Piala DFB Jadi Panggung Emas Harry Kane, 73 Gol Antar Penyerang Bayern Munich Raih Ballon d'Or 2026
Inforiau – 27 Oktober 2026 | Kompetisi Piala DFB kembali membuktikan diri sebagai panggung yang menentukan bagi para pemain besar. Musim 2025/2026 menjadi saksi bagaimana Harry Kane memanfaatkan setiap kesempatan di Piala DFB untuk menegaskan statusnya sebagai salah satu penyerang paling produktif di Eropa, sekaligus mengantar Bayern Munich meraih gelar domestik dan membawa sang kapten timnas Inggris ke puncak tertinggi sepak bola dunia.
Dalam seremoni Ballon d’Or 2026 yang digelar di Palladium Theatre, London, Senin (26/10/2026) waktu setempat, Kane resmi dinobatkan sebagai pesepak bola pria terbaik. Ia mengungguli penyerang Real Madrid Kylian Mbappe dan bintang Barcelona Lamine Yamal. Penghargaan ini sekaligus mengakhiri penantian panjang Inggris, karena Kane menjadi pemain Inggris pertama yang meraih Ballon d’Or sejak Michael Owen pada 2001.
Keberhasilan Kane tidak terlepas dari performa luar biasa sepanjang musim penilaian yang berlangsung 3 Agustus 2025 hingga 19 Juli 2026. Bersama Bayern Munich dan timnas Inggris, ia mencetak total 73 gol dalam 65 penampilan, dengan rata-rata 1,12 gol per laga. Rinciannya, 61 gol ia sumbangkan untuk Bayern di berbagai kompetisi, sementara 12 gol lainnya ia cetak untuk timnas Inggris.
Ketajaman di Piala DFB dan Berbagai Kompetisi
Sepanjang musim, Kane tampil tajam di semua ajang. Di Bundesliga, ia membukukan 36 gol dalam 31 penampilan dan kembali meraih Sepatu Emas Eropa untuk kedua kalinya. Di Liga Champions UEFA, ia mencetak 14 gol dalam 13 pertandingan. Sementara itu, di Piala DFB, Kane mengemas 10 gol hanya dalam enam pertandingan, sebuah catatan yang menegaskan betapa berbahayanya ia di kompetisi knockout. Ia juga menyumbang satu gol di Piala Super Franz Beckenbauer.
Produktivitas di Piala DFB menjadi salah satu faktor penting yang mengantarkan Bayern Munich menjuarai kompetisi tersebut, sekaligus melengkapi koleksi trofi domestik klub bersama Bundesliga dan Piala Super Jerman. Atas capaian itu, Kane juga menerima penghargaan Striker Terbaik Tahun Ini, yang sebelumnya dikenal sebagai Trofi Gerd Müller, dalam seremoni yang sama.
Menariknya, Kane bukan nama baru dalam daftar penerima trofi tersebut. Pada 2024, ia berbagi penghargaan dengan Mbappe setelah keduanya sama-sama mencetak 52 gol. Pada 2025, penghargaan itu jatuh ke tangan Viktor Gyökeres. Kini, dengan 73 gol, Kane tampil sebagai pemenang tunggal yang tak terbantahkan.
Perbandingan dengan Mbappe dan Yamal
Meski menang, Kane tidak unggul di semua aspek. Mbappe lebih produktif di Piala Dunia dan Liga Champions, sedangkan Yamal mencatat lebih banyak assist serta menjuarai Piala Dunia 2026 bersama Spanyol. Namun, keunggulan Kane terletak pada jumlah gol, produktivitas tanpa penalti, konsistensi, dan prestasi domestik bersama Bayern, termasuk keberhasilan di Piala DFB.
| Statistik | Harry Kane | Kylian Mbappe | Lamine Yamal |
|---|---|---|---|
| Gol | 73 | 63 | 37 |
| Rata-rata gol per laga | 1,12 | 0,97 | — |
| Kontribusi gol (gol + assist) | 81 | 71 | 45 |
Jika assist ikut dihitung, Kane terlibat langsung dalam 81 gol, unggul 10 atas Mbappe dan 36 atas Yamal. Data ini menunjukkan bahwa meski bukan satu-satunya faktor penentu, torehan gol tetap menjadi ukuran paling berharga dalam pemungutan suara jurnalis internasional.
Momen Emosional di London
Kane mengaku terharu setelah namanya diumumkan sebagai pemenang. Penyelenggaraan acara di London membuat penghargaan tersebut terasa semakin istimewa bagi kapten timnas Inggris itu.
“Saya hampir tidak bisa berkata-kata. Berada di London membuat momen ini terasa lebih istimewa. Sepertinya ini menjadi pertanda baik bagi saya malam ini. Terima kasih kepada semua orang yang telah memilih saya. Saya bisa membayangkan betapa sulitnya menentukan pilihan tahun ini,” kata Kane dalam pidato penerimaan trofi.
Kepindahannya ke Bayern Munich memang menjadi titik balik karier Kane. Bersama klub raksasa Jerman itu, ia tidak hanya menambah koleksi trofi, tetapi juga masuk dalam jajaran kandidat peraih penghargaan individu paling bergengsi. Sebelumnya, Carlo Ancelotti sempat meminta Real Madrid merekrut Kane setelah mengetahui Karim Benzema akan hengkang ke Arab Saudi, namun kekhawatiran soal usia membuat peluang itu pupus.
Kemenangan Kane juga menegaskan bahwa kampanye promosi diri hampir tidak berpengaruh terhadap hasil akhir. Dalam sepak bola, tidak ada yang lebih berharga dibanding torehan gol, dan Piala DFB menjadi salah satu bukti nyata bagaimana ketajaman di kompetisi domestik mampu mengangkat nama seorang pemain ke panggung dunia.
Dengan trofi Ballon d’Or di tangan, Harry Kane kini melengkapi perjalanan kariernya sebagai penyerang tengah istimewa yang selama ini dijalani dengan rendah hati. Bagi Bayern Munich, keberhasilan di Piala DFB dan Bundesliga menjadi fondasi kuat, sementara bagi Kane sendiri, musim 2025/2026 akan selalu dikenang sebagai musim terbaik dalam kariernya.
Editor: Abuzar Samad
