Teco Akhirnya Tersenyum! Semen Padang FC Tundukkan Persiku Kudus 2-1, Lilipaly Jadi Pahlawan
Inforiau – 25 Oktober 2026 | Kemenangan pertama Teco bersama Semen Padang FC: tundukkan Persiku Kudus 2-1 menjadi momen yang dinanti-nanti skuat Kabau Sirah. Dalam laga pekan ketujuh Pegadaian Championship 2026/27 yang digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (24/10), Semen Padang FC sukses memetik tiga poin krusial usai menaklukkan Persiku Kudus dengan skor tipis 2-1. Hasil ini terasa istimewa lantaran menjadi kemenangan perdana bagi juru taktik anyar mereka, Stefano Cugurra atau yang akrab disapa Teco, sejak resmi menukangi tim tersebut di tengah jalan menggantikan Nil Maizar pada pekan kelima.
Kemenangan pertama Teco bersama Semen Padang FC: tundukkan Persiku Kudus 2-1 ini sekaligus menjadi oase bagi tim yang sebelumnya paceklik kemenangan dalam tiga laga terakhir. Semen Padang membuka keunggulan di penghujung babak pertama lewat gol Savio Roberto pada menit 45+2. Meski demikian, Persiku Kudus sempat menyamakan kedudukan pada menit ke-54 melalui sepakan jarak jauh Muhammad Isa dari tengah lapangan yang mengejutkan lini pertahanan Kabau Sirah.
Namun, keputusan Teco memasukkan Stefano Lilipaly pada menit ke-60 menjadi kunci perubahan. Hanya butuh enam menit di lapangan, Lilipaly sukses mencetak gol penentu kemenangan pada menit ke-66. Gol tersebut menjadi bukti ketajaman pemain pengganti yang masuk memberikan dampak positif bagi tim.
Dalam sesi jumpa pers usai laga, Teco mengapresiasi dominasi dan keberanian anak asuhnya sepanjang pertandingan, terutama setelah situasi sempat imbang. Menurutnya, timnya mampu mengontrol pertandingan di babak pertama dan bermain lebih baik dari lawan hingga mencetak satu gol.
“Di babak pertama, kita bisa mengontrol pertandingan dan bermain lebih bagus dari lawan hingga mencetak satu gol. Pada babak kedua, situasi masih sama, tetapi ada kesalahan yang membuat lawan menyamakan kedudukan. Setelah itu, para pemain tetap berani menguasai bola dan menyerang. Pemain pengganti yang masuk memberikan dampak serta perubahan positif hingga akhirnya mencetak gol kemenangan. Kita sangat senang bisa meraih hasil ini,” ujar Teco.
Pelatih asal Brasil tersebut juga menegaskan komitmennya untuk membawa Semen Padang menembus kasta tertinggi sepak bola Indonesia sesuai target awal manajemen. Ia mengungkapkan bahwa sejak awal musim, manajemen menargetkan tim ini promosi ke Liga 1, dan ia mengambil alih tim di tengah jalan dengan target yang sama.
“Targetnya tetap sama. Sejak awal musim, manajemen menargetkan tim ini promosi ke Liga 1. Saya mengambil alih tim di tengah jalan dengan target yang sama. Kita harus bekerja keras di setiap latihan untuk membenahi dan meningkatkan performa tim. Masih banyak pertandingan tersisa dan banyak poin yang bisa diraih,” tegas Teco.
Sementara itu, perwakilan pemain Semen Padang, Ilham Pratama, menyampaikan rasa syukur atas hasil maksimal yang diraih timnya dan bertekad melanjutkan tren positif ini. Ia menegaskan bahwa pertandingan selanjutnya akan dijalani dengan kerja keras agar bisa meraih tiga poin lagi.
Kemenangan pertama Teco bersama Semen Padang FC: tundukkan Persiku Kudus 2-1 ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan bagi skuad Kabau Sirah untuk menatap laga-laga selanjutnya dengan lebih percaya diri. Dengan mentalitas yang ditunjukkan para pemain, terutama kemampuan bangkit setelah kebobolan, Semen Padang FC tampak berada di jalur yang tepat untuk mengejar target promosi ke Liga 1.
Sebagai catatan, pada laga sebelumnya Semen Padang FC sempat ditahan imbang PSMS Medan 1-1. Dalam laga itu, Teco menyoroti keputusan VAR terkait gol penyerang PSMS Medan, Javier Siverio, yang menurutnya berbau offside. Tambahan satu poin dari laga kandang tersebut membuat Semen Padang FC mengoleksi tujuh poin dan tertahan di peringkat kelima klasemen sementara Grup A, sementara PSMS Medan kokoh di posisi ketiga dengan raihan 11 poin.
Dengan raihan tiga poin dari Persiku Kudus, posisi Semen Padang FC di klasemen berpotensi membaik. Kemenangan pertama Teco bersama Semen Padang FC: tundukkan Persiku Kudus 2-1 menjadi sinyal bahwa racikan pelatih asal Brasil itu mulai menemukan formula yang tepat. Kini, tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi agar target promosi yang dicanangkan manajemen bukan sekadar wacana, melainkan kenyataan yang bisa diwujudkan di akhir musim.
Editor: Apriyanto
