Waspada! Hoaks Proyek Garuda Janjikan Rp5 Juta per Bulan, Ini Faktanya
Inforiau – 25 Oktober 2026 | JAKARTA – Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan beredarnya informasi palsu yang mencatut nama Bank Indonesia (BI) dan Presiden RI. Isu yang dikenal sebagai hoaks proyek Garuda ini diklaim akan membuka rekening bagi 200 juta warga Indonesia melalui BRI dan BSI pada Oktober 2026, dengan janji pencairan dana Rp5 juta per orang setiap bulan mulai November 2026. Selebaran digital itu menyebar luas dan memicu euforia di kalangan masyarakat, meski kebenarannya masih dipertanyakan.
Bank Indonesia secara tegas membantah seluruh klaim dalam selebaran tersebut. Dalam pernyataan resminya, BI menegaskan bahwa informasi mengenai hoaks proyek Garuda adalah tidak benar dan tidak pernah ada instruksi pencairan dana dari pihak mana pun, termasuk dari Bank for International Settlements (BIS) dengan jaminan aset emas seperti yang disebutkan dalam surat palsu tersebut. BI juga menegaskan tidak pernah mengajak masyarakat untuk menjadi penerima manfaat dari program semacam itu.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap surat atau selebaran yang mengatasnamakan Bank Indonesia. Pastikan kebenaran informasi melalui kanal resmi BI sebelum memercayai atau meneruskannya,” tegas BI dalam keterangan yang diterima awak media, Sabtu (25/10/2026).
Meski demikian, istilah proyek Garuda sendiri sebenarnya merujuk pada dua hal yang sama sekali berbeda. Di Kabupaten Rokan Hilir, Riau, tengah berlangsung pembangunan infrastruktur bernama Jembatan Garuda di Kecamatan Pekaitan. Proyek fisik ini dikerjakan oleh personel TNI dari Koramil 01/Bangko bersama warga setempat secara bergotong-royong. Hingga Sabtu (24/10/2026), progres pembangunan jembatan telah mencapai 30 persen, dengan fokus pekerjaan pada pemasangan mal balok, lantai jembatan, serta perakitan besi struktur.
Wadanramil 01/Bangko Kapten Cba (K) Karnilawati menyampaikan bahwa tim di lapangan menghadapi tantangan cuaca berupa intensitas hujan yang tinggi. “Meski demikian, cuaca bukan halangan berarti. Personel TNI bersama warga tetap bekerja bahu-membahu agar akses jalan ini segera bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya. Rencana pengecoran balok dan lantai jembatan dijadwalkan berlangsung pada hari berikutnya, dengan harapan cuaca mendukung.
Pembangunan Jembatan Garuda di Pekaitan diharapkan membuka isolasi geografis, memperlancar mobilitas warga, serta mendongkrak perekonomian masyarakat di Kepenghuluan Karyo Mulyo Sari dan sekitarnya. Proyek ini merupakan contoh nyata pembangunan yang transparan dan dapat diverifikasi keberadaannya di lapangan, berbeda jauh dari hoaks proyek Garuda yang beredar di media sosial.
Kemunculan hoaks proyek Garuda yang menjanjikan dana Rp5 juta per bulan patut menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih kritis dalam menyaring informasi. Modus penipuan dengan mencatut nama lembaga negara dan tokoh presiden bukanlah hal baru. Biasanya, selebaran semacam ini dirancang untuk memancing korban agar memberikan data pribadi atau melakukan transfer sejumlah uang sebagai “biaya administrasi” pencairan dana.
Pakar keamanan siber mengingatkan bahwa informasi resmi terkait kebijakan moneter dan program pemerintah hanya disampaikan melalui saluran komunikasi resmi BI dan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Masyarakat diminta tidak mudah tergiur dengan janji keuntungan finansial instan yang tidak masuk akal.
Untuk memverifikasi kebenaran informasi, masyarakat dapat mengakses situs resmi BI, menghubungi contact center BI, atau memeriksa kanal pengaduan resmi pemerintah. Langkah sederhana ini sangat efektif untuk mencegah penyebaran hoaks proyek Garuda yang berpotensi merugikan banyak pihak.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban yang mengalami kerugian materiil akibat selebaran tersebut. Namun, aparat kepolisian mengimbau siapa pun yang menemukan selebaran serupa untuk segera melaporkannya ke pihak berwenang agar dapat ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku.
Sebagai kesimpulan, informasi mengenai hoaks proyek Garuda yang menjanjikan Rp5 juta per bulan adalah palsu dan tidak berdasar. Masyarakat diharapkan selalu mengedepankan literasi digital dengan memeriksa fakta dari sumber terpercaya sebelum bertindak. Jangan biarkan janji manis yang tidak jelas asal-usulnya membuat kita lengah. Tetap waspada, verifikasi dulu, dan jangan mudah percaya pada informasi yang mengatasnamakan lembaga resmi tanpa bukti yang sah.
