Al Hilal Tumbang di Tangan Al Shamal: Mimpi Buruk Al Owais dan Rekor yang Terkoyak di ACL Elite
Inforiau – 28 Oktober 2026 | Kekalahan mengejutkan dialami Al Hilal saat bertandang ke markas Al Shamal Qatar dalam lanjutan fase liga Liga Champions Asia Elite (ACL Elite) 2026/2027. Bermain di Stadion Al Bayt, Al Khor, Selasa (27/10) waktu setempat, klub raksasa Arab Saudi itu harus menyerah dengan skor 1-3. Hasil ini menjadi pukulan telak bagi Al Hilal yang sebelumnya tampil perkasa dengan dua kemenangan beruntun atas wakil Qatar, Al Gharafa dan Al Sadd.
Bagi Al Shamal, kemenangan ini tercatat sebagai sejarah baru. Klub yang baru debut di kompetisi elite Asia musim ini setelah finis runner-up Liga Bintang Qatar musim lalu itu akhirnya meraih kemenangan pertama mereka di fase liga ACL Elite, setelah dua laga awal hanya berakhir imbang.
Al Owais di Bawah Tekanan
Lini pertahanan Al Hilal tampil rapuh sejak menit awal. Pelatih Simone Inzaghi melakukan rotasi besar-besaran setelah kemenangan susah payah atas Al Qadsiah di Liga Pro Saudi pekan lalu. Mohammed Al Owais dipercaya mengawal gawang menggantikan Yassine Bounou, sementara formasi diubah ke tiga bek dengan menurunkan Ali Lajami, Yusuf Akcicek, dan Moteb Al Harbi.
Keputusan itu justru berbuah petaka. Pada menit kedelapan, Riyad Mahrez melepaskan umpan terobosan kepada Mohamed Ali Ben Romdhane yang kemudian mengirim Wesley Said ke ruang kosong. Penyerang asal Prancis itu melepaskan tembakan keras dan akurat yang tak mampu dihentikan Al Owais.
Al Hilal sempat menyamakan kedudukan pada menit ke-32 melalui Salem Al Dawsari. Gol tersebut menjadi penanda kembalinya sang kapten ke starting eleven untuk pertama kali sejak laga terakhir Arab Saudi melawan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026. Berawal dari peran Mohamed Kader Meite sebagai target man, Al Dawsari dilepas ke depan sebelum Theo Hernandez membuka ruang di sisi kiri dan mengirim umpan silang rendah yang mudah diselesaikan.
Namun petaka datang di babak kedua. Pada menit ke-48, Tiago Silva mengirim bola terobosan kepada Mahrez di garis belakang, dan mantan winger Manchester City itu menemukan Baghdad Bounedjah untuk mengembalikan keunggulan Al Shamal. Enam menit berselang, umpan bebas Mahrez dari luar kotak penalti melengkung ke tiang jauh dan diselesaikan Ben Romdhane dengan cerdik melewati Al Owais.
Gol tersebut menjadi gol kelima yang bersarang di gawang Al Owais dalam tiga pertandingan yang dijalaninya bersama Al Hilal sejak awal musim ini. Kiper timnas Arab Saudi itu hanya sekali mencatat clean sheet, yakni saat kemenangan 2-0 atas Al Raed di babak 32 besar Piala Pelayan Dua Kota Suci pada Agustus lalu.
Klasemen dan Persaingan Ketat
Hasil ini membawa Al Shamal naik ke peringkat keenam klasemen sementara wilayah barat dengan koleksi lima poin. Sementara itu, Al Hilal tertahan di posisi kelima dengan enam poin, terpaut satu angka dari tim Qatar tersebut. Kekalahan ini juga menjadi yang pertama bagi Al Hilal di fase liga sejak format Elite diperkenalkan pada musim 2024/25.
Di pertandingan lain wilayah timur, Johor Darul Ta’zim (JDT) meraih kemenangan telak 3-0 atas Port FC di Stadion Sultan Ibrahim, Gelang Patah, Malaysia. Gol kemenangan klub Malaysia itu dicetak oleh Jonathan Silva, Bergson, dan Juan Diego Molina Martinez yang dikenal dengan nama Stoichkov. Kemenangan tersebut membawa JDT naik ke peringkat kedua klasemen sementara wilayah timur dengan tujuh poin dari tiga pertandingan, unggul tujuh poin atas Port FC yang belum mengoleksi poin.
Berikut hasil pertandingan ketiga fase liga ACL Elite pada 26-28 Oktober 2026:
| Pertandingan | Skor |
|---|---|
| Neftchi Fergana vs Al Ittihad | 1-2 |
| Al Nassr vs Al Wasl | Ditunda |
| Al Quwa Al Jawiya vs Pakhtakor | 1-0 |
| Al Shamal vs Al Hilal | 3-1 |
| Johor Darul Ta’zim vs Port FC | 3-0 |
Di sisi lain, sepak bola Asia juga mencatat momen penting di pentas administratif. Dr Marwan Al Juma, Wakil Presiden Federasi Hoki Asia, menerima FIH Order of Merit dalam kongres federasi hoki internasional. Penghargaan itu ia dedikasikan bagi seluruh pihak yang berkontribusi pada perkembangan hoki di Kesultanan Oman. Ia menilai pengakuan internasional tersebut dapat menginspirasi generasi muda Oman untuk menekuni karier di bidang administrasi olahraga dan penyelenggaraan event.
Meski demikian, sorotan utama tetap tertuju pada performa Al Hilal. Rotasi yang dilakukan Inzaghi memang memberi kesempatan bagi para pemain pelapis, tetapi terbukti mengorbankan kestabilan tim. Kekalahan ini menjadi peringatan serius bahwa kedalaman skuad Al Hilal belum sepenuhnya siap menghadapi padatnya jadwal kompetisi lintas ajang.
Dengan kompetisi yang masih panjang, Al Hilal memiliki peluang untuk bangkit dan memperbaiki posisi di klasemen wilayah barat. Namun, jika masalah pertahanan dan konsistensi kiper tidak segera dibenahi, mimpi untuk melaju jauh di ACL Elite bisa berubah menjadi mimpi buruk yang sesungguhnya.
