Davide Tardozzi Puji Marc Marquez Setinggi Langit, Gelar MotoGP 2026 Menanti di Qatar
Inforiau – 02 November 2026 | Manajer Tim Ducati, Davide Tardozzi, melontarkan pujian luar biasa kepada Marc Marquez usai pembalap asal Spanyol itu mendominasi Grand Prix Malaysia 2026 di Sirkuit Sepang, Minggu (1/11/2026). Menurut Davide Tardozzi, Marquez bukan sekadar pembalap cepat, melainkan salah satu sosok paling penting dalam sejarah Ducati dan MotoGP. Pernyataan itu disampaikan Davide Tardozzi tepat setelah Marquez merebut kemenangan ketujuhnya musim ini dan memperlebar keunggulan di puncak klasemen menjadi 44 poin.
Kemenangan di Sepang menjadi momen krusial bagi Marquez. Pembalap berusia 33 tahun itu memulai balapan dari posisi kedua, namun langsung menyalip peraih pole position sekaligus adiknya, Alex Marquez, saat memasuki Tikungan 1. Alex sempat memberikan perlawanan di Tikungan 4, tetapi Marquez mampu mempertahankan posisi terdepan dan perlahan melepaskan diri hingga finis lebih dari empat detik di depan Pedro Acosta.
Bagi Davide Tardozzi, performa tersebut menunjukkan kecerdasan balap yang jarang dimiliki pembalap lain. Ia menyoroti kemampuan Marquez mengelola ban belakang dengan sempurna, sehingga kecepatannya tetap kompetitif hingga putaran terakhir dari total 20 putaran di Sepang. “Menurut saya, Marc menjalani balapan yang fantastis; dia sangat cerdas sejak awal. Dia cepat dan mampu mengelola ban belakang dengan sempurna,” ujar Davide Tardozzi.
Pujian itu juga disandingkan dengan perbandingan terhadap pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, yang menurut Davide Tardozzi pada akhirnya mengalami sejumlah masalah. Kontras tersebut semakin menegaskan kualitas Marquez dalam membaca situasi balapan, mengatur ritme, dan menjaga konsistensi performa sepanjang lomba.
Peluang Gelar Kedelapan Terbuka Lebar
Dengan koleksi tujuh kemenangan Grand Prix musim ini, Marquez kini berada di ambang gelar juara dunia kelas premier kedelapan dalam kariernya. Seri Qatar pekan depan menjadi peluang pertamanya untuk mengunci titel, asalkan mampu menutup akhir pekan dengan keunggulan 74 poin di klasemen. Dengan tiga seri tersisa, peluang tersebut terbuka lebar bagi pembalap yang kini membela Ducati itu.
Namun, perjalanan menuju Qatar tidak sepenuhnya mulus. Marquez memilih menunda keberangkatannya dan baru akan tiba di Lusail pada Kamis malam, atau setelah konferensi pers pra-balapan usai, sehingga hanya sempat mengikuti sesi latihan pertama pada Jumat. Keputusan itu diambil di tengah ketidakpastian situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.
Ketegangan meningkat setelah Yamaha menyatakan tim dan para pembalapnya tidak akan bertolak ke Qatar. MotoGP merespons dengan pernyataan bahwa pabrikan asal Jepang itu dapat dikenai sanksi olahraga karena tidak berpartisipasi dalam perlombaan. Marquez sendiri enggan berkomentar langsung soal apakah balapan sebaiknya tetap digelar. “Saya memilih untuk tidak berkomentar apa pun,” ujarnya singkat.
Selain Marquez, sejumlah pembalap juga mengambil langkah berbeda. Alex Marquez dipastikan absen di Lusail karena menjalani operasi bahu, sementara Pedro Acosta memilih singgah di Indonesia sebelum melanjutkan perjalanan ke Qatar. Situasi ini menambah dinamika menjelang seri yang bisa menjadi penentu gelar.
Pengaruh Besar bagi Kepercayaan Diri Tim
Di sisi lain, Davide Tardozzi menegaskan bahwa kehadiran Marquez telah mengangkat kepercayaan diri seluruh tim Ducati. Menurutnya, kombinasi pengalaman, insting balap, dan disiplin teknis membuat Marquez menjadi figur yang sangat berharga bagi pabrikan asal Italia tersebut. Pernyataan Davide Tardozzi ini menjadi sinyal kuat bahwa Ducati menaruh harapan besar pada Marquez untuk mengakhiri musim dengan gelar juara.
Dengan keunggulan 44 poin dan performa yang konsisten, Marquez berada di posisi yang sangat menguntungkan. Jika mampu mempertahankan momentum di Qatar, gelar juara dunia MotoGP 2026 akan menjadi penutup manis bagi perjalanan panjangnya, sekaligus membuktikan penilaian Davide Tardozzi bahwa ia memang salah satu pembalap terpenting sepanjang masa.
Editor: Abuzar Samad
