Prediksi Harga Emas Pekan Ini: Koreksi Justru Disebut Momen Emas untuk Borong Logam Mulia
Inforiau – 26 Oktober 2026 | Prediksi harga emas kembali menjadi sorotan menjelang akhir Oktober 2026. Setelah sempat menembus level psikologis, harga logam mulia kini diproyeksikan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah tipis. Meski demikian, sejumlah pengamat menilai koreksi ini bukan sinyal bahaya, melainkan peluang bagi masyarakat maupun bank sentral untuk kembali mengoleksi emas.
Pengamat ekonomi mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan harga emas dunia sepanjang pekan depan bergerak di kisaran 3.884 hingga 4.138 dolar AS per troy ounce. Adapun emas Antam diprediksi berada di rentang Rp 2,39 juta hingga Rp 2,69 juta per gram. “Ini kesempatan terbaik bagi masyarakat maupun bank sentral untuk kembali mengoleksi,” ujarnya saat dihubungi awak media di Jakarta, Minggu (25/10/2026).
Posisi Terkini dan Level Kunci
Pada penutupan perdagangan akhir pekan, harga emas dunia berada di posisi 3.997 dolar AS per troy ounce, sementara emas Antam ditutup di level Rp 2.525.000 per gram. Jika mengalami koreksi, level support pertama emas dunia berada di 3.951 dolar AS, dengan potensi penurunan lebih dalam ke 3.884 dolar AS per troy ounce. Level tersebut bahkan disebut berpotensi menjadi yang terendah dibandingkan periode 2025-2026.
Sebaliknya, bila terjadi penguatan, resistance pertama berada di level 4.053 dolar AS, dengan peluang menuju 4.138 dolar AS per troy ounce dalam sepekan. Untuk emas Antam, koreksi diproyeksikan menuju Rp 2.505.000 per gram dan berpotensi turun ke Rp 2,39 juta per gram. Sementara jika menguat, resistance pertama berada di Rp 2.545.000 per gram dan bisa menyentuh Rp 2,69 juta per gram.
Faktor Pendorong Pergerakan
Menurut Ibrahim, koreksi harga emas saat ini masih tergolong wajar di tengah ketidakpastian geopolitik, penguatan indeks dolar Amerika Serikat, kenaikan harga minyak mentah, serta tekanan inflasi. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak di kisaran 100,90 hingga 103,10 pada pekan terakhir Oktober 2026, yang berarti dolar masih akan terus menguat.
Ia juga menyoroti potensi konflik terbuka antara Iran dan Amerika Serikat di sekitar Laut Oman, dengan kedua pihak disebut telah menempatkan pasukan dalam jumlah besar di kawasan tersebut. Konflik yang melibatkan kelompok Houthi di Yaman dan Arab Saudi turut memengaruhi harga minyak dunia. Serangan balasan di kawasan itu berpotensi mengganggu fasilitas minyak dan menekan produksi, sehingga mendorong kenaikan harga minyak mentah.
Untuk komoditas energi, harga WTI crude oil diproyeksikan terus menguat di kisaran 96,90 hingga 108,30 dolar AS per barel, sementara harga Brent diperkirakan bergerak di atas 115 dolar AS per barel. “Kita tinggal menunggu bagaimana drama dari Timur Tengah antara Amerika dan Iran selesai, drama antara Houthi dan Arab Saudi selesai, dan ini akan memicu lonjakan harga emas ke depannya, tinggal tunggu waktu saja,” kata Ibrahim.
Sentimen The Fed dan Dampak ke Rupiah
Selain faktor geopolitik, pergerakan emas pada awal pekan ini juga dipengaruhi nilai tukar rupiah serta antisipasi pasar terhadap keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve pada 27-28 Oktober 2026. Prediksi harga emas jangka pendek karenanya sangat bergantung pada hasil rapat tersebut dan sinyal kebijakan yang disampaikan.
Di sisi lain, prediksi harga emas untuk emas perhiasan di sejumlah daerah juga menunjukkan kecenderungan serupa. Di Bandar Lampung, emas Antam ukuran 1 gram diproyeksikan bergerak terbatas di kisaran Rp 2.520.000 hingga Rp 2.550.000 per gram, sedangkan emas perhiasan 24 karat diperkirakan berada di kisaran Rp 2.310.000 hingga Rp 2.340.000 per gram. Harga aktual dapat berbeda sesuai kadar, biaya pembuatan, dan kebijakan toko emas.
Gambaran Harga Emas Perhiasan
Berdasarkan pantauan di sejumlah penyedia emas perhiasan pada Senin (26/10/2026), harga emas kadar 24 karat di Raja Emas Indonesia tercatat Rp 2.280.000 per gram, sedangkan emas K24 dengan kemurnian 99,5 persen dibanderol Rp 2.100.000 per gram. Di Laku Emas, emas berkadar 24 karat dengan kemurnian 99 persen tercatat Rp 2.114.000 per gram. Harga tersebut bervariasi sesuai kadar karat, mulai dari 23 karat hingga 9 karat.
| Jenis Emas | Kisaran Harga per Gram |
|---|---|
| Emas Antam (proyeksi pekan depan) | Rp 2.390.000 – Rp 2.690.000 |
| Emas Antam (penutupan akhir pekan) | Rp 2.525.000 |
| Emas perhiasan 24K Raja Emas | Rp 2.280.000 |
| Emas perhiasan 24K Laku Emas | Rp 2.114.000 |
| Emas perhiasan 24K Bandar Lampung | Rp 2.310.000 – Rp 2.340.000 |
Emas perhiasan masih menjadi pilihan masyarakat Indonesia karena memiliki fungsi ganda, yakni sebagai aksesori sekaligus aset yang berpotensi menyimpan nilai dalam jangka panjang. Meski demikian, emas perhiasan tidak selalu memberikan hasil investasi yang sama dengan emas batangan karena harga pembelian mencakup ongkos pembuatan, sementara harga jual kembali dipengaruhi kadar emas, kondisi perhiasan, serta ketentuan toko.
Strategi Menyikapi Koreksi
Bagi masyarakat yang ingin berinvestasi, prediksi harga emas sebaiknya dijadikan panduan, bukan patokan mutlak. Membandingkan harga dari beberapa penjual sebelum bertransaksi menjadi langkah bijak. Selisih harga jual dan buyback juga perlu diperhitungkan agar keputusan pembelian sesuai dengan tujuan keuangan. Harga buyback terakhir berada di sekitar Rp 2.335.000 per gram dan perlu dikonfirmasi langsung ke penyedia layanan.
Secara keseluruhan, prediksi harga emas pada pekan ini menggambarkan pasar yang masih dinamis. Koreksi yang terjadi dinilai sebagai fase wajar dalam siklus komoditas, sekaligus membuka ruang bagi investor jangka panjang untuk masuk pada level yang lebih menarik. Selama ketegangan geopolitik belum mereda dan dolar AS masih perkasa, volatilitas harga emas diperkirakan akan tetap tinggi.
Namun, optimisme terhadap prospek jangka panjang emas masih terjaga. Bila ketegangan di Timur Tengah mereda dan pasar mulai mencerna kebijakan The Fed, harga emas berpeluang kembali meningkat. Bagi masyarakat, momen koreksi ini bisa menjadi kesempatan untuk mulai mengoleksi logam mulia secara bertahap, dengan tetap memperhatikan profil risiko dan kebutuhan finansial masing-masing.
