Yaxel Lendeborg Cetak 37 Poin Bersejarah, Warriors Temukan Permata Baru di Tengah Absennya Curry
Inforiau – 02 November 2026 | Nama Yaxel Lendeborg mendadak menjadi perbincangan hangat di jagat NBA setelah rookie berusia 24 tahun itu tampil gemilang dengan mencetak 37 poin saat Golden State Warriors mengalahkan Los Angeles Clippers 124-112. Bermain tanpa Stephen Curry dan Draymond Green yang diistirahatkan, Lendeborg membuktikan diri sebagai sosok yang mampu mengangkat tim di saat kritis.
Pertandingan yang digelar di Chase Center tersebut menjadi panggung bagi Yaxel Lendeborg untuk menunjukkan kualitasnya. Dengan akurasi tembakan 13 dari 19 percobaan (68,4 persen), termasuk 6 dari 11 dari garis tiga poin (54,5 persen), serta 5 dari 6 dari garis lempar bebas, ia mencatatkan rekor pribadi tertinggi sepanjang karier mudanya di NBA. Ia juga menambahkan 4 rebound, 6 assist, dan 1 steal dalam 34 menit bermain.
Rekor Bersejarah di Franchise Warriors
Penampilan gemilang ini menempatkan Lendeborg dalam jajaran elit sejarah Warriors. Hanya dua legenda NBA, Wilt Chamberlain dan Rick Barry, yang mampu mencetak 30 poin lebih dalam dua pertandingan dari tujuh laga pertama mereka bersama Warriors. Selain itu, 37 poin Lendeborg merupakan torehan tertinggi seorang rookie Warriors sejak Stephen Curry mencetak 42 poin melawan Portland Trail Blazers pada 2010 silam.
Pelatih kepala Steve Kerr pun tidak bisa menyembunyikan kekagumannya. “Sungguh luar biasa melihat dampaknya di minggu-minggu awal musim ini. Ini mengubah segalanya. Di malam seperti ini, saat Steph absen, kami mencetak 124 poin, dan Yaxel adalah alasan utama kami bisa tampil sekuat itu secara ofensif,” ujar Kerr.
Kritik Kerr dan Pelajaran Berharga
Meski mencetak rekor, Lendeborg sempat menuai kritik dari Kerr. Setelah mencapai 37 poin, rekan setimnya De’Anthony Melton dan Will Richard memberitahunya bahwa ia hanya butuh satu tembakan tiga poin lagi untuk menembus 40 poin. Lendeborg pun terpancing dan mengambil tiga tembakan sulit yang semuanya gagal. Clippers sempat memanfaatkan momen tersebut untuk memperkecil ketertinggalan menjadi -8, memaksa Kerr mengambil timeout dan menariknya keluar.
“Saya belum pernah menjadi pemburu statistik seumur hidup saya,” ujar Lendeborg usai pertandingan. “Tapi menyerah pada tekanan kelompok adalah kesalahan saya. Saya menyukai ‘Ethical Hoops’, dan dua atau tiga menit terakhir jelas bukan itu.” Kerr menegaskan pentingnya disiplin: “Pertandingan NBA bisa berbalik dalam sekejap. Hampir setiap malam ada tim yang bangkit dari ketertinggalan 25 poin.”
Konsistensi dan Prospek Cerah
Meski sempat tampil buruk melawan Los Angeles Lakers dua hari sebelumnya dengan hanya 6 poin dan keluar karena pelanggaran, Lendeborg membuktikan bahwa performa itu hanyalah kecelakaan. Dalam tujuh pertandingan pertamanya, ia rata-rata mencetak 22,3 poin per game, dengan dua kali mencetak 30 poin lebih. Angka ini hanya kalah dari Rick Barry (22,9) dan Wilt Chamberlain (37,4) dalam sejarah Warriors.
Draf ke-11 pada 2026 lalu, Yaxel Lendeborg menandatangani kontrak empat tahun senilai 28,1 juta dolar AS. Sebelumnya, ia sempat menolak tawaran NIL senilai 9 juta dolar saat masih bermain untuk Michigan Wolverines, memilih setia pada almamaternya. Kini, investasi Warriors pada Yaxel Lendeborg tampak sangat menjanjikan.
“Dia bermain di level ini padahal belum sepenuhnya memahami cara kerja NBA. Permainan masih terasa sangat cepat baginya, tapi dia begitu terampil dan berbakat sehingga bisa melakukan berbagai jenis permainan,” puji Kerr. “Dia akan menjadi jauh lebih baik!”
Dengan performa yang terus meningkat, Yaxel Lendeborg tidak hanya menjadi harapan baru bagi Warriors, tetapi juga kandidat kuat Rookie of the Year. Publik NBA pun ramai-ramai menyebutnya sebagai calon bintang masa depan franchise tersebut.
Kesimpulannya, meski sempat mendapat teguran karena terpancing mengejar rekor pribadi, penampilan 37 poin Yaxel Lendeborg telah membuktikan bahwa ia adalah permata berharga bagi Warriors. Dengan bimbingan Kerr dan dukungan para veteran, masa depan Yaxel Lendeborg di liga basket paling bergengsi di dunia ini tampak sangat cerah.
