Harga TBS Kelapa Sawit di Riau Merangkak Naik, Petani Swadaya Raup Rp3.739,83 per Kg
Inforiau – 28 Oktober 2026 | Kabar menggembirakan datang bagi para petani kelapa sawit swadaya di Provinsi Riau. Pekan ini, Pelan-pelan Harga TBS kelapa sawit di Riau merangkak naik dengan penambahan sebesar Rp60,43 per kilogram atau setara 1,64 persen dibandingkan periode sebelumnya. Dengan demikian, harga tandan buah segar (TBS) kini berada di level Rp3.739,83 per kilogram.
Kenaikan tersebut bukan tanpa dasar. Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Defris Hatmaja, menjelaskan bahwa harga tertinggi terjadi pada kelompok umur tanaman 9 tahun. Angka ini menjadi acuan resmi yang berlaku selama satu minggu ke depan, tepatnya untuk periode 28 Oktober hingga 3 November.
“Kenaikan harga itu berada pada kelompok umur 9 tahun, yang merupakan harga tertinggi. Ketentuan ini berlaku selama satu minggu ke depan,” ujar Defris di Pekanbaru.
Pergerakan Harga yang Konsisten
Meski laju kenaikan terbilang moderat, tren positif ini menjadi sinyal bahwa Pelan-pelan Harga TBS kelapa sawit di Riau merangkak naik secara bertahap. Bagi petani, pergerakan kecil seperti ini tetap berarti karena berdampak langsung pada pendapatan harian dan mingguan mereka.
Berikut gambaran ringkas pergerakan harga TBS petani swadaya Riau pekan ini:
| Keterangan | Nilai |
|---|---|
| Kenaikan harga per kg | Rp60,43 |
| Persentase kenaikan | 1,64 persen |
| Harga TBS saat ini | Rp3.739,83 per kg |
| Kelompok umur tertinggi | 9 tahun |
| Masa berlaku harga | 28 Oktober – 3 November |
Penetapan harga dilakukan secara berkala setiap pekan dengan mempertimbangkan sejumlah faktor, mulai dari harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di pasar internasional, nilai tukar rupiah, hingga dinamika permintaan dari pabrik kelapa sawit di daerah.
Faktor Pendorong Kenaikan
Selain itu, faktor musiman juga berperan. Pada periode tertentu, produksi buah bisa menurun sehingga pasokan ke pabrik berkurang dan harga pun terdorong naik. Kondisi ini membuat Pelan-pelan Harga TBS kelapa sawit di Riau merangkak naik tanpa lonjakan yang terlalu tajam.
Namun, para petani diimbau tetap waspada. Fluktuasi harga bisa terjadi kapan saja, terutama jika ada gejolak di pasar global atau perubahan kebijakan ekspor. Karena itu, pengelolaan kebun yang baik dan efisiensi biaya produksi menjadi kunci agar petani tetap untung meski harga bergerak naik-turun.
Harapan Petani Swadaya
Bagi petani swadaya yang selama ini kerap berada di posisi tawar lemah dibanding perusahaan besar, kenaikan harga menjadi angin segar. Mereka berharap tren positif ini berlanjut hingga akhir tahun, seiring dengan meningkatnya kebutuhan pasar menjelang berbagai momen akhir tahun.
Sejumlah petani di beberapa kabupaten di Riau mengaku mulai merasakan dampak perbaikan harga. Meski belum signifikan, mereka optimistis bahwa Pelan-pelan Harga TBS kelapa sawit di Riau merangkak naik akan terus berlanjut dan membantu menutupi biaya perawatan kebun serta kebutuhan keluarga.
Pemerintah daerah pun diharapkan terus memantau perkembangan harga dan memastikan informasi penetapan harga tersampaikan dengan baik kepada petani. Transparansi harga menjadi penting agar tidak terjadi kesenjangan antara harga acuan dan harga yang diterima di tingkat lapangan.
Dengan pergerakan yang stabil dan cenderung membaik, optimisme bahwa Pelan-pelan Harga TBS kelapa sawit di Riau merangkak naik menjadi harapan bersama seluruh pelaku industri kelapa sawit di Bumi Lancang Kuning.
Secara keseluruhan, kenaikan Rp60,43 per kilogram atau 1,64 persen menjadi Rp3.739,83 per kg menunjukkan bahwa pasar TBS Riau masih bergerak ke arah yang positif. Selama faktor pendorong seperti permintaan CPO dan kondisi pasokan tetap terjaga, peluang harga untuk terus membaik masih terbuka. Para petani diharapkan memanfaatkan momentum ini dengan tetap menjaga kualitas buah dan efisiensi produksi agar hasil panen benar-benar mendatangkan keuntungan maksimal.
