Vasco vs Corinthians: Drama Dua Kali Berbalik, Hinestroza Jadi Pahlawan di Menit Akhir
Inforiau – 25 Oktober 2026 | Pertandingan vasco vs corinthians di Stadion São Januário pada Sabtu (24/10) menyajikan salah satu laga paling dramatis di ajang Brasileirão 2026. Vasco da Gama keluar sebagai pemenang dengan skor 3-2 atas Corinthians dalam duel yang penuh liku, dua kali berbalik arah, dan menjadi mimpi buruk bagi pelatih anyar tim tamu, Clarence Seedorf. Kemenangan ini membawa Vasco naik ke posisi ke-13 dengan 38 poin, sementara Corinthians terpuruk di dasar zona degradasi.
Laga vasco vs corinthians berjalan dengan tempo sedang pada babak pertama. Tim tuan rumah membuka keunggulan lewat gol Puma Rodríguez pada menit ke-34 dan nyaris tanpa gangguan hingga turun minum. Namun, situasi berubah drastis setelah jeda. Corinthians yang baru saja diperkuat Seedorf sebagai pelatih tampil jauh lebih agresif dan membalikkan keadaan melalui gol Gustavo Henrique serta Matheus Bidu di awal babak kedua.
Ketika kekalahan tampak di depan mata, Marino Hinestroza muncul sebagai penyelamat. Penyerang asal Kolombia itu mencetak dua gol dalam rentang dua menit, tepatnya pada menit ke-42 dan ke-45 babak kedua, memicu euforia luar biasa di tribun São Januário. Gol-gol tersebut tidak hanya menyelamatkan Vasco dari kekalahan, tetapi juga memperpanjang penderitaan Corinthians yang kini sudah sepuluh pertandingan tanpa kemenangan di liga.
Pelatih Vasco Akui Timnya Kelelahan
Dalam konferensi pers usai pertandingan vasco vs corinthians, pelatih Pedro Emanuel mengungkapkan bahwa timnya tampil di bawah kondisi fisik ideal. Menurutnya, skuad Vasco telah menjalani 23 hari tanpa libur, lengkap dengan jadwal padat dan perjalanan jauh yang menguras tenaga.
“Kami merasakan emosi sepak bola yang sesungguhnya hari ini. Pertandingan yang sangat intens secara emosional bagi kedua tim. Kami sedikit lebih terbebani soal tanggung jawab,” ujar pelatih berkebangsaan Portugal tersebut.
Pedro Emanuel juga menyoroti peran penting para pemain pengganti, termasuk Hinestroza, yang mampu mengubah jalannya pertandingan. Ia mengakui bahwa keputusannya dalam menyusun komposisi pemain terkadang terasa tidak adil bagi sebagian pihak, tetapi hasil akhir membuktikan bahwa rotasi tersebut tepat. “Ini adalah kemenangan ala Vasco,” tegasnya.
Dampak Besar bagi Papan Bawah Klasemen
Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi Corinthians. Berdasarkan data lembaga analisis UFMG, peluang tim Alvinegro untuk terdegradasi melonjak drastis dari 43,1 persen menjadi 62,5 persen setelah laga vasco vs corinthians berakhir. Corinthians kini menempati posisi pertama zona merah dengan 33 poin, tertinggal dua angka dari Internacional yang berada tepat di atas mereka dengan 35 poin.
Berikut gambaran situasi beberapa tim di papan bawah Brasileirão 2026:
| Tim | Poin | Peluang Degradasi |
|---|---|---|
| Chapecoense | — | 99,991% |
| Remo | — | 99,45% |
| Grêmio | — | 80,6% |
| Corinthians | 33 | 62,5% |
| Internacional | 35 | — |
Sementara itu, kemenangan pada laga vasco vs corinthians membuat Vasco mengoleksi 38 poin dan menjauh lima angka dari zona degradasi, meski masih menyisakan satu pertandingan tunda. Hasil ini sekaligus memutus rekor buruk Vasco yang sebelumnya gagal menang dalam enam pertemuan terakhir melawan Corinthians. Ini merupakan kemenangan kedua Vasco dalam 29 pertemuan terakhir dengan sang rival.
Jadwal Berikutnya
Corinthians akan berusaha bangkit saat menjamu Mirassol pada Jumat (30/10) di Neo Química Arena, pukul 20.00 waktu Brasília. Sementara Vasco akan menghadapi ujian berat berupa laga klasik melawan Flamengo pada Kamis (29/10) di Stadion Nilton Santos.
Laga vasco vs corinthians akan dikenang sebagai salah satu pertandingan paling mendebarkan musim ini. Dua kali berbalik arah, aksi heroik pemain pengganti, serta debut pahit seorang pelatih kelas dunia menjadikannya drama sepak bola yang sempurna. Bagi Vasco, tiga poin ini menjadi modal berharga untuk mengamankan posisi di kasta tertinggi. Bagi Corinthians, waktu terus menyempit dan setiap pertandingan kini berubah menjadi laga final untuk mempertahankan eksistensi di Brasileirão.
