Marcus Thuram Pahlawan Comeback Inter di Menit Akhir, Singkirkan Fiorentina 2-1
Inforiau – 25 Oktober 2026 | Penyerang asal Prancis, marcus thuram, kembali membuktikan statusnya sebagai sosok penentu bagi Inter Milan. Dalam laga pekan kedelapan Serie A yang berlangsung di Stadio Giuseppe Meazza, Minggu siang waktu setempat, Thuram menjadi arsitek utama kebangkitan dramatis Nerazzurri yang menundukkan Fiorentina dengan skor 2-1 berkat dua gol di masa injury time.
Kemenangan ini membawa Inter kembali ke puncak klasemen Serie A dengan koleksi 22 poin, menyamai perolehan Lazio Roma yang sempat menyalip sehari sebelumnya usai mengalahkan Parma Calcio 2-1. Bagi tim asuhan Cristian Chivu, hasil ini sekaligus mempertahankan rekor tak terkalahkan di liga sejak awal Maret.
De Gea Jadi Tembok Pertahanan Fiorentina
Inter mendominasi jalannya pertandingan babak pertama. Peluang demi peluang tercipta melalui Carlos Augusto, Henrikh Mkhitaryan, hingga marcus thuram. Namun kiper berpengalaman David de Gea tampil gemilang di bawah mistar Fiorentina, menggagalkan sejumlah peluang emas termasuk sepakan Pio Esposito yang sudah tampak pasti menjadi gol.
Fiorentina yang mengandalkan serangan balik nyaris tidak mengancam di paruh pertama. Situasi berubah drastis setelah turun minum ketika tim tamu mulai berani keluar menekan. Kejutan pun datang pada menit ke-65 melalui tendangan jarak jauh Alejandro Jimenez yang melesat keras ke sudut kanan atas gawang Inter, membuat San Siro terdiam.
Thuram Bangkitkan Asa di Injury Time
Tertinggal satu gol, Inter meningkatkan intensitas serangan. Carlos Augusto sempat membentur mistar gawang dan melepaskan sundulan yang tipis di atas sasaran. Tekanan tanpa henti akhirnya membuahkan hasil pada menit pertama injury time ketika marcus thuram melepaskan tendangan kaki kiri dari tengah kotak penalti yang bergulir perlahan masuk ke sudut gawang, menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Belum puas, Inter terus menekan. Pada menit terakhir, marcus thuram kembali menjadi pusat perhatian setelah ia dilanggar di dalam kotak penalti. Wasit menunjuk titik putih, dan Piotr Zielinski yang mengambil tanggung jawab sebagai eksekutor sukses menaklukkan De Gea pada menit ke-97, memastikan kemenangan dramatis 2-1.
Keluhan Thuram soal Keputusan Wasit
Usai laga, marcus thuram berbicara kepada DAZN mengenai insiden penalti yang sempat tidak diberikan wasit beberapa menit sebelum gol kemenangan. Menurutnya, ia kerap dianggap melakukan simulasi karena pernah menerima kartu kuning saat melawan Bologna.
“Aneh, setiap kali di lapangan wasit berpikir saya melakukan simulasi karena saya mendapat kartu kuning di Bologna. Setelah melihat tayangan ulang, mereka mengatakan itu memang penalti. Hari ini hal serupa terjadi lagi. Kesalahan bisa terjadi, saya harus terus menyerang lawan karena pada akhirnya mereka akan meniup peluit pelanggaran seperti yang terjadi hari ini,” ujarnya.
Thuram juga menyinggung soal perayaan golnya yang meniru gaya Lautaro Martinez. “Ya, karena biasanya dia yang mencetak gol di menit ke-90,” katanya sambil tersenyum. Ia pun berharap trofi Ballon d’Or tahun ini jatuh ke tangan pemain Prancis, entah itu Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, atau Michael Olise.
Vanoli Tetap Bangga Meski Kalah
Di kubu Fiorentina, pelatih Paolo Vanoli menilai timnya terus menunjukkan perkembangan meski harus pulang dengan tangan kosong. Ia menyayangkan sejumlah peluang untuk mencetak gol kedua yang gagal dimanfaatkan.
“Kami tahu Inter tim yang kuat, tapi saya pikir kami memainkan pertandingan yang hebat. Kami telah berkembang dalam banyak aspek. Ini bukan pertama kalinya Inter melakukan comeback. Kami harus mengakui bahwa kami sedang berkembang,” ujar Vanoli kepada DAZN.
Dengan hasil ini, Fiorentina masih terpuruk di zona degradasi dengan hanya mengoleksi empat poin dari delapan pertandingan, kondisi yang sama seperti musim lalu. Sementara itu, performa gemilang marcus thuram menjadi sinyal jelas bahwa Inter tetap menjadi salah satu kandidat terkuat peraih scudetto musim ini.
Kemenangan dramatis ini membuktikan mentalitas juara yang dimiliki skuad Inter. Ketika pertandingan tampak akan berakhir dengan kekalahan, marcus thuram tampil sebagai pembeda yang mampu mengubah jalannya pertandingan dalam hitungan menit. Jika konsistensi ini terjaga, bukan tidak mungkin Inter kembali mengangkat trofi Serie A di akhir musim.
