Okoye Jadi Tembok Terakhir, Udinese Akhiri Tren Buruk dengan Clean Sheet di Kandang Parma
Inforiau – 29 Oktober 2026 | Pekan kesembilan Serie A 2026/2027 menjadi saksi bagaimana Udinese akhirnya mampu menghentikan derita panjang mereka. Bermain di Stadio Ennio Tardini, Rabu (28/10/2026) malam waktu Italia, Udinese dipaksa bermain imbang 0-0 melawan tuan rumah Parma dalam laga yang berlangsung sengit dan penuh tekanan. Hasil ini terasa begitu berharga bagi skuad asuhan pelatih asal Friuli tersebut, mengingat sebelumnya mereka menelan enam kekalahan beruntun dan belum sekalipun mencatatkan clean sheet sepanjang musim ini.
Pertandingan berjalan dengan tempo yang cukup tinggi sejak menit awal. Parma yang tampil di hadapan pendukung sendiri berusaha menekan sejak awal, namun Udinese justru mendominasi penguasaan bola hingga mencapai 58 persen. Tim tamu tercatat melepaskan 20 tembakan, lima di antaranya mengarah ke gawang, sementara Parma hanya mampu mencatatkan enam percobaan dengan dua yang tepat sasaran. Meski demikian, pertahanan rapat tuan rumah dengan 32 sapuan membuat peluang Udinese sulit berbuah gol.
Momen paling krusial dalam laga ini terjadi pada babak kedua. Wasit menunjuk titik putih setelah pelanggaran di kotak penalti, dan Adrián Bernabé maju sebagai eksekutor. Namun kiper Nigeria, Maduka Okoye, tampil sebagai pahlawan. Ia menebak arah dengan tepat dan menjatuhkan diri ke kiri untuk menepis sepakan kaki kiri gelandang Parma tersebut. Penyelamatan itu menjadi penyelamat Udinese dari kekalahan yang sudah di depan mata.
Okoye tampil luar biasa sepanjang pertandingan. Selain menepis penalti, ia juga menggagalkan tembakan Vincent Sierro dari luar kotak penalti pada babak kedua. Berkat penampilan gemilangnya, kiper berusia 27 tahun itu mendapat rating 7,3 dari Sofascore, tertinggi kedua di antara pemain Udinese, sejajar dengan Jürgen Ekkelenkamp. Bek Matteo Palma menjadi pemain dengan rating tertinggi yaitu 7,6. Clean sheet ini menjadi yang pertama bagi Okoye di musim 2026/27, sekaligus mengangkat namanya sebagai salah satu kiper paling menjanjikan di kompetisi elite Italia.
Hasil imbang ini membawa angin segar bagi Udinese yang tengah berjuang keluar dari zona merah. Meski belum meraih kemenangan, satu poin dari kandang Parma setidaknya memutus rangkaian hasil buruk yang sempat membuat posisi mereka terpuruk. Di sisi lain, Parma juga belum beranjak dari papan tengah bawah, dan hasil ini membuat kedua tim sama-sama belum mengubah posisi di klasemen sementara.
Sementara itu, pekan kesembilan Serie A diwarnai sejumlah hasil mengejutkan. Inter Milan mengalahkan Venezia 2-0 berkat dua gol bunuh diri, Napoli menghancurkan Monza 4-1 dengan penampilan impresif dari Hojlund, Politano, Marin, dan De Bruyne. Yang paling mencolok adalah kekalahan Milan di San Siro dari Bologna dengan skor 4-2, di mana Mbangula mencetak hattrick. Juventus juga semakin terpuruk setelah takluk 0-2 dari Genoa, memperpanjang krisis di tubuh tim asal Turin tersebut.
Bagi Udinese, laga melawan Parma menjadi bukti bahwa pertahanan mereka mulai menemukan bentuk. Kombinasi solidnya lini belakang dan ketenangan Okoye di bawah mistar menjadi modal penting untuk menghadapi laga-laga berikutnya. Dengan jadwal yang masih padat, konsistensi menjadi kunci jika ingin menjauh dari ancaman degradasi dan kembali bersaing di papan tengah.
Kesimpulan dari pertandingan ini adalah bahwa satu poin di kandang Parma bukan sekadar angka, melainkan titik balik mental bagi Udinese. Penampilan heroik Okoye membuktikan bahwa tim ini masih memiliki kualitas untuk bertahan di Serie A. Kini tugas pelatih dan seluruh pemain adalah mempertahankan momentum positif ini dan mengubahnya menjadi kemenangan nyata di laga-laga selanjutnya.
