Awas! Jateng Siaga Cuaca Ekstrem, Semarang dan Bandung Berpotensi Hujan Selasa Ini
Inforiau – 27 Oktober 2026 | Warga Jawa Tengah diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul naiknya status peringatan cuaca ekstrem yang ditetapkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Seluruh 35 kabupaten dan kota di provinsi ini berpotensi diguyur hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Status siaga ini menjadi perhatian utama bagi masyarakat yang hendak beraktivitas di luar rumah pada Selasa ini.
Khusus di Kota Semarang, prakiraan cuaca menunjukkan langit berawan dari pagi hingga siang, sebelum berpotensi turun hujan ringan atau bersifat lokal pada sore hari. Suhu udara diperkirakan berkisar antara 24 hingga 33 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan cukup tinggi, yakni 55 hingga 94 persen. Angin terpantau bergerak dari arah barat laut dengan kecepatan bervariasi antara 3 hingga 19 kilometer per jam.
Ancaman Berlapis di Wilayah Pantura
Bagi warga yang berada di kawasan pesisir utara (Pantura), ancaman yang dihadapi berlipat ganda. Selain hujan lebat, terdapat peringatan dini potensi banjir rob atau pasang air laut yang dapat mengganggu aktivitas pelabuhan dan permukiman pesisir. Masyarakat diimbau mewaspadai genangan air di area perkotaan serta tanah longsor di daerah perbukitan.
Pengendara juga diminta berhati-hati terhadap jalanan licin dan jarak pandang yang menurun akibat hujan. Membawa payung atau jas hujan di tas dan kendaraan menjadi langkah sederhana yang sangat dianjurkan, terutama bagi mereka yang bepergian pada sore hari.
Bandung hingga Makassar Ikut Diprakirakan Hujan
Kondisi cuaca serupa juga diperkirakan terjadi di sejumlah kota lain. Di Kota Bandung, suhu udara diprakirakan berkisar antara 19 hingga 27 derajat Celsius dengan potensi hujan ringan. Kelembapan yang relatif tinggi membuat udara terasa lebih gerah meski suhu tidak terlalu tinggi, karena keringat lebih sulit menguap.
Pengendara sepeda motor di Bandung, terutama yang beraktivitas untuk bekerja dan bersekolah, diminta menjaga kecepatan serta jarak aman dengan kendaraan di depan. Jalan yang basah membuat perjalanan lebih berisiko. Warga juga disarankan memantau perkembangan cuaca terkini apabila memiliki agenda di luar ruangan dalam waktu cukup lama.
Sementara itu, di Makassar dan wilayah Sulawesi Selatan, langit diprakirakan cerah berawan pada pagi hari, lalu berpotensi hujan ringan pada siang hingga sore. Sejumlah wilayah seperti Gowa, Maros, Pangkep, Bone, dan Luwu Timur turut masuk dalam prakiraan hujan ringan. Pada malam hari, cuaca diprakirakan berawan, meski hujan ringan masih berpotensi terjadi di sebagian wilayah Gowa dan Luwu.
Modifikasi Cuaca Jadi Andalan Pemerintah
Di tengah dinamika cuaca yang ekstrem, pemerintah terus menggencarkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Teknologi ini bukan berarti menciptakan hujan dari langit cerah, melainkan memanfaatkan awan yang sudah terbentuk agar proses pembentukan butiran air atau kristal es berlangsung lebih efektif melalui penyemaian awan atau cloud seeding.
TNI Angkatan Udara baru-baru ini mengerahkan sejumlah pesawat untuk menaburkan garam NaCl dan dry ice guna mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan. Dry ice berfungsi memecah lapisan inversi asap, sedangkan NaCl membantu proses pembentukan hujan. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana, luas lahan yang masih terbakar mencapai 2.456 hektare di Kalteng dan 889 hektare di Sumsel, dengan pengerahan personel darat mencapai belasan ribu orang di kedua wilayah tersebut.
Pakar dari IPB University menegaskan bahwa modifikasi cuaca tidak mengubah iklim secara permanen. Dampaknya bersifat sementara karena teknologi ini bekerja pada proses cuaca yang sedang berlangsung. Keberhasilannya sangat bergantung pada keberadaan awan yang sesuai, kandungan air di atmosfer, suhu, pergerakan udara, serta faktor meteorologi lainnya.
Imbauan bagi Masyarakat
Masyarakat diimbau terus memantau informasi resmi dari BMKG dan tidak menganggap remeh peringatan dini yang dikeluarkan. Bagi warga Jawa Tengah khususnya, status siaga cuaca ekstrem ini menjadi pengingat bahwa persiapan matang sangat penting sebelum beraktivitas di luar rumah.
Dengan meningkatnya curah hujan yang diprakirakan melonjak signifikan, kewaspadaan menjadi kunci utama. Selalu siapkan perlengkapan pelindung hujan, pastikan kondisi kendaraan layak digunakan, dan hindari berteduh di lokasi yang berpotensi membahayakan ketika cuaca berubah. Keselamatan tetap menjadi prioritas di tengah kondisi alam yang tidak menentu.
