Alexandra Eala Tembus Final Hong Kong Open, Tekuk Maria Sakkari dan Cetak Rekor Ranking
Inforiau – 07 November 2026 | Hong Kong — Alexandra Eala terus membuat sejarah. Petenis Filipina berusia 21 tahun itu mengalahkan Maria Sakkari dari Yunani, 7-5, 3-6, 6-4, dalam semifinal Hong Kong Tennis Open yang penuh drama dan sempat beberapa kali tertunda hujan, Sabtu. Kemenangan atas petenis peringkat 30 dunia itu membawa Alexandra Eala ke final pertama pada rangkaian Asian Swing sekaligus final turnamen terakhirnya musim ini.
Laga berjalan tidak mulus. Alexandra Eala sempat memimpin 3-1 di set pertama, tetapi Sakkari—mantan petenis nomor 3 dunia—berbalik unggul 5-4. Eala merespons dengan menyapu tiga gim berikutnya, ditutup ace 151 km/jam dan dua kesalahan berturut-turut Sakkari. Di set kedua, Sakkari mencuri momentum dan menang 6-3. Pada set penentuan, Eala sempat unggul 4-1, namun Sakkari menyamakan kedudukan 4-4. Eala tetap tenang, merebut dua gim terakhir, dan memastikan tiket final.
Keberhasilan ini melengkapi lompatan ranking Alexandra Eala. Sebelumnya ia menembus peringkat 16 dunia usai mengalahkan Antonia Ruzic, 7-6 (9-7), 7-5, di perempat final. Dalam laga selama 2 jam 33 menit itu, Eala menyelamatkan 11 dari 16 break point dan mencetak 40 winner. Hasil tersebut membuatnya melewati Naomi Osaka. Kini, dengan tambahan poin dari final Hong Kong, Alexandra Eala diproyeksikan naik ke peringkat 15 dunia, rekor tertinggi sepanjang kariernya.
Di final, Alexandra Eala akan menghadapi petenis Amerika, Claire Liu. Ini menjadi final WTA ketiga bagi Eala setelah final Eastbourne Open 2025 dan gelar perdananya di Washington Open 2026. Sepanjang musim, ia juga mencatat perempat final Dubai Tennis Championships, babak 16 besar Wimbledon, serta gelar Birmingham Open. Performa itu menegaskan konsistensinya di level elite.
Bagi Filipina, capaian ini bukan sekadar hasil satu turnamen. Petenis Filipina itu kian matang dalam menghadapi tekanan, cuaca, dan lawan berperingkat lebih tinggi. Jika mampu mengatasi Claire Liu, ia berpeluang menutup musim dengan trofi sekaligus memperkokoh posisinya sebagai salah satu bintang baru tenis putri dunia.
Editor: Ahmad Syafwan
