untuk tetap bergerak dan berkarya.
“Saya ingin orang-orang bekerja keras seperti yang saya lakukan. Saya percaya jika mereka melakukannya, akan semakin banyak orang seperti saya meskipun usia mereka bertambah. Itulah yang saya harapkan, dan saya ingin menjadi panutan yang baik,” pungkasnya.
Perjalanan seorang binaragawan berusia 90 tahun ini menunjukkan bahwa ketekunan yang dibangun sejak puluhan tahun lalu tidak pernah sia-sia. Dengan pola makan sederhana khas Jepang dan semangat yang tak pernah padam, toshisuke kanazawa membuktikan bahwa tubuh yang bugar dan jiwa yang kuat dapat bertahan jauh melampaui ekspektasi banyak orang.
