BYU Melaju ke Orlando dengan Status Nomor 2, UCF Mengejar Keajaiban di Bounce House
Inforiau – 23 Oktober 2026 | Laga akbar akan tersaji di Acrisure Bounce House Stadium, Orlando, ketika UCF Knights menjamu BYU Cougars yang kini menyandang status tim peringkat kedua nasional dalam pertandingan sepak bola Amerika kampus, Sabtu mendatang. Pertemuan ini menjadi ujian terberat bagi UCF musim ini, sekaligus kesempatan emas bagi BYU untuk mempertahankan rekor sempurna mereka di kompetisi Big 12 Conference.
Cuaca di Orlando diprediksi mencapai 78 derajat Fahrenheit dengan peluang hujan sebesar 60 persen, menambah tantangan tersendiri bagi kedua tim. Ini merupakan pertemuan keenam antara kedua program dan yang ketiga sejak keduanya bergabung ke Big 12 pada 2023. BYU memimpin rekor pertemuan 4-1, termasuk kemenangan dalam tiga pertemuan terakhir, salah satunya kemenangan meyakinkan 41-21 atas UCF musim lalu di Provo.
Pada laga tersebut, UCF sempat unggul 14-0 di kuarter pertama, namun BYU bangkit dan mencetak 31 poin beruntun sebelum akhirnya mengunci kemenangan. Bagi BYU, ini menjadi kunjungan kedua mereka ke Orlando dalam setahun terakhir setelah mengalahkan Georgia Tech 25-21 di Pop-Tarts Bowl pada 27 Desember 2025.
UCF Datang dengan Modal Terbatas
UCF (3-3, 1-2 Big 12) datang setelah pekan istirahat menyusul dua kekalahan beruntun di laga tandang melawan tim peringkat 25, Houston dan Oklahoma State. Ini menjadi kali pertama sejak musim 2017 UCF memainkan tiga pertandingan berturut-turut melawan tim berperingkat. Pelatih Scott Frost, yang memiliki rekor 27-17 di UCF dan 43-48 secara keseluruhan, mengakui timnya kerap kehilangan momentum di babak kedua.
“Kami sudah bermain cukup baik untuk menang, tetapi belum cukup baik untuk benar-benar menang,” ujar Frost. “Saya senang dengan usaha tim, tetapi kami bisa menemukan lebih banyak lagi. Kami ingin para pemain berburu peluang-peluang itu.”
Statistik menunjukkan UCF kebobolan 48-14 di babak kedua pada dua laga terakhir melawan Houston dan Oklahoma State. Melawan Houston, UCF sempat unggul 17-0 di akhir kuarter ketiga sebelum akhirnya kalah 27-17. Sepekan kemudian, mereka bermain imbang 21-21 di paruh waktu melawan Oklahoma State, tetapi sebuah fumble mengubah arah permainan dan berakhir dengan kekalahan 42-28.
UCF juga belum pernah menang (0-6) melawan tim peringkat lima besar dalam jajak pendapat Associated Press. Kemenangan atas BYU akan menjadi kemenangan bergengsi pertama mereka sejak bergabung dengan Big 12 pada 2023. Pertandingan ini juga menjadi laga homecoming bagi UCF, yang telah memenangkan tujuh dari sembilan laga homecoming terakhirnya.
BYU dalam Performa Terbaik
Di kubu tamu, BYU (6-0, 3-0 Big 12) tengah berada dalam momentum luar biasa. Kemenangan dramatis 28-24 atas Notre Dame yang saat itu berperingkat kedua membawa Cougars ke peringkat tertinggi mereka di jajak pendapat AP sejak menempati posisi nomor satu pada jajak pendapat akhir 1984. Quarterback Bear Bachmeier dinobatkan sebagai Pemain Ofensif Terbaik Big 12 setelah mencetak tiga touchdown melawan Fighting Irish, masing-masing lewat passing, rushing, dan receiving.
Pertahanan BYU hanya kebobolan 15,2 poin per pertandingan dalam enam laga pertama, menempati peringkat ke-14 nasional. Namun, BYU kemungkinan besar kembali tampil tanpa bintangnya di posisi running back, LJ Martin, yang mengalami cedera tubuh bagian bawah pada 3 Oktober. Cougars, yang menempati peringkat ketujuh di Big 12 untuk serangan rushing, mengandalkan pemain cadangan Preston Rex yang tampil impresif menggantikan Martin.
Pelatih kepala BYU, Kalani Sitake, yang memiliki rekor 90-45 di Provo, tentu berharap timnya menjaga fokus meski berstatus favorit. Menghentikan Bachmeier menjadi kunci jika UCF ingin menciptakan kejutan. Quarterback berusia 20 tahun itu baru dijatuhkan tiga kali sepanjang musim dan telah mencetak touchdown rushing serta passing dalam 10 pertandingan selama dua musim terakhir.
Di sisi lain, UCF masih kesulitan menjalankan bola melawan lawan Big 12, dengan rata-rata kurang dari 100 yard per pertandingan. Running back Duke Watson, pemimpin rushing tim dengan 483 yard, rata-rata mencetak kurang dari 65 yard per pertandingan dalam tiga laga konferensi.
Warisan Besar Nama BYU
Nama BYU juga bergema di dunia olahraga di luar lapangan hijau. Legenda basket Danny Ainge baru saja dilantik ke College Basketball Hall of Fame di Kansas City. Ainge, yang menjadi pemain pertama BYU yang nomornya dipensiunkan dan satu-satunya yang tampil lebih dari 1.000 pertandingan NBA, mengaku penuh rasa syukur atas perjalanan kariernya.
“BYU mengubah hidup saya,” kata Ainge dalam pidatonya, seraya menyebut bahwa momen legendarisnya di turnamen NCAA 1981 melawan Notre Dame adalah hasil kerja tim, bukan sekadar aksi individunya.
Sementara itu, diskusi tentang quarterback BYU terus menghangat. Performa Bachmeier melawan Notre Dame memicu perdebatan apakah ia bisa menjadi quarterback terbaik dalam sejarah Cougars, bersanding dengan nama-nama besar seperti Steve Young, Ty Detmer, Jim McMahon, dan Robbie Bosco. Dengan baru 20 pertandingan dimainkan, potensi Bachmeier masih sangat terbuka lebar.
Dengan segala dinamika yang ada, laga UCF melawan BYU di Bounce House bukan sekadar pertandingan biasa. Bagi UCF, ini adalah kesempatan membuktikan diri di panggung besar. Bagi BYU, ini adalah ujian ketahanan dalam menjaga ambisi menuju puncak nasional. Ketika peluit akhir berbunyi, hanya satu tim yang akan membawa pulang cerita kemenangan, dan dunia akan menyaksikan apakah keajaiban itu berpihak pada tuan rumah atau justru memperkokoh dominasi sang raksasa baru dari Provo.
