Menyelisik Makna Motif Batik Mega Mendung Jokowi Saat Tunjukkan Ijazah di PN Jakarta Timur
Inforiau – 06 November 2026 | Perhatian publik kembali tertuju pada makna motif batik mega mendung yang dipakai Jokowi saat tunjukan ijazah di PN Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026). Mantan Presiden ke-7 RI itu hadir sebagai saksi dalam perkara dugaan pencemaran nama baik dengan terdakwa Roy Suryo dan Dokter Tifa. Jokowi datang mengenakan kemeja batik bernuansa cokelat, dipadukan peci hitam, lalu menunjukkan ijazah aslinya di ruang sidang.
Dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Fawarti Gendra Nata Utami, menyebut pola batik tersebut sebagai Mega Mendung Bledakan Solo. Menurutnya, Mega Mendung yang dikenal dari Cirebon itu mendapat pengaruh Tiongkok dan biasanya berwarna cerah. Kini motif itu diolah dengan nuansa sogan Solo sehingga tampil lebih kontemporer. ‘Motif Mega Mendung menggambarkan awan mendung,’ ujarnya. Dalam tradisi Jawa, awan mendung melambangkan tekanan, kekecewaan, atau amarah yang harus dikendalikan, bukan diluapkan secara meledak-ledak.
Pandangan itu memperkuat makna motif batik mega mendung yang dipakai Jokowi saat tunjukan ijazah di PN Jakarta Timur sebagai pesan ketenangan. Ketua Bidang Pengkajian Paguyuban Pecinta Batik Indonesia Sekar Jagad, Hartanto, juga menyebut motif tersebut Mega Mendung produksi Solo. Sementara desainer Ernesto Abram melihat corak abstrak yang menyerupai batang pohon ditebang dan burung Phoenix. Perbedaan tafsir ini menunjukkan batik kontemporer terbuka pada beragam pembacaan, termasuk sindiran terhadap kondisi lingkungan.
Meski demikian, benang merahnya tetap pada pengendalian diri. Dalam situasi persidangan yang menegangkan, pilihan busana itu dibaca sebagai simbol kesabaran dan kematangan sikap. Diskusi mengenai makna motif batik mega mendung yang dipakai Jokowi saat tunjukan ijazah di PN Jakarta Timur pun menunjukkan bahwa batik bukan sekadar pakaian, melainkan media komunikasi budaya yang sarat pesan.
Dengan demikian, penampilan Jokowi di PN Jakarta Timur bukan hanya soal mode. Ada harapan agar tekanan publik dihadapi dengan tenang, sikap terkendali, dan kepala tetap dingin. Batik Mega Mendung menjadi pengingat bahwa awan gelap tidak selalu berarti badai; ia bisa menjadi tanda bahwa seseorang sedang berlatih menahan diri.
Editor: Abuzar Samad
