PSIS Semarang Terpuruk di Oktober: Kalah dari PSMS Medan, Cadenazzi Belum Pecah Telur, dan Alarm Bahaya Promosi
Inforiau – 27 Oktober 2026 | Perjalanan PSIS Semarang di kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027 tengah menghadapi ujian berat. Sepanjang Oktober 2026, Laskar Mahesa Jenar hanya mampu mengumpulkan empat poin dari empat pertandingan yang dijalani, sebuah catatan yang jauh dari harapan suporter yang mendambakan tiket promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Hasil kurang memuaskan ini menjadi sorotan utama, terlebih setelah PSIS Semarang harus menelan kekalahan menyakitkan dari PSMS Medan pada pekan ketujuh.
Kekalahan 1-2 atas PSMS Medan di Stadion Utama Sumatera Utara, Minggu (25/10/2026) malam, menjadi pukulan telak. Bermain di bawah guyuran hujan, tuan rumah tampil agresif sejak awal. Raihan Utama membuka keunggulan PSMS pada menit ke-22 lewat umpan Pramoedya Putra, sebelum Javier Siverio menggandakan skor pada menit ke-31. Gol kedua sempat dianulir karena dugaan offside, namun wasit mengesahkannya setelah pemeriksaan VAR.
Harapan PSIS Semarang untuk bangkit sempat terbuka ketika Siverio menerima kartu merah pada babak pertama. Unggul jumlah pemain, Mahesa Jenar meningkatkan intensitas serangan. Namun, sejumlah peluang gagal dimaksimalkan. Situasi semakin sulit ketika Riski Dwi juga harus meninggalkan lapangan setelah menerima kartu kuning kedua pada menit ke-82. Gol hiburan baru tercipta melalui Fitra Ridwan pada menit 90+8.
Hasil tersebut membuat PSIS Semarang turun ke peringkat kelima klasemen sementara Grup A dengan koleksi 10 poin dari tujuh pertandingan. Sementara PSMS Medan melesat ke posisi kedua dengan 14 poin, hanya terpaut empat angka dari pemuncak klasemen PSPS Pekanbaru. Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, yang menyaksikan langsung pertandingan, bahkan optimistis Ayam Kinantan mampu promosi ke Liga 1.
Di tengah tekanan tersebut, COO PSIS Semarang, Fariz Julinar Maurisal, angkat bicara melalui akun Instagram pribadinya. Ia meminta seluruh elemen tim tetap bekerja keras dan fokus menghadapi pertandingan berikutnya. “Semua kerja keras sudah kita lakukan walaupun hasil belum berpihak kepada kita, terus fokus dan berjuang untuk setiap laga selanjutnya PSIS Semarang Yoh Iso Yoh,” tulis Fariz.
Persoalan lain yang menyelimuti lini serang PSIS Semarang adalah belum tajinya penyerang anyar Felipe Cadenazzi. Didatangkan untuk menggantikan Rafinha, penyerang asal Argentina berusia 35 tahun itu belum mampu mencetak gol dalam dua laga pertamanya. Padahal, rekam jejaknya cukup mentereng: 15 gol bersama Borneo FC pada Liga 1 2023/2024 dan 12 gol dari 20 penampilan bersama PSMS Medan di Championship 2025/2026.
Pelatih Widodo C. Putro menginginkan sosok target man yang bisa menjadi tumpuan serangan. Dengan postur sekitar 1,91 meter, Cadenazzi berpotensi memberikan dimensi berbeda, terutama saat tim mengandalkan umpan silang, bola panjang, dan duel udara. Namun, reputasi masa lalu tidak otomatis menjamin keberhasilan. Adaptasi dengan skema permainan dan koneksi dengan rekan setim menjadi kunci yang harus segera dibangun.
Tekanan juga datang dari tim muda. Dalam ajang EPA ONE U-20 2026/2027 Grup B, PSIS Semarang U-20 dipermalukan Persis Solo U-20 dengan agregat 7-1. Persis menang 4-1 pada pertemuan pertama di Lapangan Wisesa PSIS Training Ground, Sabtu (24/10/2026), lalu kembali menaklukkan tuan rumah 3-0 sehari kemudian. Tambahan enam poin membuat Persis kukuh di puncak klasemen dengan 16 poin dari enam laga tanpa terkalahkan.
Berikut rangkuman performa PSIS Semarang sepanjang Oktober 2026:
| Aspek | Catatan |
|---|---|
| Poin dari empat laga | 4 poin |
| Posisi klasemen Grup A | Peringkat 5 (10 poin dari 7 laga) |
| Hasil vs PSMS Medan | Kalah 1-2 |
| Gol Felipe Cadenazzi | Belum mencetak gol (2 laga) |
| Hasil PSIS U-20 vs Persis Solo U-20 | Agregat kalah 1-7 |
Dengan rentetan hasil tersebut, alarm bahaya bagi PSIS Semarang memang berbunyi kencang. Kekalahan dari PSMS Medan bukan sekadar kehilangan tiga poin, melainkan sinyal bahwa konsistensi dan ketajaman lini depan masih menjadi pekerjaan rumah besar. Jika ingin menjaga peluang promosi, Mahesa Jenar wajib segera berbenah, memaksimalkan laga-laga berikutnya, dan menemukan kembali sentuhan terbaiknya sebelum jarak dengan papan atas semakin melebar.
