Mimpi Buruk di San Siro: AC Milan vs Bologna Berakhir Tragedi, Hattrick Mbangula Hancurkan Rossoneri
Inforiau – 29 Oktober 2026 | Laga bertajuk ac milan vs Bologna pada pekan kesembilan Serie A 2026/2027 berakhir dengan kejutan besar. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Giuseppe Meazza, San Siro, Kamis (29/10/2026) dini hari WIB, AC Milan harus menelan kekalahan perdana mereka di liga musim ini dengan skor 2-4. Hasil ini sekaligus meruntuhkan catatan tak terkalahkan Rossoneri yang sebelumnya menjadi modal berharga menghadapi sang tamu.
Pertandingan ac milan vs Bologna sejatinya diprediksi berjalan sesuai skenario tuan rumah. Milan datang dengan modal kemenangan krusial atas Udinese di pekan kedelapan, sementara Bologna baru saja menempati peringkat ke-13 klasemen. Namun sepak bola berbicara lain. Bologna yang diasuh Raffaele Palladino tampil agresif sejak menit pertama dan berhasil merepotkan lini pertahanan tuan rumah yang dihantui badai cedera.
Mbangula Jadi Mimpi Buruk Tuan Rumah
Nama Samuel Mbangula menjadi pusat perhatian dalam duel ac milan vs Bologna kali ini. Penyerang berkebangsaan Belgia tersebut mencetak tiga gol alias hattrick yang membawa I Rossoblu pulang dengan tiga poin penuh. Gol pembuka Mbangula lahir pada menit ke-8 setelah menyambut umpan tarik Nadir Zortea dengan penyelesaian terarah yang tak mampu diantisipasi kiper Milan.
AC Milan sempat memberi respons positif. Berawal dari tekanan Omari Hutchinson yang membuat Arthur Theate kehilangan bola, Alphadjo Cisse memanfaatkan bola liar untuk menyamakan kedudukan pada menit ke-14. Rossoneri kemudian tampil lebih percaya diri dan mengambil alih kendali permainan. Pada menit ke-27, Fikayo Tomori mengirimkan umpan yang kembali diselesaikan Cisse menjadi gol keduanya, sekaligus membalikkan keadaan untuk sementara.
Sayangnya, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Bologna bangkit dan kembali menemukan ritme permainannya. Formasi 3-4-3 racikan Palladino terbukti efektif, menambah koleksi poin mereka setelah sebelumnya meraih hasil positif atas Lecce dan Cagliari. Mbangula melanjutkan aksinya dan menuntaskan hattrick yang membuat San Siro terdiam.
Badai Cedera dan Rotasi Amorim
Kekalahan dalam laga ac milan vs Bologna ini tak lepas dari kondisi skuad Milan yang tengah dilanda badai cedera. Padatnya jadwal pertandingan memaksa pelatih Ruben Amorim memutar otak. Ia sempat berencana memainkan skuad pelapis dengan mempertimbangkan derby Milan yang menanti pekan depan. Sayangnya, strategi rotasi tersebut belum mampu membuahkan hasil maksimal.
Meski demikian, Amorim sebelumnya membuktikan kelasnya ketika pemain dari skuad pelapis berkontribusi besar atas kemenangan atas Udinese. Dalam laga melawan Bologna, ia mengandalkan Christian Pulisic dan Ramos di lini depan, dengan Hutchinson, Jashari, Musah, serta Cisse sebagai pengendali di lini tengah. Bologna sendiri mengandalkan nama-nama seperti Bernardeschi, Odgaard, dan Cambiaghi untuk mencuri poin di markas Milan.
Duel Lini Tengah yang Menarik
Pertandingan ac milan vs Bologna juga menyajikan duel menarik di lini tengah antara Luka Modric dan gelandang Bologna, Lewis Ferguson. Kedua pemain merupakan penggerak permainan andalan tim masing-masing dan masuk dalam jajaran tiga besar pengumpan terobosan terbaik di Serie A musim ini. Namun pada laga ini, Ferguson dan rekan-rekannya tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang.
Dampak pada Klasemen
Kekalahan ini membuat AC Milan tertahan di peringkat kelima klasemen sementara dengan koleksi 18 poin dari sembilan pertandingan. Tim asuhan Ruben Amorim gagal memanfaatkan status tuan rumah untuk menjaga persaingan di papan atas. Sebaliknya, Bologna naik ke posisi ke-11 dengan raihan 11 angka. Kemenangan ini menjadi hasil positif bagi tim tamu setelah mereka hanya meraih satu kemenangan dalam 22 pertemuan terakhir melawan Milan di Serie A.
Secara keseluruhan, rekor pertemuan kedua tim memang masih berpihak kepada Milan. Dari 157 pertandingan, Rossoneri unggul dengan 76 kemenangan. Pada lima pertemuan terakhir, Milan sempat menang 3-0 dan 1-0 atas Bologna. Namun catatan sejarah itu tak mampu menyelamatkan mereka dari kekalahan menyakitkan di kandang sendiri.
Bagi Bologna, hasil ini menjadi pembuktian bahwa peralihan pelatih ke tangan Raffaele Palladino membawa perubahan signifikan. I Rossoblu kini menemukan tempo permainannya dan layak diperhitungkan sebagai tim yang mampu mencuri poin dari klub-klub besar.
Kekalahan dalam duel ac milan vs Bologna menjadi pukulan telak bagi ambisi Rossoneri menjaga momentum di zona Liga Champions. Amorim dituntut segera membenahi lini pertahanan dan memulihkan kondisi pemain sebelum menghadapi derby Milan pekan depan. Tanpa perbaikan cepat, tren negatif ini berpotensi merusak musim yang sempat berjalan menjanjikan. Bologna, di sisi lain, membuktikan bahwa kejutan di San Siro bukanlah hal mustahil ketika tim tampil dengan keberanian dan disiplin taktik yang tepat.
