Nick Woltemade Curi Perhatian: Rebut Penalti dari Kolo Muani, Selamatkan Juventus dari Malu di Kandang
Inforiau – 23 Oktober 2026 | Penampilan nick woltemade menjadi sorotan utama ketika Juventus ditahan imbang 2-2 oleh Rennes dalam laga lanjutan fase liga Europa League di Juventus Stadium, Turin. Penyerang asal Jerman itu tampil sebagai pahlawan sekaligus pusat perhatian setelah mencetak gol penyama kedudukan lewat titik putih, sekaligus menjadi momen langka ketika ia mengambil alih tanggung jawab penalti dari rekan setimnya, Randal Kolo Muani.
Laga berjalan dengan tempo tinggi sejak menit awal. Juventus hanya butuh lima menit untuk membuka keunggulan. Umpan terobosan nick woltemade mengirim Zeki Çelik ke ruang kosong, dan bek asal Turki itu menyelesaikan peluang dengan tenang saat berhadapan satu lawan satu dengan kiper Brice Samba. Keunggulan 1-0 itu sempat membuat publik tuan rumah bersemangat, namun Rennes merespons cepat.
Pada menit ke-15, Mousa Al Tamari memanfaatkan umpan silang Brandon Reynolds dan mengalahkan Federico Gatti untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Juventus berusaha kembali memimpin, tetapi Brice Samba tampil gemilang dengan menepis sundulan Gatti. Weston McKennie juga mendapat peluang emas, namun tembakan pertamanya diblok Samba dan bola rebound-nya membentur tiang gawang. Di sisi lain, kiper Guglielmo Vicario harus bekerja keras menghalau ancaman Mahamadou Nagida.
Tekanan publik terhadap tuan rumah semakin terasa setelah babak pertama berakhir imbang. Peluit kekecewaan terdengar dari tribun, dan situasi tidak membaik di awal babak kedua. Rennes tetap berbahaya, dan Vicario kembali dipaksa melakukan penyelamatan penting atas usaha Al Tamari. Pelatih Luciano Spalletti merespons dengan menarik keluar Gatti dan memasukkan Nicolás González, mengubah formasi menjadi 4-2-3-1.
Momen paling menarik terjadi pada menit ke-67. Setelah wasit memberikan penalti akibat handsball Reynolds, Kolo Muani tampak bersiap menjadi eksekutor. Namun, secara mengejutkan nick woltemade mengambil bola dan memberi isyarat bahwa dirinya yang akan menendang. Kolo Muani menyetujui, dan penyerang Jerman itu menuntaskan tugasnya dengan tenang untuk menyamakan skor menjadi 2-2. Selepas gol, Kolo Muani justru menjadi salah satu pemain pertama yang memeluknya, menunjukkan solidaritas di dalam tim.
Keputusan tersebut menjadi pembeda dalam laga ini. Berkat golnya, nick woltemade dinobatkan sebagai Man of the Match versi penilaian media, mengungguli rekan-rekannya karena kontribusi berupa satu assist dan satu gol. Ini menjadi kali pertama Woltemade dan Kolo Muani tampil sebagai starter bersama dalam laga kompetitif, dan meski kemitraan mereka belum sepenuhnya padu, Woltemade membuktikan kualitasnya sebagai pembeda.
Spalletti sendiri mengaku belum puas dengan performa kedua penyerangnya. Menurutnya, kerja sama Woltemade dan Kolo Muani masih menyisakan ruang perbaikan. Ia menilai kualitas individu keduanya jauh lebih besar daripada yang ditampilkan malam itu, dan berharap keduanya dapat saling melengkapi sehingga menghasilkan daya gedor yang lebih besar daripada sekadar penjumlahan kemampuan individu.
Di sisi lain, Spalletti juga menyoroti keputusan wasit yang menganulir gol kemenangan Jhon Lucumí di menit akhir. Ia mengaku tidak memahami alasan gol tersebut dianulir dan berencana menelaahnya lebih lanjut. Menurutnya, pemain Rennes seharusnya bisa menyapu bola dan Lucumí tidak menghalangi, sehingga keputusan itu menuai tanda tanya besar. Meski begitu, ia tetap menilai kinerja wasit secara keseluruhan cukup baik, hanya kurang tepat pada insiden tersebut.
Hasil ini membuat Juventus untuk pertama kalinya kehilangan poin di Europa League musim ini. Meski kecewa, Spalletti mengapresiasi sikap anak asuhnya yang mampu bangkit dari kesulitan, terutama setelah kekalahan telak 0-3 dari Lazio pada akhir pekan sebelumnya. Ia menilai timnya menunjukkan karakter dengan menerima kesulitan, merebut ruang, dan akhirnya mendapat imbalan.
Spalletti juga memberi kredit kepada Rennes yang dinilai sebagai tim bagus dengan pemain cepat, teknis, dan akademi yang kuat. Namun, ia menegaskan Juventus harus menunjukkan bahwa mereka lebih baik dari lawan, bukan terus berputar tanpa kemajuan. Ia mendorong timnya untuk lebih berani, tidak sekadar nyaman bertahan dalam, dan berani mengambil inisiatif menekan serta menguasai permainan sesuai tuntutan sepak bola modern.
Bagi nick woltemade, laga ini menjadi panggung pembuktian bahwa ia mampu mengambil tanggung jawab besar di momen krusial. Keberaniannya merebut bola dari Kolo Muani dan mengeksekusi penalti dengan dingin menunjukkan mentalitas yang dibutuhkan Juventus. Jika kemitraan dengan Kolo Muani dapat menemukan ritme yang tepat, nick woltemade berpotensi menjadi ujung tombak andalan yang mengangkat performa tim di kompetisi domestik maupun Eropa.
Sekaligus, catatan ini menjadi pengingat bahwa kualitas individu saja tidak cukup. Juventus masih perlu merapikan organisasi permainan, terutama dalam transisi bertahan dan keberanian menekan. Dengan modal mentalitas bangkit yang ditunjukkan, serta performa menjanjikan dari nick woltemade, langkah perbaikan menuju laga-laga berikutnya menjadi tantangan nyata bagi Spalletti dan skuadnya.
