Susunan Pemain Man City vs Brighton: Drama Penalti di Etihad, Cherki dan Reis Jadi Bintang
Inforiau – 29 Oktober 2026 | Susunan pemain Man City vs Brighton menjadi sorotan utama dalam laga babak keempat Carabao Cup 2026/2027 yang berlangsung dramatis di Stadion Etihad, Kamis (29/10/2026) dini hari WIB. Manchester City akhirnya melaju ke perempat final setelah menang 4-3 dalam adu penalti, menyusul hasil imbang 2-2 sepanjang waktu normal. Pertandingan ini sekaligus menjadi ajang pembuktian bagi para pemain muda dan rekrutan anyar di bawah asuhan Enzo Maresca, yang memilih melakukan rotasi besar mengingat padatnya jadwal dan pertemuan kedua tim di Premier League pada akhir pekan.
Dalam susunan pemain Man City vs Brighton, tuan rumah menurunkan sejumlah nama pelapis. Rayan Cherki dipercaya menjadi poros kreativitas di lini tengah, sementara Vitor Reis mengisi posisi bek tengah bersama Marc Guehi. Di lini depan, pelatih sempat mengistirahatkan Erling Haaland, memberi ruang bagi penyerang muda Floyd Samba yang sebelumnya mencetak dua gol saat City menghancurkan Norwich City 5-0 di putaran ketiga. Brighton sendiri datang dengan ambisi besar setelah juga menelan kekalahan dari Liverpool, dan mereka terbukti mampu merepotkan tuan rumah sepanjang laga.
Laga berjalan dengan intensitas tinggi sejak menit awal. Brighton mengejutkan publik Etihad lewat gol Malick Yalcouyé pada menit ke-30, memanfaatkan celah di lini pertahanan City yang dalam empat pertandingan terakhir kebobolan sembilan gol. Namun, Mateo Kovacic menyamakan kedudukan lima menit sebelum turun minum lewat tendangan dari luar kotak penalti yang mengecoh kiper. Skor 1-1 bertahan hingga jeda.
Memasuki babak kedua, Brighton kembali unggul cepat. Georginio Rutter mencetak gol pada menit ke-47 setelah memanfaatkan umpan silang mendatar yang tak mampu diantisipasi lini belakang City. Tekanan pun meningkat bagi tuan rumah. Namun, susunan pemain Man City vs Brighton yang dirotasi ternyata tetap memiliki kualitas. Pada menit ke-72, Vitor Reis mencetak gol penyeimbang setelah tembakan Rayan Cherki membentur kakinya dan berbelok masuk ke gawang.
Gol tersebut menjadi titik balik. Reis tampil dominan sepanjang pertandingan. Ia bukan hanya mencetak gol krusial, tetapi juga memimpin tim dalam jumlah umpan akurat dengan 58 umpan serta 16 aksi bertahan. Di sampingnya, Marc Guehi tampil tenang dan hampir mencetak gol lewat sundulan dari sepak pojok pada menit ke-43. Kombinasi keduanya menjadi tumpuan organisasi lini belakang City yang berupaya mengatasi agresivitas Rutter dan rekan-rekannya.
Di lini tengah, Cherki menjadi motor serangan dan terus mengalirkan bola ke area berbahaya, meski Brighton beberapa kali mengancam lewat serangan balik. City menguasai 57 persen penguasaan bola, tetapi masih memberi tiga peluang besar kepada lawan. Sementara itu, Lewis menunjukkan peran hibrid dengan sering bergerak ke tengah untuk menambah jumlah pemain di lini tengah, sebelum digantikan Abdukodir Khusanov pada menit ke-76 untuk memperkokoh pertahanan.
Karena skor tetap 2-2 hingga waktu normal berakhir, pertandingan dilanjutkan ke adu penalti. Di sinilah kiper Geronimo Rulli tampil sebagai pahlawan. Meski tendangan Mateo Kovacic berhasil ditepis, Rulli menggagalkan eksekusi Yasin Ayari dan Lewis Dunk, membawa City menang 4-3. Sepanjang 90 menit, Rulli mencatatkan empat penyelamatan krusial saat menghadapi xG lawan sebesar 2,03, tetapi penampilannya dalam adu penalti yang paling dikenang.
Kemenangan ini menyelamatkan Manchester City dari nasib nahas Arsenal, yang tersingkir secara mengejutkan lewat adu penalti di tangan Fleetwood, klub Divisi Empat. Bagi City, hasil ini juga menjadi modal berharga sebelum kembali menghadapi Brighton di Stadion Etihad pada laga Premier League, Sabtu (31/10/2026). Undian babak perempat final dijadwalkan segera digelar dengan diikuti City dan tujuh klub lainnya.
Secara keseluruhan, susunan pemain Man City vs Brighton yang dirotasi membuktikan kedalaman skuad The Citizens. Cherki dan Reis menjadi simbol keberhasilan proyek regenerasi Maresca, sementara Rulli menegaskan peran vitalnya di bawah mistar. Meski masih menyisakan pekerjaan rumah di lini pertahanan, lolosnya City ke perempat final menjadi sinyal bahwa tim ini tetap kompetitif di segala kompetisi. Brighton pun pulang dengan kepala tegak setelah memberikan perlawanan sengit hingga drama penalti terakhir.
