Persija vs Arema Memanas: Shin Tae-yong Murka Isu Pengurangan Poin, 2.000 Personel Dikerahkan!
Inforiau – 21 Oktober 2026 | Jakarta, 20 Oktober 2026 – Laga persija vs arema pada pekan keenam Super League 2026/2027 memang belum dimulai, tetapi atmosfernya sudah memanas. Berbagai isu dan persiapan jelang pertandingan di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (21/10/2026) malam, menjadi sorotan. Mulai dari ancaman pengurangan poin terhadap Persija Jakarta, kekecewaan pelatih Shin Tae-yong, hingga persiapan keamanan ekstra ketat dengan mengerahkan 2.000 personel gabungan.
Isu pengurangan poin kembali mencuat setelah kerusuhan suporter dalam laga Persija kontra Persita Tangerang di Banten International Stadium, Serang, Sabtu (17/10/2026). Insiden tersebut merupakan yang kedua bagi pendukung Persija setelah sebelumnya menyerang bus Persib Bandung U-18. Dalam konferensi pers di Persija Training Ground, Depok, Selasa (20/10/2026), Shin Tae-yong meluapkan unek-uneknya. Ia menegaskan bahwa regulasi FIFA biasanya menerapkan pengurangan poin untuk kasus manipulasi pertandingan atau pengaturan skor, bukan karena masalah suporter. “Sepengetahuan saya, dalam aturan tidak ada sanksi pengurangan poin hanya karena masalah suporter. Hal tersebut semestinya ditangani dan ditindak secara tegas oleh pihak kepolisian atau pihak yang berwajib,” ujarnya.
Selain soal pengurangan poin, Shin Tae-yong juga menyayangkan keputusan memindahkan laga kandang persija vs arema ke Bekasi. Menurutnya, sebagai tuan rumah, Persija seharusnya bermain di Jakarta. “Tentu sangat disayangkan karena kami berstatus sebagai tuan rumah, tetapi tidak bisa bermain di stadion kandang sendiri. Bagaimanapun, kami seharusnya bermain di Jakarta, tetapi kali ini tidak bisa,” kata pelatih asal Korea Selatan itu. Senada, kiper Nadeo Argawinata menegaskan bahwa di mana pun bermain, tim akan berjuang maksimal untuk meraih poin penuh.
Di sisi lain, Arema FC datang dengan modal catatan impresif. Dalam tiga tahun terakhir, Singo Edan selalu menang saat bertandang ke markas Persija: 3-2 (2024), 3-1 (2025), dan 2-0 (2026). Pelatih Arema, Marcos Santos, mengakui rekor tersebut tetapi meminta pemainnya tidak terlena. “Statistik memang penting, tetapi statistik tidak bermain di lapangan. Kami tetap harus menjalankan tugas kami sendiri, masuk ke pertandingan dengan kuat, berkonsentrasi, dan menjaga organisasi permainan,” ujarnya. Ia juga menyentil Macan Kemayoran yang dihantui rekor buruk tersebut.
Menjelang laga persija vs arema, pengamanan menjadi perhatian utama. Sebanyak 2.000 personel gabungan dari Polri, TNI, Dishub, Satpol PP, Dinkes, Damkar, dan steward disiagakan. Kabag Ops Polres Metro Bekasi Kota Kompol Agus Rohmat menyatakan bahwa persiapan telah matang. “Untuk pengamanan personel sekitar 2.000-an ya pastinya,” katanya. Dishub akan menurunkan sekitar 50 personel untuk mengatur lalu lintas di sejumlah titik lampu lalu lintas, mengingat pertandingan digelar pada hari kerja. Panitia juga menyiapkan kapasitas sekitar 27 ribu penonton dan kantong parkir di beberapa lokasi.
Sementara itu, kelompok suporter Aremania Utas memilih tidak mengoordinasikan pembelian tiket untuk laga persija vs arema. Menurut Ali, perwakilan Aremania Utas, keputusan ini diambil sebagai sikap organisasi terhadap kebijakan penyelenggara yang dianggap kurang sesuai dengan kenyamanan anggota. “Kami menghormati segala kebijakan yang ditetapkan oleh pihak penyelenggara. Namun, kami juga memiliki hak untuk menentukan sikap demi kenyamanan dan kepentingan anggota,” tuturnya. Meski demikian, pengurus tetap berencana hadir di stadion untuk bersilaturahmi dengan The Jakmania, tetapi tetap di luar stadion.
Laga persija vs arema ini menjadi momentum krusial bagi Persija untuk bangkit setelah kekalahan 2-3 dari Persita yang memutus tren empat kemenangan beruntun. Di sisi lain, Arema berambisi melanjutkan dominasi. Dengan segala dinamika di luar lapangan, pertandingan diprediksi berlangsung sengit. Dukungan suporter, keamanan yang ketat, dan tensi tinggi akan mewarnai jalannya pertandingan. Yang terpenting, sportivitas dan keselamatan tetap menjadi prioritas utama.
