Tanpa Curry dan Green, Rookie Warriors Ini Malah Pecah Telur dengan 37 Poin!
Inforiau – 02 November 2026 | Pertandingan warriors vs clippers di Chase Center, San Francisco, pada Minggu malam waktu setempat, menyajikan cerita yang tak terduga. Tanpa kehadiran bintang utama Stephen Curry dan Draymond Green yang diistirahatkan pada laga pertama dari rangkaian back-to-back, Golden State Warriors justru tampil perkasa dan menaklukkan Los Angeles Clippers dengan skor 124-112. Kemenangan ini menjadi yang keempat secara beruntun bagi Warriors, sekaligus mempertegas kedalaman skuad asuhan Steve Kerr.
Yang menjadi sorotan utama tentu saja penampilan gemilang rookie Yaxel Lendeborg. Pemain berusia 24 tahun itu mencetak rekor poin tertinggi dalam kariernya dengan 37 poin, memimpin tim saat Curry dan Green absen. Lendeborg tampil sebagai fokus utama pertahanan Clippers, namun ia membuktikan diri mampu mengatasi tekanan dengan baik. Ia menjadi rookie Warriors pertama yang mencetak lebih dari 37 poin sejak Eric Paschall pada tahun 2020.
Kepercayaan Kerr Terbayar
Pelatih kepala Steve Kerr mengaku tidak yakin mengapa Lendeborg begitu reseptif terhadap instruksinya. Kerr menduga hal itu berasal dari pengalaman panjang Lendeborg di level perguruan tinggi. Enam tahun bermain bola basket kampus di tiga sekolah berbeda dengan tingkat kompetisi yang beragam telah memberinya pengalaman yang mungkin tidak dimiliki pemain muda yang hanya satu tahun di NCAA. Apa pun alasannya, Lendeborg adalah sosok yang cepat menyerap arahan pelatih.
Datang dari penampilan buruk dengan hanya enam poin dan lima turnover melawan Los Angeles Lakers, Lendeborg langsung bangkit. Ia menunjukkan mentalitas yang kuat dan etos kerja tinggi. Pada babak pertama melawan Clippers, ia sudah mengumpulkan 19 poin, termasuk 3 dari 4 tembakan tiga angka dan 7 dari 8 tembakan lapangan. Statistik itu menjadikannya pencetak poin tertinggi di paruh pertama pertandingan warriors vs clippers tersebut.
Dukungan Veteran dan Rekor Pribadi
Para pemain veteran Warriors, termasuk Gary Payton II, bersorak agar Lendeborg mencapai 40 poin, angka yang dianggap sebagai penanda penampilan mencetak skor yang istimewa. Namun, Lendeborg sendiri mengaku tidak pernah mengejar statistik. “Saya tidak pernah menjadi pemburu statistik seumur hidup saya, jadi menyerah pada tekanan teman-teman seperti yang baru saja saya lakukan sebenarnya adalah kesalahan saya,” ujarnya. “Saya adalah orang yang mencintai bola basket yang etis.” Meski demikian, penampilannya tetap menjadi bukti kualitas dan kesiapan mentalnya.
Kemenangan dalam laga warriors vs clippers ini juga menunjukkan bahwa Warriors memiliki kedalaman skuad yang mumpuni. Tanpa dua pemain inti, mereka tetap mampu mengendalikan permainan. Clippers, yang datang dengan status tim kuat, kesulitan mengatasi agresivitas dan efisiensi tembakan Warriors. Lendeborg menjadi motor serangan, sementara pemain lain seperti Gary Payton II dan rekan-rekan turut memberikan kontribusi penting.
Dampak bagi Warriors dan Clippers
Bagi Warriors, kemenangan ini memperpanjang momentum positif mereka dan memberikan kepercayaan diri tambahan, terutama bagi para pemain muda. Kerr dapat merotasi pemain dengan lebih leluasa tanpa kehilangan daya saing. Sementara itu, bagi Clippers, kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bahwa mereka perlu meningkatkan konsistensi pertahanan, terutama saat menghadapi tim yang kehilangan pemain bintangnya.
Pertandingan warriors vs clippers kali ini akan dikenang sebagai malam kebangkitan Yaxel Lendeborg. Dari pemain yang sempat terpuruk melawan Lakers, ia berubah menjadi pahlawan tak terduga. Dengan performa seperti ini, bukan tidak mungkin Lendeborg akan semakin dipercaya dan menjadi bagian penting dari rotasi Warriors di sisa musim.
Kesimpulannya, absennya Curry dan Green tidak menjadi masalah bagi Warriors berkat penampilan luar biasa dari Lendeborg. Kemenangan 124-112 atas Clippers tidak hanya memperpanjang rekor kemenangan beruntun, tetapi juga membuktikan bahwa Warriors memiliki pemain muda berbakat yang siap bersinar. Laga warriors vs clippers ini menjadi bukti bahwa bola basket adalah permainan tim, dan siapa pun bisa menjadi pahlawan asalkan mendapat kepercayaan dan kesempatan.
Editor: Sukri Mustakim
