Panathinaikos di Puncak Performa: Drama Cedera, Kemenangan EuroLeague, dan Ujian Berat di EuroCup
Inforiau – 29 Oktober 2026 | Nama Panathinaikos kembali menjadi sorotan di jagat basket Eropa. Klub raksasa asal Athena itu tengah menikmati periode gemilang dengan memuncaki klasemen EuroLeague, namun di saat bersamaan harus menghadapi badai cedera yang mengancam kedalaman skuad. Dari kemenangan dramatis atas Olimpia Milano hingga ujian berat di EuroCup melawan Braine, Panathinaikos menunjukkan bahwa mereka adalah kekuatan yang sulit ditaklukkan musim ini.
Ketangguhan di EuroLeague: Menaklukkan Olimpia Milano
Dalam laga pekan kedelapan EuroLeague di OAKA, Panathinaikos sukses mengandaskan perlawanan Olimpia Milano dengan skor tipis 80-75. Pertandingan berlangsung sengit sejak kuarter pertama, dengan Milano sempat memimpin 19-18. Namun tuan rumah bangkit dan menutup paruh pertama dengan keunggulan 40-37. Memasuki kuarter ketiga, Milano sempat mengubah tempo dan memimpin 61-60, tetapi Panathinaikos menunjukkan kelasnya di menit-menit krusial.
Triple R.J. Cole sempat membawa Milano unggul 74-73 saat laga tersisa 1 menit 20 detik. Namun Mathias Lessort memanfaatkan rebound ofensif untuk mengembalikan keunggulan Panathinaikos. Kendall Nunn kemudian mencetak angka penting menjadi 77-74, sementara tembakan terakhir Mathews gagal menemui sasaran. Kemenangan ini menjadi yang ketujuh dalam delapan laga, mengukuhkan Panathinaikos di puncak klasemen dengan rekor 7-1. Efektivitas tembakan tiga angka menjadi pembeda, di mana Milano hanya mencatat 8 dari 30 percobaan, sementara Panathinaikos lebih efisien memanfaatkan peluang.
Pukulan Berat: Cedera Azzedine Ounahi
Di balik gemilangnya performa tim basket, kabar kurang sedap datang dari sektor sepak bola. Gelandang andalan Maroko, Azzedine Ounahi, mengalami cedera serius saat Panathinaikos membantai Asteras Tripolis 5-1 pada 18 Oktober lalu. Pemain berusia 26 tahun itu harus ditarik keluar pada menit ke-19 dengan tandu setelah mengalami robekan total pada tendon otot biceps femoris kanan.
Hasil pemindaian MRI memastikan bahwa operasi menjadi jalan satu-satunya untuk memulihkan kondisi tersebut. Ounahi dijadwalkan menjalani tindakan medis pada Kamis, 29 Oktober. Laporan media Yunani menyebutkan bahwa proses rehabilitasi akan memakan waktu panjang, dengan kemungkinan kembalinya sang pemain baru pada fase playoff Liga Yunani sekitar Maret 2027. Absennya Ounahi jelas menjadi pukulan bagi Panathinaikos yang tengah berjuang di kompetisi domestik maupun Eropa, sekaligus menimbulkan kekhawatiran bagi timnas Maroko menjelang agenda internasional mendatang.
Dessers dan Tantangan Lini Depan
Di sisi lain, striker Nigeria Cyriel Dessers tengah menikmati momentum positif bersama Panathinaikos. Sejak kembali dari cedera, ia telah menyumbang lima gol dalam empat pertandingan terakhir di semua kompetisi. Meski demikian, namanya absen dari daftar skuad untuk laga melawan Aris Thessaloniki di Piala Yunani. Pihak klub belum mengonfirmasi adanya cedera baru, dan langkah tersebut diduga sebagai bentuk kehati-hatian mengingat riwayat cedera sang pemain. Pelatih timnas Nigeria, Eric Chelle, tentu terus memantau kondisi Dessers menjelang kualifikasi Piala Afrika 2027 melawan Tanzania.
Ujian Berat di EuroCup Wanita
Tidak hanya di sektor putra, tim basket wanita Panathinaikos juga mencuri perhatian. Dalam laga EuroCup Grup C, mereka menghadapi tuan rumah Braine di Belgia. Meski Braine memulai laga dengan baik dan memimpin 19-17 pada kuarter pertama, Panathinaikos bangkit di bawah arahan pelatih Selen Erdem. Penampilan impresif Sara Bejedi serta dominasi Sedona Prince dan Khadijiah Cave di bawah ring membuat tim tamu berbalik unggul 44-33 saat turun minum.
Braine sempat memperkecil jarak menjadi 40-49, tetapi Panathinaikos merespons dengan rentetan tembakan tiga angka yang mematikan. Laga berakhir dengan skor 84-66 untuk kemenangan telak tim Yunani. Kekuatan Panathinaikos di sektor rebound dan akurasi tembakan jarak jauh menjadi kunci, dengan Krimili mencetak 19 poin termasuk lima triple. Kekalahan ini membuat posisi Braine di grup semakin pelik, meski pelatih Sven Van Camp tetap optimistis peluang lolos masih terbuka.
Dinamika di Balik Bangku Cadangan
Menariknya, laga EuroCup tersebut menyimpan cerita personal bagi asisten pelatih Braine, Phivos Livaditis. Pria yang lahir di Athena dan tinggal di Belgia sejak 1993 itu mengaku senang bisa berhadapan dengan klub dari tanah kelahirannya. Ia menyebut Panathinaikos sebagai tim yang sangat lengkap dengan pengalaman melimpah, serta mengakui bahwa pertandingan ini menjadi ujian terbesar bagi timnya musim ini.
Sementara itu, pelatih kepala Panathinaikos di sektor putra, Zeljko Obradovic, sempat angkat bicara mengenai rumor bursa transfer yang menerpa timnya. Ia menegaskan bahwa banyak nama yang beredar sama sekali tidak pernah ia kenal, sekaligus menepis spekulasi yang dapat mengganggu konsentrasi skuad.
Secara keseluruhan, Panathinaikos membuktikan diri sebagai klub multidisiplin yang kompetitif di berbagai ajang. Kemenangan atas Olimpia Milano menunjukkan kualitas taktik dan mental juara, sementara performa tim wanita di EuroCup menegaskan kedalaman organisasi. Tantangan terbesar justru datang dari faktor non-teknis, yakni gelombang cedera yang menimpa Ounahi dan kekhawatiran atas kondisi Dessers. Bagaimana manajemen Panathinaikos merotasi skuad dan menjaga kebugaran pemain akan sangat menentukan arah perjalanan mereka di sisa musim. Jika mampu melewati badai ini, bukan tidak mungkin Panathinaikos kembali menorehkan sejarah gemilang di kancah Eropa.
