Warga Kecamatan Pangandaran Keluhkan Akses BBM, Pertamina Siap Bangun SPBU Kompak
Inforiau – 31 Oktober 2026 | PANGANDARAN — Persoalan akses bahan bakar minyak (BBM) kembali mencuat di wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Kali ini, keluhan datang dari masyarakat Kecamatan Langkaplancar yang menilai jarak menuju stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) terlalu jauh. Sementara itu, di sisi lain, aparat kepolisian di Kecamatan Pangandaran terus memperketat pengawasan distribusi BBM agar pasokan tetap lancar dan tidak menimbulkan gejolak di tengah masyarakat.
Keluhan warga Langkaplancar disampaikan melalui Aliansi Masyarakat Peduli Langkaplancar (AMPEL) dalam aksi yang digelar di Lapangan Desa Bangunjaya, Rabu (28/10/2026). Massa menyoroti sulitnya menjangkau lembaga penyalur BBM, terutama karena jarak tempuh yang jauh serta kondisi jalan di wilayah tersebut. Bagi warga, kebutuhan energi menjadi persoalan mendasar yang berdampak langsung pada aktivitas sehari-hari, mulai dari transportasi hingga roda perekonomian desa.
Menanggapi aspirasi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) menyatakan telah mencatat keluhan masyarakat dan akan menindaklanjutinya melalui koordinasi dengan sejumlah pihak di daerah. Area Manager Communication, Relations & CSR Regional JBB PT Pertamina Patra Niaga, Reno Fri Daryanto, menegaskan pihaknya memahami kebutuhan masyarakat Langkaplancar terhadap akses energi yang lebih dekat.
“Pertamina Patra Niaga Regional JBB mencatat aspirasi masyarakat Langkaplancar yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Langkaplancar (AMPEL) terkait akses BBM dan jarak SPBU,” ujar Reno dalam keterangannya.
Saat ini, kebutuhan BBM masyarakat Langkaplancar dilayani sejumlah SPBU dan Pertashop di wilayah sekitar. Namun, jarak menuju lembaga penyalur tersebut masih dirasa cukup jauh bagi sebagian warga. SPBU terdekat yang melayani masyarakat Langkaplancar antara lain SPBU 34.46120 Cineam dengan jarak sekitar 22 kilometer, SPBU 34.46315 Kertahayu Pamarican sekitar 27 kilometer, serta SPBU 34.46306 Parigi sekitar 35 kilometer.
Sebagai solusi, Pertamina mulai mengkaji opsi pembangunan SPBU Kompak dengan armada tangki berkapasitas 5 kiloliter (KL). Langkah ini diharapkan mampu mendekatkan akses BBM kepada warga tanpa harus menempuh perjalanan jauh. Kajian tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat yang selama ini mengeluhkan mahalnya biaya distribusi dan lamanya waktu tempuh.
Pengawasan Distribusi BBM di Kecamatan Pangandaran Diperketat
Di sisi lain, jajaran Polsek Pangandaran terus mengintensifkan monitoring ketersediaan BBM di wilayah hukumnya. Panit Opsnal II Reskrim Polsek Pangandaran, Bripka Tomi Yunika, melaksanakan kegiatan monitoring di SPBU Pananjung, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam memastikan pasokan BBM tetap tersedia dan pelayanan kepada konsumen berjalan dengan baik. Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi SPBU serta situasi aktivitas pengisian bahan bakar oleh masyarakat.
Selain memantau ketersediaan BBM, kegiatan ini juga menjadi sarana menjalin komunikasi dan koordinasi dengan pihak pengelola SPBU terkait kondisi pasokan serta kelancaran pelayanan. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya kendala distribusi maupun permasalahan yang dapat mengganggu kebutuhan masyarakat.
Melalui kegiatan monitoring tersebut, Polsek Pangandaran berupaya memastikan situasi di lingkungan SPBU tetap aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran anggota kepolisian di lokasi juga diharapkan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang sedang melakukan pengisian BBM. Komitmen serupa ditegaskan untuk terus melaksanakan pemantauan secara berkala terhadap ketersediaan dan pendistribusian BBM di wilayah Kecamatan Pangandaran.
Tak hanya soal BBM, Polsek Pangandaran juga aktif menjalankan pendekatan humanis kepada masyarakat. Ps. Panit III Samapta Polsek Pangandaran, Aipda H. Iwan Sodikin, S.Pd., melaksanakan kegiatan Subuh Keliling (Subling) di Masjid Al-Furqon, Dusun Karangsari, Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran. Kegiatan itu menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada warga.
Waspada Cuaca Ekstrem di Sejumlah Kecamatan
Di tengah berbagai persoalan tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Jawa Barat pada Jumat, 30 Oktober 2026. Sejumlah daerah berpotensi diguyur hujan lebat disertai petir pada pagi hari, berlaku pukul 09.30 hingga 11.30 WIB, dengan tingkat keparahan kategori sedang.
Ada 18 kecamatan yang diminta waspada, termasuk Kecamatan Pangandaran, Langkaplancar, Cigugur, Kalipucang, Padaherang, Parigi, Sidamulih, dan sejumlah wilayah lainnya. BMKG mengingatkan potensi dampak berupa jarak pandang berkurang, angin kencang, dan banjir lokal. Masyarakat diimbau menunda aktivitas di luar ruangan sampai cuaca mereda serta menghindari berteduh di bawah pohon besar, tiang listrik, maupun papan reklame saat petir menyambar.
Peringatan dini tersebut bersifat sementara (nowcast) dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan atmosfer. Bagi warga Kecamatan Pangandaran yang hendak beraktivitas, termasuk mengisi BBM, disarankan tetap memperhatikan kondisi cuaca agar perjalanan berlangsung aman.
Dengan adanya kajian pembangunan SPBU Kompak oleh Pertamina, pengawasan distribusi BBM oleh Polsek Pangandaran, serta kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem, diharapkan kebutuhan energi masyarakat di Kecamatan Pangandaran dan sekitarnya dapat terpenuhi dengan lebih mudah dan aman. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha energi, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kunci agar persoalan akses BBM di wilayah ini segera menemukan solusi nyata.
