Siap Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi Gratis untuk Korban PHK 2024-2026, Begini Cara Daftarnya
Inforiau – 26 Oktober 2026 | Di tengah gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang masih membayangi dunia kerja nasional, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengambil langkah konkret dengan membuka program pelatihan vokasi gratis bagi para pekerja terdampak PHK periode 2024–2026. Program ini dirancang untuk mencetak tenaga kerja yang siap kerja kembali, baik di sektor formal maupun melalui jalur wirausaha. Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker, Darmawansyah, menegaskan bahwa pelatihan vokasi menjadi jembatan strategis bagi pekerja yang kehilangan pekerjaan agar dapat bangkit dan bersaing lagi di pasar kerja.
“Pelatihan vokasi menjadi langkah yang strategis untuk meningkatkan atau mengalihkan kompetensi, memperkuat daya saing, serta membuka akses terhadap peluang kerja dan wirausaha,” ujar Darmawansyah dalam siaran persnya di Jakarta, akhir pekan lalu. Menurutnya, program ini memberikan kesempatan bagi korban PHK untuk melakukan upskilling maupun reskilling sehingga lebih siap kerja dan mampu menciptakan lapangan kerja mandiri.
Persyaratan dan Dokumen Pendaftaran
Calon peserta diwajibkan menyiapkan sejumlah dokumen administrasi yang membuktikan status PHK. Dokumen utama yang dapat digunakan meliputi surat pemberitahuan PHK, surat pemutusan kontrak, atau surat keterangan pengalaman kerja (paklaring). Bagi pekerja yang kesulitan memperoleh dokumen resmi dari perusahaan lama karena kondisi tertentu, Kemnaker menyediakan jalur alternatif berupa surat pernyataan berhenti bekerja atau terkena PHK (self declaration) yang ditandatangani di atas meterai.
Pendaftaran dilakukan secara mandiri melalui portal resmi SkillHub Kemnaker di skillhub.kemnaker.go.id. Tahapan pendaftaran dimulai dengan membuat akun SIAPkerja, melengkapi data diri, serta mengunggah dokumen KTP dan bukti PHK atau surat pernyataan bermeterai. Setelah seluruh berkas terunggah, penyelenggara pelatihan akan melakukan verifikasi administrasi dan sesi wawancara untuk menyaring calon peserta. Peserta yang dinyatakan lolos seleksi wajib melakukan registrasi ulang melalui portal SkillHub sebelum jadwal pelatihan dimulai. Selain jalur mandiri, Kemnaker juga membuka pendaftaran kelompok yang dapat diajukan oleh dinas ketenagakerjaan setempat, serikat pekerja, asosiasi industri, maupun perusahaan tempat pekerja sebelumnya bernaung.
Momentum Mencetak Lulusan Siap Kerja
Upaya menyiapkan tenaga kerja yang siap kerja juga dilakukan oleh berbagai perguruan tinggi. Universitas Yarsi, misalnya, terus mengevaluasi dan merancang strategi baru guna mencetak lulusan yang siap bersaing dan menciptakan lapangan kerja. Pada wisuda periode Oktober 2026, sebanyak 325 lulusan resmi dilantik, terdiri atas 258 sarjana, 66 magister, dan satu doktor. Ketua Pembina Yayasan Universitas Yarsi, Prof. Jurnalis Uddin, menyampaikan bahwa pola pikir generasi muda dalam meniti karier telah bergeser signifikan. “Kita harapkan anak-anak ini bisa bekerja segera dan kalau enggak bisa, menciptakan kerja. Anak-anak sekarang itu bukan bekerja di kantor ya,” ujarnya.
Jurnalis mengakui adanya tantangan besar berupa kesenjangan antara ketersediaan lapangan kerja dan jumlah pencari kerja yang terus meningkat. Bahkan, kepemilikan ijazah strata satu (S1) saat ini tidak lagi menjadi jaminan mutlak untuk mendapatkan pekerjaan dengan cepat. Oleh karena itu, semangat siap kerja perlu dibarengi dengan pengembangan keterampilan praktis dan jiwa kewirausahaan.
Bursa Kerja dan Pelatihan Keterampilan
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar Karir Jakarta dan Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Expo 2026 yang memasuki hari kedua pada Jumat (23/10). Bursa kerja hybrid bertema “Jakarta Bekerja, Optimis Membuka Akses, Membangun Karier” ini membuka 12.000 lowongan dari 100 perusahaan dari berbagai industri. Acara tersebut juga menawarkan berbagai kegiatan edukatif seperti career talks, upskilling, job matching, hingga walk-in interview.
Berbagai sesi pelatihan digelar untuk meningkatkan keterampilan pencari kerja, mulai dari belajar edit video promosi bagi UMKM, grooming dan rias diri untuk melamar kerja, hingga pelatihan Excel dan kecerdasan artifisial (AI). Kemnaker juga menghadirkan sesi konsultasi karier gratis untuk memetakan potensi dan memberikan saran karier bagi para pencari kerja. Pemprov DKI turut memperkenalkan platform Sayanaker, sebuah platform ketenagakerjaan dan kewirausahaan yang dapat diakses masyarakat luar Jakarta untuk mencari kerja, mencari kandidat, atau melaporkan perselisihan kerja.
Dengan sinergi antara pelatihan vokasi, bursa kerja, dan pembenahan kurikulum pendidikan tinggi, harapannya semakin banyak pekerja dan lulusan baru yang benar-benar siap kerja. Program pelatihan vokasi Kemnaker menjadi oase bagi korban PHK untuk bangkit kembali, sementara bursa kerja dan pelatihan keterampilan memperluas akses terhadap peluang kerja. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci dalam menjawab tantangan kesenjangan tenaga kerja di Indonesia.
