Liga Ukraina dalam Sorotan: Lillestrom Dihancurkan 6-0, Shakhtar Nyaris Mencuri Poin di San Siro
Inforiau – 23 Oktober 2026 | Panggung sepak bola Eropa kembali menyoroti liga ukraina sebagai salah satu kompetisi yang terus melahirkan cerita menarik. Pada matchday ketiga Liga Europa 2026/27, wakil Ukraina Lillestrom harus menelan pil pahit setelah dibantai Real Sociedad dengan skor 6-0. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi tim asal liga ukraina tersebut, yang sebelumnya diharapkan mampu memberikan perlawanan sengit. Sementara itu, di kompetisi Liga Champions, Shakhtar Donetsk nyaris mencuri poin di Stadio San Siro sebelum akhirnya takluk 0-1 dari Inter Milan. Dua hasil berbeda ini menunjukkan bahwa liga ukraina masih menyimpan potensi besar meski kerap menghadapi tantangan berat di kancah Eropa.
Real Sociedad tampil menggila di markas Lillestrom. Pasukan Pellegrino Matarazzo berpesta enam gol tanpa balas, dengan Sergio Gomes dan Luka Sucic masing-masing menyumbang dua gol. Gol lainnya dibukukan Orri Oskarsson dan Arsen Zakharyan. Bagi Lillestrom, kekalahan ini menjadi catatan buruk dalam perjalanan mereka di fase liga. Namun, bagi pengamat liga ukraina, hasil ini menjadi pengingat bahwa kompetisi domestik perlu terus meningkatkan kualitas agar klub-klubnya mampu bersaing di level Eropa.
Di sisi lain, Shakhtar Donetsk menunjukkan mentalitas juara saat menghadapi Inter Milan di Liga Champions. Meski harus bermain dengan 10 pemain setelah Alessandro Bastoni diusir, Inter tetap mampu mencuri gol kemenangan melalui Carlos Augusto. Shakhtar yang belum terkalahkan di Liga Champions musim ini tampil percaya diri, namun harus mengakui keunggulan tuan rumah. Kiper Inter, Josep Martinez, menjadi tembok kokoh yang menggagalkan berbagai peluang Shakhtar. Kekalahan tipis ini tetap memperlihatkan bahwa wakil liga ukraina mampu memberikan perlawanan sengit di level tertinggi.
Selain drama di Eropa, liga ukraina juga memiliki sejarah kelam terkait sanksi pengurangan poin. FC Dnipro pernah menerima hukuman pengurangan 24 poin pada musim 2016/2017 akibat tunggakan gaji mantan pelatih Juande Ramos dan stafnya, serta pelanggaran disiplin. Sanksi tersebut berujung pada degradasi dan kebangkrutan klub pada 2018. Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi klub-klub di liga ukraina tentang pentingnya tata kelola keuangan yang sehat.
Sementara itu, matchday ketiga Liga Europa juga diwarnai kejutan lain. Juventus ditahan imbang Rennes 2-2 di Allianz Stadium, dengan gol Zeki Celik dan penalti Nick Woltemade dibalas Musa Al-Taamari serta penalti Boulaye Dia. AC Milan kalah telak 0-3 dari Bournemouth; seluruh gol tuan rumah lahir dari bola mati melalui penalti Justin Kluivert, Marcus Tavernier, dan tendangan bebas Amine Adli. Sejauh ini, tersisa lima tim yang mampu meraih kemenangan beruntun dari pekan pertama hingga ketiga, yakni Benfica, Bayer Leverkusen, Bournemouth, Ferencvaros, dan Olympiacos.
Dari rangkaian hasil tersebut, terlihat jelas bahwa persaingan di kompetisi Eropa semakin ketat. Klub-klub dari liga ukraina seperti Lillestrom dan Shakhtar Donetsk masih harus bekerja keras untuk meningkatkan performa. Meski demikian, penampilan Shakhtar yang nyaris menahan imbang Inter Milan memberikan harapan bahwa tim-tim Ukraina mampu bersaing dengan klub-klub elite Eropa. Ke depan, pengembangan infrastruktur dan stabilitas finansial di liga ukraina akan menjadi kunci utama untuk melahirkan lebih banyak tim tangguh di pentas internasional.
Sebagai penutup, matchday ketiga Liga Europa dan Liga Champions telah menyajikan berbagai drama dan kejutan. Bagi sepak bola Ukraina, hasil ini menjadi cermin bahwa perjalanan masih panjang. Dukungan penuh terhadap liga ukraina diharapkan dapat membawa klub-klubnya meraih prestasi lebih tinggi di masa mendatang, sekaligus mengangkat nama sepak bola Ukraina di kancah global.
