Chelsea FC Wanita vs AS Roma Wanita: Maya Doms Akui Kekuatan The Blues, Roma Tetap Bangga Tak Pernah Menyerah
Inforiau – 29 Oktober 2026 | Pertandingan seru antara chelsea fc wanita vs as roma wanita dalam matchday keempat fase liga Women’s Champions League 2026/2027 telah usai. Bermain di AFC Wimbledon Stadium, London, The Blues—julukan Chelsea—berhasil mengamankan kemenangan atas tamunya, AS Roma, dengan skor yang tidak disebutkan secara rinci. Meski demikian, gelandang Roma, Maya Doms, mengakui bahwa hasil tersebut cukup adil dan ia bangga timnya tidak pernah menyerah sepanjang laga.
Dalam duel chelsea fc wanita vs as roma wanita tersebut, Chelsea tampil dominan sejak awal. Tekanan bertubi-tubi dilancarkan oleh pasukan tuan rumah, terutama pada sepuluh hingga dua puluh menit pertama. Roma sempat kewalahan dan harus bertahan ekstra keras menghadapi gelombang serangan. Namun, perlahan tim asuhan Giampiero Piovani mampu bangkit dan menunjukkan mentalitas juangnya, baik di babak pertama maupun babak kedua.
“Saya rasa hasil ini cukup adil. Saya sangat bangga karena kami tidak pernah menyerah. Pada sepuluh, dua puluh menit pertama mereka menekan kami dan menciptakan banyak peluang. Tapi saya pikir kami bereaksi, baik di babak pertama maupun kedua, menunjukkan mentalitas kami,” ujar Maya Doms dalam wawancara usai pertandingan seperti dikutip dari kanal resmi klub.
Doms juga menyoroti kualitas Chelsea yang menurutnya berada di level tertinggi. Menurutnya, tim asuhan Sonia Bompastor itu mampu bermain di ruang sempit sekaligus menyerang secara langsung. “Terutama di akhir pertandingan, mereka sangat bagus dalam distribusi bola, bahkan dengan kiper. Mereka bisa menemukan ruang di belakang kami, memaksa kami berlari ke arah gawang sendiri,” tambahnya.
Meski kalah, Roma disebutnya tetap memiliki peluang. Namun, kualitas penyelesaian akhir yang kurang membuat peluang tersebut tidak berbuah gol. “Tentu saja mereka tim berkualitas tinggi dan punya banyak peluang: mungkin mereka bisa mengonversi lebih banyak. Kami juga bisa memiliki sedikit lebih banyak kualitas di beberapa peluang yang kami ciptakan,” jelas Doms.
Di sisi lain, pelatih AS Roma Wanita, Giampiero Piovani, sudah memprediksi sulitnya menghadapi Chelsea. Dalam konferensi pers jelang laga, ia menyebut Chelsea berada di level Barcelona, baik secara teknis maupun fisik. “Mereka tidak kebobolan di Champions, pertahanan yang sulit ditembus. Tapi saya yakin para pemain ingin menunjukkan bahwa mereka ada. Keberanian yang harus kami miliki terutama untuk jalur pertumbuhan kami,” tutur Piovani.
Piovani juga mengungkapkan bahwa timnya mengalami masalah cedera sehingga harus melakukan rotasi. “Kami harus melakukannya dengan baik, ada beberapa masalah kecil dan kami terpaksa mengubah sesuatu. Tapi ada kepercayaan besar, kami akan berusaha menurunkan tim terbaik,” ujarnya. Kemenangan atas Juventus sebelumnya menjadi modal berharga bagi Roma, dan modal itu coba dimaksimalkan saat menghadapi chelsea fc wanita vs as roma wanita.
Duel chelsea fc wanita vs as roma wanita ini menjadi pelajaran berharga bagi Roma. Meski harus menelan kekalahan, penampilan mereka yang tidak pernah menyerah mendapat apresiasi. Chelsea sendiri semakin kokoh di puncak klasemen fase liga Women’s Champions League. Pertandingan ini juga menjadi bukti bahwa sepak bola wanita Eropa semakin kompetitif dan menarik untuk diikuti.
Laga chelsea fc wanita vs as roma wanita disiarkan langsung melalui Disney Channel+ dan platform streaming legal. Bagi pecinta sepak bola, pertemuan kedua tim selalu menyajikan tensi tinggi dan permainan berkualitas. Roma akan kembali fokus ke Serie A Wanita, sementara Chelsea melanjutkan misi mempertahankan gelar di Eropa.
Secara keseluruhan, meskipun hasil akhir tidak berpihak pada Roma, semangat juang yang ditunjukkan Maya Doms dan rekan-rekannya patut diapresiasi. Kekalahan dari Chelsea menjadi cambuk untuk terus berkembang. Sementara itu, Chelsea kembali menunjukkan kelasnya sebagai salah satu tim terkuat di Eropa. Pertandingan chelsea fc wanita vs as roma wanita akan selalu dikenang sebagai duel sengit penuh taktik dan mentalitas.
Editor: Sukri Mustakim
