Espanyol Dipermalukan Sestao River, Manolo González Langsung Dipecat
Inforiau – 28 Oktober 2026 | Espanyol mengalami salah satu malam terburuk dalam sejarahnya setelah tersingkir dari putaran pertama Copa del Rey oleh Sestao River, tim kasta keempat, dengan skor dramatis 4-3 setelah perpanjangan waktu. Kekalahan ini tidak hanya mengakhiri perjalanan Espanyol di kompetisi domestik, tetapi juga berujung pada pemecatan pelatih Manolo González hanya beberapa jam setelah pertandingan. Laga yang digelar di Stadion Las Llanas, Sestao, menjadi mimpi buruk bagi tim tamu yang tampil jauh dari harapan.
Pertandingan dimulai dengan baik bagi Espanyol ketika Marcos Fernández mencetak gol pembuka pada menit keenam melalui titik putih. Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama. Sestao River, yang bermain dengan semangat tinggi di bawah guyuran hujan lebat dan lapangan berlumpur, berhasil menyamakan kedudukan melalui Carrión. Gol tersebut membuka keran bagi tuan rumah untuk terus menekan. Espanyol terlihat kesulitan beradaptasi dengan kondisi lapangan yang becek dan gaya permainan direct ala tim divisi bawah.
Meskipun Espanyol sempat unggul 2-3 pada perpanjangan waktu melalui gol Gabriel Moscardo, Sestao River tidak menyerah. Dua gol cepat dari Ander Belaustegi Laka dan Jon Rojo memastikan kemenangan dramatis bagi tim tuan rumah. Gol kemenangan tercipta pada menit ke-121, tepat di akhir perpanjangan waktu, ketika bola lepas dari genggaman kiper Dmitrovic dan Rojo menyambar bola ke gawang. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Espanyol yang sedang dalam masa sulit.
Manolo González, yang sebelumnya membawa Espanyol promosi ke La Liga pada 2024, mengaku sangat kecewa. Ia menyebut kekalahan ini sebagai salah satu hari terburuk dalam hidupnya. Namun, kurang dari satu jam setelah pertandingan, manajemen klub mengumumkan pemecatan González. Dalam pernyataan resminya, Espanyol mengucapkan terima kasih atas dedikasi González selama ini dan mendoakan kesuksesan untuk karier berikutnya. Pemecatan ini merupakan konsekuensi dari rentetan hasil buruk Espanyol di awal musim.
Di La Liga, Espanyol saat ini berada di posisi ke-18 dengan hanya mengumpulkan 8 poin dari 10 pertandingan, terpuruk di zona degradasi. Kekalahan dari Sestao River menambah tekanan yang sudah ada sebelumnya. González sendiri mengakui bahwa posisinya memang tidak aman, tetapi ia menegaskan akan tetap memberikan segalanya untuk klub hingga akhir. Sayangnya, akhir itu tiba lebih cepat dari yang diperkirakan.
Kekalahan Espanyol menjadi satu-satunya kejutan besar di putaran pertama Copa del Rey dari tim La Liga, karena tim-tim lain seperti Villarreal, Málaga, Elche, dan Rayo Vallecano berhasil meraih kemenangan. Villarreal menang telak 5-0 atas Manacor, sementara Elche bangkit dari ketertinggalan untuk menang 3-1 atas Pinatar. Rayo Vallecano harus melalui perpanjangan waktu untuk mengalahkan Recreativo de Huelva 3-2. Kini, Espanyol harus segera mencari pelatih baru untuk memimpin tim dalam laga krusial melawan Villarreal pada hari Jumat mendatang.
Dengan situasi yang semakin pelik, Espanyol dituntut untuk segera berbenah. Kekalahan memalukan ini seharusnya menjadi momentum bagi manajemen untuk melakukan evaluasi menyeluruh, baik dari segi taktik, mentalitas pemain, maupun kebijakan transfer. Tanpa perbaikan signifikan, bukan tidak mungkin Espanyol akan kembali terdegradasi ke Segunda División. Para penggemar berharap ada perubahan nyata yang bisa membawa klub keluar dari keterpurukan ini.
