Kisah Haru di Balik Kobaran KMP Batumandi: Gubernur Jenguk Ketua MUI hingga Solidaritas Nelayan Penyelamat
Inforiau – 22 Oktober 2026 | Insiden kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi yang melayani rute Merak–Bakauheni terus menyita perhatian publik. Peristiwa nahas yang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB saat kapal mendekati Pelabuhan Merak, Banten, itu tak hanya meninggalkan duka, tetapi juga menghadirkan kisah-kisah kemanusiaan yang menyentuh hati. Dari jajaran pejabat hingga nelayan kecil, semua bergerak bersama menghadapi situasi darurat yang berlangsung di perairan Selat Sunda tersebut.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, tampak hadir memberikan dukungan moral langsung di Rumah Sakit Medika Cilegon, Banten. Ia menjenguk Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat, Zulkarnaini, yang tengah menjalani perawatan pascakebakaran KMP Batumandi. Dalam kunjungan itu, Mahyeldi mendoakan agar Zulkarnaini beserta istri segera pulih, baik secara fisik maupun mental, sehingga dapat kembali beraktivitas seperti sediakala.
“Alhamdulillah, secara fisik beliau beserta istri sudah membaik. Namun, secara mental dan psikis belum sepenuhnya pulih. Semoga beliau segera dapat beraktivitas seperti sedia kala,” ujar Mahyeldi di Cilegon, Rabu (21/10/2026).
Zulkarnaini pun menuturkan detik-detik menegangkan ketika dirinya bersama istri berjuang menyelamatkan diri. Saat bersiap turun dari kapal menuju kendaraan, mereka dikejutkan bunyi alarm dan melihat asap tebal membumbung dari bagian belakang kapal. Keduanya sempat menunggu arahan kru serta mencari pelampung, namun situasi kian genting karena pelampung telah digunakan penumpang lain. Mereka bahkan sempat mempertimbangkan melompat ke laut tanpa pelampung sebelum akhirnya berhasil mendapatkan alat keselamatan tersebut.
“Setelah mendapatkan pelampung, saya bersama istri langsung menggunakannya dan melompat ke laut untuk menyelamatkan diri,” ungkapnya. Keduanya mengalami luka ringan, dengan sang istri mengalami terkilir, dan kini telah mendapatkan penanganan medis yang memadai.
Di sisi lain, solidaritas masyarakat pesisir menjadi sorotan tersendiri. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyalurkan paket sembako kepada para nelayan yang terlibat dalam upaya penyelamatan penumpang KMP Batumandi. Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kesigapan masyarakat yang telah membantu proses evakuasi.
“Di tengah situasi darurat, kepedulian untuk hadir dan membantu sesama memiliki arti yang sangat besar. Apa yang dilakukan para nelayan ini mencerminkan semangat gotong royong dan kemanusiaan yang patut kita hargai bersama,” ujar Heru.
Berdasarkan pendataan, lebih dari 20 kapal turut membantu proses evakuasi dengan melibatkan 58 orang nelayan dan masyarakat sekitar. Respons cepat ini menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan ketika keselamatan menjadi prioritas utama.
Sementara itu, PT Jasa Raharja (Persero) bergerak cepat menerbitkan jaminan biaya perawatan bagi 11 korban insiden kebakaran KMP Batumandi yang menjalani perawatan di RS Krakatau Medika, Cilegon. Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, bersama Direktur Operasional Ariyandi, menjenguk para korban pada Selasa malam (20/10), didampingi Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Gubernur Banten Andra Soni, Kapolda Banten Hendra Kurniawan, serta jajaran pimpinan ASDP.
“Prioritas kami adalah memastikan para korban mendapatkan penanganan medis yang dibutuhkan dan proses penjaminan biaya perawatan berjalan dengan baik,” ujar Awaluddin. Seluruh korban dijamin berdasarkan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang.
Dari sisi mitigasi lingkungan, PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) mengerahkan Tim Tanggap Darurat untuk membantu pemadaman api sekaligus mengisolasi lokasi dengan oil boom. Langkah ini dilakukan untuk membatasi penyebaran tumpahan bahan bakar agar tidak meluas ke area sensitif di sekitar lokasi kejadian. Sebanyak 11 oil boom permanen sepanjang total 265 meter, 4 sea boom, serta personel Oil Spill Response dikerahkan sejak Selasa sore.
Anggota DPR RI Fraksi PKB, Sudjatmiko, mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengawasan keselamatan pelayaran. Menurutnya, insiden tenggelamnya KMP Batumandi harus menjadi momentum pembenahan sistem pengawasan, mulai dari pemeriksaan kelaiklautan, pemeliharaan mesin dan instalasi kelistrikan, hingga kesiapan peralatan keselamatan.
“Jangan tunggu kapal terbakar, tenggelam, atau jatuh korban baru pemerintah bergerak. Keselamatan pelayaran harus dijaga sebelum kecelakaan terjadi,” tegasnya. Ia juga menekankan pentingnya penegakan hukum tegas apabila ditemukan pelanggaran, serta investigasi transparan yang tidak berhenti pada penyebab teknis semata.
Rangkaian peristiwa ini menjadi cermin bahwa penanganan darurat membutuhkan sinergi lintas pihak. Kehadiran negara melalui Jasa Raharja, kepedulian pemerintah daerah, kesigapan operator seperti ASDP dan PTK, hingga aksi heroik para nelayan membuktikan bahwa keselamatan bukan tanggung jawab satu pihak. Namun, di balik solidaritas itu, evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan armada penyeberangan menjadi pekerjaan rumah yang tak boleh diabaikan agar tragedi serupa tidak kembali terulang di masa depan.
