Villarreal Tumbang di Kandang: Espanyol Curi Tiga Poin di La Cerámica
Inforiau – 31 Oktober 2026 | Villarreal harus menelan pil pahit di hadapan pendukungnya sendiri. Menjamu Espanyol dalam laga pembuka jornada 11 LaLiga EA Sports di Stadion La Cerámica, Jumat (30/10/2026) malam WIB, tim asuhan Íñigo Pérez kalah 0-1. Gol tunggal Leandro Cabrera pada menit ke-59 menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung sengit tersebut.
Kekalahan ini terasa menyesakkan bagi Villarreal, terutama karena mereka mendominasi jalannya pertandingan. Data statistik menunjukkan tuan rumah menguasai bola hingga 64 persen berbanding 36 persen milik Espanyol. Namun, dominasi penguasaan bola tidak berbanding lurus dengan efektivitas serangan. Villarreal tercatat kesulitan menembus rapatnya pertahanan tim tamu yang dikomandoi Cabrera.
Pelatih Villarreal, Íñigo Pérez, melakukan rotasi cukup besar dengan lima perubahan dibandingkan laga terakhir di Mestalla. Georges Mikautadze dan Alberto Moleiro yang kembali dari absen langsung dimasukkan sejak menit pertama. Di lini belakang, nama Pau Navarro dipercaya mengisi posisi Juan Foyth yang mendadak absen akibat masalah otot. Foyth bersama Alassane Diatta sejatinya sudah masuk dalam rencana, namun keduanya dicoret dari daftar susunan pemain karena cedera otot yang belum diketahui tingkat keparahannya.
“Kami kehilangan Foyth dan Diatta di menit-menit terakhir. Ini situasi yang tidak ideal, tetapi pemain lain harus siap,” ujar Pérez dalam konferensi pers usai laga. Absennya Foyth menjadi pukulan tersendiri mengingat rekam jejak cedera pemain asal Argentina tersebut cukup panjang. Ia baru saja kembali dari cedera yang membuatnya absen sepanjang September lalu.
Sementara itu, kubu Espanyol tampil disiplin di bawah arahan pelatih interim Sergio García. García, yang akan menyerahkan tongkat estafet kepada Eder Sarabia pekan depan, berani menurunkan pemain muda Alejandro Santiago, 19 tahun, sejak awal. Keberanian itu terbayar. Santiago tampil cukup impresif sebelum akhirnya digantikan oleh Jan Peries pada menit ke-77.
Gol kemenangan Espanyol lahir dari situasi bola mati. Leandro Cabrera berhasil memanfaatkan kelengahan lini belakang Villarreal untuk mencetak gol pada menit ke-59. Wasit José María Sánchez sempat mengecek VAR sebelum mengesahkan gol tersebut. Villarreal berusaha keras menyamakan kedudukan. Peluang emas didapat melalui Georges Mikautadze pada menit ke-76, namun sepakan pemain Georgia itu masih melebar dari gawang Fortuño.
Di menit-menit akhir, Pérez mencoba mengubah permainan dengan memasukkan Freeman dan Oluwaseyi menggantikan Pau Navarro dan Tajon Buchanan. Namun, upaya tersebut tetap membuahkan hasil nihil. Espanyol bertahan dengan solid hingga peluit panjang dibunyikan.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Espanyol sebelum era baru bersama Eder Sarabia dimulai. Sarabia sendiri terlihat hadir di tribun La Cerámica untuk menyaksikan langsung calon anak asuhnya. Ia dipastikan akan memimpin tim mulai pekan depan, meski pada laga debutnya melawan Deportivo A Coruña nanti ia masih harus absen dari bangku cadangan karena hukuman akumulasi kartu dari masa jabatannya di Elche.
Bagi Villarreal, kekalahan ini menjadi pukulan telak dalam upaya menembus papan atas klasemen. Konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah utama bagi pasukan Íñigo Pérez. Mereka harus segera bangkit sebelum jeda internasional, terlebih dengan jadwal padat yang menanti.
Dengan hasil ini, Villarreal tertahan di posisi yang kurang menguntungkan, sementara Espanyol meraih tiga poin penting di kandang lawan. Laga jornada 11 LaLiga EA Sports ini akan dikenang sebagai malam di mana tim tamu berhasil membungkam publik La Cerámica lewat pertahanan rapat dan satu gol kemenangan yang efisien.
Editor: Abuzar Samad
